Prakata Panitia Idul Khotmi 216
| Prakata Panitia Idul Khotmi 216 | ![]() |
![]() |
|
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai Suku, ras dan agama, dan mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama islam. Namun sebagian masih percaya akan hal-hal mistik yang tidak dibenarkan dalam syariat. Tarekat Tijani berupaya untuk menghilangkan hal yang bertentangan dengan syariat akan tetapi dilakukan melalui akulturasi budaya. Islam dengan budaya tasawufnya dalam hal ini tarekat dapat menggantikan kecenderungan budaya masyarakat Indonesia yang cenderung mistik, sehingga tarekat sufiyyah (tarekat tasawuf) yang merupakan inti budaya Islam, masuk menggantikan pemahaman mistik tersebut Diantara tarekat yang berkembang di Indonesia adalah Tarekat Tijaniyah, Tarekat Qodariyah, Tarekat Naqsabandiyah dan Tarekat Syadzaliyah Kini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan krisis multi dimensional, nampak dihadapkan kita keadaan yang sedang melanda bangsa ini, antara lain: ketimpangan sosial-konomi masyarakat, keterpurukan moral dan ekonomi yang tergambar dalam korupsi di kalangan para pejabat negara, penegakan hukum yang sangat tidak jelas, materialisasi eksekutif pada sebagian masyarakat, kapitalisme yang menyengsarakan masyarakat, degradasi dalam beragama, di samping bencana alam yang terjadi di hampir semua pelosok tanah air Tarekat Tijaniyah sebagai salah satu tarekat mu’tabaroh dari 45 tarekat mu’tabaroh al-Nahdhiyyah Indonesia; kini telah tersebar di beberapa Provinsi, diantaranya: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatra dan Papua
Tarekat Tijaniyah di Madura dikembangkan oleh Pendiri Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan KH Jauhari Khothib seorang Ulama’ Kharismatik yang jama’ahnya tersebar di seluruh wilayah Madura, dengan pusat kegiatan Zawiyah Kubro Pondok Pesantren Tegal Al-Amin Prenduan Sumenep Madura. Sepeninggal beliau maka perkembangan Thoriqoh Tijaniyah digantikan oleh putranya KH Moh Tidjani Djauhari, MA. Namun Allah Swt berirodah lain, 10 bulan yang lalu KH Moh Tidjani Djauhari, MA telah meninggalkan warga Tijaniyyin menghadap sang kholiq. Tak lama setelah beliau wafat, dibaiatlah putra beliau KH Fauzi Tijani LC sebagai pewaris beliau untuk mengembangkan Thoriqoh Tijaniyah khususnya di Madura.
Sebagai bagian dari kekuatan bangsa, Tarekat Tijaniyah tentu saja mempunyai kewajiban ambil bagian dalam mencarikan citra bangsa dengan merubah orientasi tujuan hidup yang tidak melulu ditujukan kepada tujuan duniawi semata, sehingga organisasi tarekat ini punya sumbangsih nyata sebagaimana pada masa pra kemerdekaan, kaum tarekat turut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Mentarekatkan” elit bukan berarti mengajak untuk jadi murid tarekat, akan tetapi menajak untuk lebih empaty terhadap keadaan sesungguhnya dari bangsa ini, prihatin terhadap kondisi negara yang sangat memerlukan penanganan yang serius. Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada moral para pemimpinnya. Jikalau bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang bermartabat diantara bangsa-bangsa lain di dunia, maka ruh riyadlah dzikir Tarekat Tijaniyah dapat memecahkan solusi dalam pemecahan masalah bangsa Indonesia untuk bisa ke luar dari krisis multy-dimensional ini. Pembangunan dalam bidang fisik dan materi sudah berjalan cukup baik, selayaknya diimbangi pula dengan pembangunan spritual. Dengan solusi demikian, Tarekat Tijaniyah akan berperan dalam dimensi sosial untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang makmur dan aman sentosa. Kedamaian dalam keamanan merupakan sumber dari baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur (negara aman dan sentosa) Dengan latar belakang inilah, Tarekat Tijaniyah, berencana mengadakan acara: SILATURAHMI, SILATUL FIKRI DAN ISTIGHOSAH UNTUK KESALAMATAN BANGSA yang dikemas dalam acara : IDUL KHOTMI ATTIJANI KE-216
JENIS PROGRAM Silaturahmi dan istighosah untuk keselamatan Bangsa dan Negara melalui riyadlah satu miliyar shalawat fatih, diselenggarakan dalam acara Idul Khotmi al-Maktum wa Khatm al-Muhammadiyy al-Ma’lum Abi al-Faidi Syekh Ahmad bin Muhammad al-Tijani RA. Ke-216 Ikhwan Tarekat Tijaniyah Indonesia. Adapun tahapan-tahapan yang akan diselenggarakan adalah: - Istighosah Tijaniyah - Halaqal Internal Muqoddam Tijaniyah - Seminar Nasional - Tabligh Akbar
MAKSUD DAN TUJUAN PROGRAM
Maksud Program Maksud dari kegiatan ini adalah: Sebagai perwujudan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, yang peduli terhadap nasib dan masa depan Dosen dan Mahasiswa DPRD se Madura Birokarasi LSM dan Budayawan se Madura Pengusaha sukses se Madura Tokoh Masyarakat dll Moderator : DR Akhyan Badruzzama
2. HALAQOH ILMIYAH HUSUS MUQADDAM Hari/tanggal : Sabtu, 14 Pebruari 2009 Tempat: Masjid Agung Kota Sampang Waktu : Pukul 08.00 s/d 11.00 WIB Peserta : 150 Muqoddam Thoriqoh Tijaniyah se Indonesia
3. KHOLWATIYAH DAN ISTIGHATSAH NASIONAL Hari/tanggal : Sabtu, 14 Pebruari 2009 Tempat: Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan dan Auditorium untuk Putri Waktu : Pukul 14.00 s/d 20.00 WIB Peserta : Seluruh Ikhwan 20.000 0ranng
4. TABLIGH AKBAR IDUL KHOTMI NASIONAL Hari/tanggal : Ahad 18 Shofar 1430 H/15 Pebruari 2009 Tempat: Di Masjid Syuhada’ Kota Pamekasan Waktu : Jam: 08.00 s/d 13.00 WIB
PESERTA Kegiatan ini akan diikuti sekitar 200.000 orang terdiri dari: Jama’ah Tarekat Tijaniyah Indonesia dan Jama’ah Tarekat Muktabah Para Muqoddam dalam dan luar negeri, para Mursyid Tarekat Muktabah Tamu undangan yang terdiri dari Pemimpin Pemerintahan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Ormas dan Orpol, Instansi Pemerintah Terkait dan Panitia dibentuk dari para muqoddam, ikhwan dan muhbbin Tijaniyah
PENUTUP Demikian proposal kegiatan ini kami sampaikan, dan kami berharap acara ini agar dijadikan sebagai sarana acuan konsepsional dan operasional kegiatan, serta promosi bagi produk sponsor dan kebijakan dari instansi yang mendukung. Mengingat Silaturahim Dan Istighosah Untuk Kesalamatan Bangsa Dalam Rangka IDUL KHOTMI AL-MAKTUM WA KHATM AL-MUHAMMADIYY AL-MA’LUM ABI AL-FAIDI SYEKH AHMAD BIN MUHAMMAD AL-TIJANI RA. KE-216 ini sangat penting, maka dukungan serta bantuan dari berbagai pihak dan lembaga atau instansi terkait sangat kami harapkan. Apabila ada kekurangan atau kekeliruan akan ditinjau kembali SUMBER:http://www.at-tijani.com |

