Bank I2R

BWT SAPA ZA DEH YANK PONYA NIAT BAEK

Archive for the ‘Books’


ISLAMNYA LEGENDA POP DUNIA


Michael Jackson Bangun Mesjid di Bahrain

Manama, lirboyo.com
Sebelum memutuskan beralih memeluk Islam, Michael Jackson ternyata telah beramal dan memberikan sumbangsih untuk dunia Islam. Dia memberikan sumbangan tak sedikit untuk pembangunan sebuah mesjid di Manama, Bahrain.

Mesjid tersebut dibangun dengan keindahan seni yang luar biasa. Mesjid itu terletak di dekat rumah Jackson yang mewah di ibukota Bahrain itu.

“Mesjid itu didesain sekaligus sebagai tempat belajar prinsip dan pelajaran Islam. Juga dibangun tempat belajar bahasa Inggris. Guru-guru dengan standar tinggi didatangkan dari Amerika Serikat di bawah supervisinya,” ujar juru bicara panitia pembangunan mesjid itu.

Pada awalnya, Jackson melakukan hal tersebut sebagai bentuk apresiasinya terhadap masyarakat Bahrain. Masyarakat setempat menyambutnya dengan baik dan memperlakukannya seakan-akan dia adalah warga negara Bahrain.

Michael Jackson, sebagaimana dilaporkan, beralih keyakinan dari seorang Kristen menjadi Islam. Dia dikabarkan telah mengucapkan kalimat syahadat di rumah seorang karibnya di Los Angeles. Dia pun terlihat menggunakan baju tradisional wanita Arab bersama salah seorang anak angkatnya.

Mikhail, begitu namanya setelah memeluk Islam, bukanlah orang pertama di keluarga besar Jackson yang berpindah agama menjadi muslim. Sebelumnya, kakaknya, Jermaine Jackson yang sudah tinggal di Bahrain, juga memeluk Islam.

Jermaine pula yang mengisyaratkan, bahwa Jackson telah mempertimbangkan untuk mengganti keyakinannya memeluk agama Islam. “Ketika saya kembali dari Mekah, saya membawa banyak buku untuknya. Dia (Michael) juga bertanya banyak hal tentang agama dan saya mengatakan bahwa Islam penuh kedamaian dan sangat indah,” kata Jermaine yang menjadi muslim sejak 1989.

“Dia membaca segala hal dan dia bangga kepada saya bahwa saya telah menemukan sesuatu yang membuat kekuatan hati dan kedamaian. Dia dapat melakukan banyak hal, seperti yang saya coba lakukan. Michael, saya dan Allah, kami bisa melakukan banyak hal,” paparnya. (nuorid)

Pengirim : Emha Nabil

JAWABAN KHUSUS WIRID HARI JUMA’AT BAGI IKHWAN AT-TIJANI DAN SEBAGAIAN PENGAMAL SYAZDILIYAH

سئل الإمام الشيخ محمد زكي إبراهيم رائد العشيرة المحمدية رحمه الله تعالى عن وقت الورد الأسبوعي بعد عصر الجمعة بصفة خاصة عند التجانية وبعض الشاذلية، فأجاب رحمه الله:

وأما أنَّ بعض الشَّاذلية والتجانية يلازمون الورد الأسبوعي بعد عصر الجمعة بصفة خاصة، فدليلهم ما نقله المنذري عن أحمد قال: أكثرُ الحديث في الساعة التي ترجى فيها إجابة الدعوة أنها بعد صلاة العصر، وثمت آثار ثابتة تدل أيضًا على أنها بين العصر والمغرب.

وأفضل الدعاء الذِّكر، أخرج الترمذيُّ وغيره: «يَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ وَذِكْرِي عَنْ مَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ» .

وهكذا يختم هؤلاء المتعبدون أسبوعَهم السابق بعبادة، وفي الوقت نفسه يستقبلون الأسبوع الجديد بنفس العبادة رجاء غفران ما مضى، وإصلاح ما بقي.
ومعروف أن أوثق الأحاديث في الصلاة الوسطى أنها صلاة العصر، فهذا الوقت من الأوقات المشهودة في أيام الأسبوع بعامة، وفي يوم الجمعة بخاصة.

ثم إن هذا الوقت وقت الأصيل، الذي كلفنا الله تعالى بذكره فيه حيث يقول عزَّ شأنه: (وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلاً) [الإِنسان :25] وقد تكرر في القرآن هذا المعنى على صور متعددة.

وليس الناس ملزمين بإدراك الصواب، ولكنهم ملزمون بتحري الصواب، ومن هنا لم يكن قول مجتهد مفروضًا على مجتهد آخر، وهذا هو السرُّ في أنَّ شيئًا يكون مندوبًا في مذهب ثم يكون هو هو مكروهًا في مذهب آخر. واختيار وقت الورد الأسبوعي من هذا الباب.

ولو لم يكن فيه إلا صرف العبد عن اللهو، مع الركون إلى الله في هذا الوقت لكفى وشفى

ASAL USUL NAMA INDONESIA

ASAL USUL NAMA INDONESIA

 

PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.

Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch- Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.

Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.

Nama Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: … the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch- Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.

Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Makna Politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”

Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch- Indie”. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.

Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda” untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.

Irfan Anshory, Direktur Pendidikan “Ganesha Operation”
Sumber: Pikiran Rakyat, 16 Agustus 2004

keutamaan thoriqoh kami at-tijani


فضل طريقتنا التجانية


و يقول العلامة خالد عبد الفراج إدريس إبراهيم التجاني في دوحــــــــــة التجــــــــانية:
سنذكر من هذه الفضائل أربعين فضيلة أربعة عشر منها تحصل لجميع من تعلق بالشيخ التجانى رضي الله عنه بالاعتقاد والتسليم والتعظيم وترك الاعتراض والانتقاد عليه فى كل شىء دقّ أو جلّ ومحبته ومحبة أهل طريقته واحترامهم وتعظيمهم وعدم إذايتهم والبقية تختص بأهل طريقته المتمسكين بأوراده ولو لم يجتمعوا معه رضي الله عنه فى دار الدنيا كما فى جواهر المعانى وهذه الفضائل كلها ضمنها النبى صلي الله عليه و سلم للشيخ رضي الله عنه فهى واقعة لا محالة لكن بشرط عدم الأمن من مكر الله وعدم رفض الطريقة.



الأولـى: موتهم على الإسلام والإيمان.
الثانيـة: أن يخفف الله عنهم سكرات الموت.
الثالثـة: أن لا يرون فى قبورهم إلا ما يسرهم.
الرابعة: أن يؤمنهم الله تعالى من جميع أنواع عذابه وتخويفه وجميع الشرور من الموت إلى الاستقرار فى الجنة.
الخامسة: أن يغفر الله لهم جميع ذنوبهم ما تقدّم منها وما تأخر.
السادسة: أن يؤدى الله تعالى جميع تبعاتهم ومظالمهم من خزائن فضله لا من حسناتهم.
السابعـة:أن لا يحاسبهم الله تعالى ولا يناقشهم ولا يسألهم عن القليل والكثير يوم القيامة.
الثامنــة: أن يظلهم الله تعالى فى ظل عرشه يوم القيامة.
التاسعـة: أن يجيزهم الله تعالى على الصراط أسرع من طرفة عين على كواهل الملائكة.
العاشــــرة: يسقيهم الله تعالى من حوضه صلي الله عليه و سلم
الحادية عشرة: أن يدخلهم الجنة بغير حساب ولا عقاب فى أول الزمرة الأولى.
الثانية عشرة: أن يجعلهم الله تعالى مستقرين فى عليين من جنة الفردوس وجنة عدن.
الثالثة عشرة: أن النبى صلي الله عليه و سلم يحب كل من كان محباً له رضي الله عنه
الرابعة عشـر: أن محبه رضي الله عنه لا يموت حتى يكون ولياً.

وهذه الأربعة عشرة فضيلة تحصل لكل من تعلق بالشيخ بالمحبة والتسليم إلى آخر ما مرَّ. ولو لم يكن آخذاً لطريقته رضي الله عنه. وأما من أخذ طريقته رضي الله عنه وعنا به فإنه يحصل له ما مرّ من الفضائل ويزيد على ما يأتى من الخامسة عشر إلى آخر الفضائل:

الخامسة عشرة: أن أبوى آخذ ورده وأزواجه ووالدى أزواجه وذريته المنفصلة عنه لا الحفدة يدخلون الجنة بغير حساب ولا عقاب وتغفر جميع ذنوبهم الصغائر والكبائر وتؤدى عنهم جميع التبعات بشرط أن لا يصدر منهم سبّ ولا بغض ولا عداوة فى جانب الشيخ وبشرط دوام المحبة ولو لم يكن له تعلق بالشيخ أصلاً وإنما نالوا ذلك بسبب انتمائهم إلى آخذ الورد.
السادسة عشرة: أنّ النبى صلي الله عليه و سلم أضافهم إليه حيث قال مخاطباً الشيخ رضي الله عنه: فقراؤك فقرائى وتلاميذك تلاميذى وأصحابك أصحابى فما أشرف هذه الإضافة.
السابعة عشرة: أنّ كل ما يؤذيهم يؤذى النبى صلي الله عليه و سلم.
الثامنة عشرة: أنّ النبى صلي الله عليه و سلم  يحضرهم عند الموت.
التاسعة عشرة: أنه صلي الله عليه و سلم يحضرهم عند سؤال الملكين.
العشرون: أنّ الإمام المهدى المنتظر أخ لهم فى الطريقة وقد رأيت فى بعض كتب الطريق أن علامات خروج المهدى كثرة أهل هذه الطريقة.
الحادية والعشرون: أنّهم أعلى مرتبة من أكابر الأقطاب ولو رأت الأقطاب ما أعدّه الله لهم لقالوا: ما اعطيتنا شيئاً {لا يسأل عما يفعل - والله يرزق من يشاء بغير حساب - قل إنّ الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واسع عليم يختص برحمته من يشاء والله ذو الفضل العظيم}.
الثانية والعشـرون: أنّهم إذا ذكروا أىّ كان ذكر يذكر معهم سبعون ألف ملك ما داموا يذكرون ويكتب ثواب ذلك كله لهم.
الثالثة والعشـرون: أنّ فى الأذكار اللازمة للطريقة صيغة من صيغ الاسم الأعظم الخاصة به صلي الله عليه و سلم
الرابعة والعشـرون: أنّ فى أذكار هذه الطريقة الاسم الأعظم الكبير الخاص به صلي الله عليه و سلم
الخامسة والعشرون: أنّ لكل واحد منهم حظاً من ثواب الاسم الأعظم الكبير الذى هو دائرة الإحاطة ولو لم يعرف الاسم فضلاً عن ذكره.
السادسة والعشرون: أنهم ينالون من ثواب الأذكار العالية من الاسم الأعظم الكبير وما دونه ما لا يناله منه أكابر العارفين والأقطاب.
السابعة والعشرون: أنّ الله يعطيهم من عمل كل عامل تقبل منه عمله أكثر من مائة ألف ضعف مما يعطيه لصاحب ذلك العمل.
الثامنة والعشرون: أنّ آحادهم آمنون من السلب ولا يقدر على سلبهم إلا القطب.
التاسعة والعشرون: أنّ آحادهم إذا رآه شخص يوم الاثنين أو يوم الجمعة فإنّ الرائى يدخل الجنة بغير حساب له ولا عقاب وراثة أحمدية تجانية وينبغى لكل شخص أن يتوسّم وجوه أصحاب الشيخ الجليل فى هذين اليومين وينوى عند نظره فى وجوههم تحصيل هذه الفضيلة السامية لعلّه يصادف واحداً ممّن خص بها فيحوزها.
الثــلاثـون:  أنّ منهم من إذا رآه شخص وقال له الرائى أشهد أنّى رأيتك وقال  له المرئى شهدت لك بأنك رأيتنى فإنّ الرائى يدخل الجنة بغير حساب ولا عقاب.
الحادية والثلاثون: أنّ من لم يحترمهم وكان يؤذيهم طرده الله عن قربه وسلبه ما منحه.
الثانية والثلاثـون: أنّهم لا يذوقون حرارة الموت أصلاً.
الثالثة والثلاثـون: أنّ لهم من الله تعالى لطفاً خالصاً بهم بعد اللطف العام لهم ولغيرهم.
الرابعة والثلاثـون:أنّ لهم فى الحشر موضعاً يكونون فيه فى ظل العرش وحدهم.
الخامسة والثلاثون:  أنّهم وأبويهم وأزواجهم ووالدى أزواجهم  وذريتهم المنفصلة عنهم لا الحفدة فى أعلى عليِّين بالشروط المتقدمة.
السادسة والثلاثون: أنّهم لا يحضرون أهوال الموقف ولا يرون صواعقه وزلازله بل يكونون من الآمنين عند باب الجنة حتى يدخلوا مع المصطفي صلي الله عليه و سلم فى الزمرة الأولى مع أصحابه ويكون مستقرّهم فى جواره صلي الله عليه و سلم فى أعلى عليين مجاورين أصحابه صلي الله عليه و سلم
السابعة والثلاثـون: أنّ أكثرهم يحصل له فى كل يوم فضل زيارته صلي الله عليه و سلم  فى روضته الشريفة وزيارة جميع الأولياء والصالحين من أول الوجود إلى وقته بسبب تلاوته جوهرة الكمال اثنتى عشرة مرة فى الوظيفة أو غيرها بشرط نية الزيارة.
الثامنة والثلاثـون: أنّ النبىّ صلي الله عليه و سلم والخلفاء الأربعة والشيخ رضي الله عنهم يحضرون مع أهل هذه الطريقة كل يوم وقت قراءتهم الوظيفة بجوهرة الكمال.
التاسعة والثلاثـون: أنّ النبى صلي الله عليه و سلم يحبّهم محبة خاصة غير المحبة التى تقدمت لهم ولجميع الأحباب.
الأربعـون: أنّ لهم علامة يدركها أهل الكشف يتميّزون بها عن غيرهم ويعرف بها أنّهم تلاميذ رسول الله صلي الله عليه و سلم وفقراؤه وهى أنّ كل واحد منهم مكتوب بين عينيه محمد صلي الله عليه و سلم وعلى قلبه مما يلى ظهره محمد بن عبد الله وعلى رأسه تاج من نور مكتوب فيه الطريقة التجانية منشؤها الحقيقة المحمدية.”

syiah ( iran ) pemalsu ( pelecehan islam ) dengan Lukisan Nabi Muhammad:

10.04.08

Asal Usul Lukisan Nabi Muhammad: Iran

Ditulis dalam artikel tagged , , pada 2:40 pm oleh saylhendra

Salam Indonesia ^o^

Salam bagi pengunjung saylhendra blog yang terhormat…

Pengunjung yang baik, pada postingan ini saya akan memberitahukan atau lebih tepatnya men-sharing sebuah artikel yang lumayan bagus.

Artikel yang sebentar lagi akan Anda baca ini, insya Allah akan sedikit mendebarkan hati Anda. Pasalnya ada dua foto yang pasti akan membuat Anda bertanya-tanya dalam hati “Apa iya, masa sih…, dsb”.

Dan perhatian… bagi Anda yang fanatis (terhadap apapun) disarankan tidak membaca/ melihat artikel ini, karena mungkin akan menggoyahkan keFanatisan Anda. Tapi bagi Anda yang nyantai aja, keep going….

Berikut ulasannya…

Ditulis oleh infosyiah di/pada 0, April 28, 2007

Asal usul lukisan Nabi Muhammad saw

Bertahun-tahun diterbitkan gambar yang disebut sebagai gambar masa mudanya Nabi Muhammad saw di Iran. Masyarakat Iran di samping menunjukkan rasa suka terhadap gambar itu, mereka juga mempertanyakan keabsahannya. Sebagian menyebutkan bahwa gambar itu dilukis oleh pendeta Buhaira yang sempat mengiringi Nabi Muhammad saw bersama pamannya ke Syam. Pada kenyataannya, banyak yang meragukan jawaban ini.

Tulisan berikut ini adalah usaha untuk mencari sumber asli gambar masa muda Nabi Muhammad saw. Para penulis berusaha mengargumentasikan dari mana asal gambar itu. Namun, kelihatannya, masalah ini senantiasa terbuka untuk dijadikan kajian.

Tulisan ini adalah hasil terjemahan yang dilakukan oleh Rasul Ja’fariyah dari makalah yang judul aslinya The Story of Picture Shiite Depictions of Muhammad, Pierree Centlivre & Micheline Centlivres-Demont dalam majalah ISIM Review 17, Spring 2006, hal 18-19.

Syiah Iran punya pengalaman yang cukup panjang dalam menggambarkan keluarga Nabi Muhammad saw dan Nabi sendiri. Pada akhir-akhir dekade 90 -an poster yang menggambarkan wajah Nabi Muhammad saw di cetak di Iran dan menjadi salah satu poster terlaris. Dalam poster itu menggambarkan wajah masa muda dari Nabi Muhammad saw.

Saat ini, poster ini dicetak dengan mempergunakan teknologi modern dengan alat dan teknik yang beragam. Sekalipun demikian, struktur gambar masih mempertahankan gaya tradisionalnya. Warna yang dipakai masih mempertahankan kesederhanaan. Namun, tetap saja memiliki kelebihan yang membedakannya secara mudah dari gambar yang lain seperti pedang Ali as yang memiliki dua mata.

Penggambaran yang akan kami bawakan berbeda dengan penggambaran sebelumnya. Gambar seorang pemuda tampan, mata sendu dan wajah yang menenangkan hati mengingatkan orang akan gambar-gambar di zaman Renaisan. Terutama gambar-gambar tentang pemuda yang dilukis oleh Caravagio seperti lukisan Boy Carrying a Fruit Basket yang berada di galeri Borghese, Roma dan lukisan Saint John The Baptist di museum Capitole. Kelembutan bak beludru, mulut yang setengah terbuka dan tatapan sendu.

Sekalipun ada beberapa naskah dari gambar ini, namun semuanya menunjukkan kesan muda dan di bawahnya tertulis “Muhammad Rasulullah”, bahkan sebagian memberikan informasi lebih detil tentang periode kehidupan Nabi ketika lukisan ini dilukis serta sumber lukisan sekaligus.

Penemuan menarik

Pada tahun 2004, ketika menyaksikan pameran foto dua orang seni rupa Lehnert dan Landrock, secara tidak disengaja akhirnya tersingkap juga sumber poster Iran itu. Itu dapat dilihat di foto Lehnert sepanjang tahun 1904-1906 yang diambilnya di Tunisia. Foto ini kemudian pada dekade 20 -an dicetak dalam kartu ucapan selamat.

Radolf Franz Lehnert (1878-1948) adalah warga negara Chekoslowakia sekarang. Pada tahun 1904 bersama Ernst Heinrich Landorck (1878-1966) berkebangsaan Jerman, bersama-sama menuju Tunisia. Lehnert sebagai fotografer dan Landrock sebagai penerbit dan direktur. Tahun sebelumnya, Lehnert pernah tinggal sebentar di Tunisia. Saat itulah ia jatuh cinta dengan alam di sana dan penduduknya. Keduanya membangun perusahaan L & L yang beroperasi di bidang penerbitan foto-foto dari pemandangan indah Tunisia dan Mesir. Hasilnya adalah ribuan foto dan kartu dengan gambar daerah ini yang dicetak.

Lehnert pernah mengenyam pendidikan di Yayasan Seni Grafis di Vienna. Ia punya hubungan dengan anggota Pictorialist yang menganggap foto sebagai karya seni. Foto-foto Lehnert tidak saja berbicara mengenai gurun pasir, bukit-bukit pasir, pasar dan kawasan penduduk Tunisia, tapi juga foto-foto dari remaja putra dan putri yang umurnya antara anak dan remaja dan masih memiliki wajah antara laki dan wanita. Foto-foto ini biasanya diambil sesuai dengan pesanan pembeli Eropanya. Foto tentang dunia Timur yang memberikan nuansa lain.

Lehnert sangat memanfaatkan kesempatan ini, namun ia juga mengolah kejeniusannya dalam menyiapkan karyanya. Foto-fotonya dicetak dalam bentuk perak, dalam bentuk gambar timbul dan dibuat dalam empat warna. Kebanyakan dari kartu ucapan selamatnya ini dicetak di Jerman sejak tahun 1920 dan disebarkan di Mesir.

Cetakan-cetakan dan teks yang sesuai

Tidak diragukan bahwa kartu yang ditunjukkan dalam bentuk 1, berdasarkan penomoran L & L, nomornya adalah 106 dikenal dengan poster Iran. Yang lebih menarik nama kartu nomor 106 adalah Muhammad. Ini dengan sendirinya dapat menunjukkan mengapa pelukis Iran menjadikannya sebagai model untuk lukisan Nabi Muhammad saw. Tidak ragu lagi, semua naskah yang ada dari foto ini menjadikan foto nomor 106 sebagai contoh dengan perbedaan bahwa naskah pertama lebih sesuai dengan foto yang asli. Dengan demikian, Lehnert tanpa disengaja ditempatkan dalam hati sebuah legenda.

Pertanyaan mengenai hubungan antara wajah Nabi Muhammad saw dan wajah remaja Tunisia belum mendapatkan jawabannya. Lukisan seorang remaja tertawa dengan mulut setengah terbuka, memakai sorban dan bunga melati di telinga. Wajah yang sama dalam kartu yang lain dengan judul Ahmad, seorang remaja Arab dan lain-lainnya.

Kami belum mampu menyingkap perjalanan foto yang dicetak di dekade 20 -an yang sampai di tangan penerbit Teheran dan Qom di dekade 90 -an. Namun, masih ada pertanyaan apa yang menyebabkan penerbit Iran menemukan adanya kesamaan antara wajah Nabi Muhammad semasa remajanya dengan seorang remaja Tunisia?

Sebelum perang dunia pertama, gambar Muhammad di majalah National Geographic pada bulan Januari tahun 1914 dalam sebuah artikel dengan judul “Inja va Anja Dar Shumal Afriqa” (Di sana dan di sini di Utara Afrika), di bawahnya tertulis “Arabi ba Yek Gol” (Seorang Arab dengan sebuah bunga). Pada dekade dua puluhan, kartu seri Tunisia L & L sangat disukai oleh tentara Prancis di Utara Afrika. Pada dekade 80 dan 90 -an banyak buku yang dicetak yang memuat foto-foto ini, namun judulnya bukan Muhammad.

Naskah Iran yang sekarang sudah ada perubahan. Wajah yang menipu itu masih terjaga, namun keindahan wajahnya agak berkurang. Pundak sebelah kirinya agak lebih tertutup dengan kain, mulut dan matanya sudah mengalami perbaikan. Secara umum dapat dikatakan bahwa seniman Iran berusaha untuk mengurangi sisi keindahan foto Lehnert, sehingga foto itu tidak lagi terlalu menarik dan diberikan tambahan agar terlihat sebagai orang suci.

Akar Kristen?

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sebagian tulisan menganggap bahwa hasil karya ini punya hubungan dengan Kristen dan bukan Islam. Masalah ini memberi justifikasi tidak berdosanya seorang muslim melihat wajah Nabi atau melukiskannya. Lebih dari pada itu, orang-orang Kristen menganggap Nabi Muhammad saw sejak mudanya sebagai pribadi yang suci. Kisah pendeta Kristen Katolik atau Ortodoks bernama Buhaira menyimpulkan itu. Berdasarkan kisah itu, pada abad 9 atau 10 Buhaira berusaha mencari Nabi Muhammad saw berdasarkan tanda-tanda yang dimiliki Nabi di antara pundaknya. Nabi akan datang semestinya berkata: “Ketika saya menengok ke langit dan bintang-bintang, saya merasa di atas bintang-bintang”. Ini juga sebuah alasan disebagian gambar Nabi Muhammad saw ada latar belakang bintang-bintang.

Sekalipun sampai saat ini tidak ada penggambaran tentang wajah Nabi Muhammad saw di masa mudanya, namun penggambaran itu ada dalam bentuk dewasanya. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw memiliki kulit putih, mata hitam, alis yang tebal,gGigi teratur dan rambut bergelombang. Bentuk yang digambarkan itu dapat ditemukan dalam poster Iran. Pada hakikatnya ini adalah sebuah gambar dari sebuah gambar lain. Dengan kata lain, pelukis Iran mengambil model Nabi Muhammad saw yang mencerminkan keindahan, keremajaan dan keserasian.

TARTIB 25 RASUL DAN USIA MEREKA

موضوع: ترتيب الأنبياء والرسل وأعمارهم   الجمعة 5 سبتمبر 2008 - 11:38

——————————————————————————–

1-آدم (أبو البشرية)

عاش 1000 سنة. دفن في الهند. وقيل في مكة. وقيل في بيت المقدس.

2_ إدريس (أخنوج)

عاش على الأرض 865 سنة.

3_ نوح (شيخ المرسل)

لبث في قومه 950 سنة. قيل دفن في مسجد الكوفة. وقيل في الجبل الأحمر. وقيل في المسجد الحرام

4_ هود (عابر)

عاش 464 سنة. دفن شرقي حضرموت (اليمن).

5_ صالح

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. ثمة من يزعم أن قبره في حضرموت (اليمن).

6_ لوط

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. يذكر أن له قبرا في قرية صوعر (؟؟؟).

7_ إبراهيم الخليل (أبو الانبياء)

عاش 200. ولد بعد الطوفان بـ 1263 سنة. دفن في الخليل (فلسطين). وفيها قبر زوجته الأولى سارة

8_ إسماعيل

عاش 137 سنة. دفن بجوار والدته (هاجر) في مكة

9_ إسحاق

عاش 180سنه ودفن مع أبيه إبراهيم في الخليل (فلسطين)

10_ يعقوب (إسرائيل)

عاش 147سنه توفي في مصر. وتنفيذا لوصيته نقله ابنه يوسف إلى الخليل (فلسطين)

11_ يوسف (الصديق)

عاش 110 سنوات. مات في مصر. نقله إخوته تنفيذا لوصيته ودفن في نابلس (فلسطين)

12_ شعيب (نبي الله)

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. ضريحه في حطين القريبة من طبرية (فلسطين).

13_ أيوب (الصابر)

عاش 93 سنة. دفن بجوار زوجته بقريه الشيخ سعد القريبة من دمشق

14_ ذو الكفل (بشر)

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. ولد في مصر. توفي في سيناء أيام التيه. قيل دفن بجوار والده في أرض الشام

15_ يونس

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. لم يرد أي خبر عن قبره

16_ موسى (كليم الله)

عاش 120 سنة. توفي في سيناء ودفن هناك.

17_ هارون

عاش 122 سنة. توفي في سيناء ودفن هناك

18_ الياس

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. ذكر أنه ولد بعد دخول بني اسرائيل فلسطين. قيل قبره في بعلبك (لبنان).

19_ إليسع (إليشع)

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. ولا المكان الذي اتجه اليه بعد عصيان قومه في بانياس (أرض الشام)

20_ داود

عاش 100 سنة. ذكر ان ملكه دام 40 سنة.

21_ سليمان

عاش 52 سنة. ورث ملك أبيه وعمره 12 سنة ودام ملكه 40 سنة

22_ زكريا

عاش 150 سنة. نشر بالمنشار على يد من ذبحوا ابنه يحيى.

23_ يحيى

لم تذكر الكتب المدة التي عاشها. ولد في السنة التي ولد فيها المسيح. ذبح وهو
في المحراب تنفيذا لرغبة امراة فاجرة من قبل ملك ظالم. ذكر أن رأسه مدفون
في الجامع الاموي (دمشق).

24_ المسيح (عيسى بن مريم)

عاش على الأرض 33 سنة. رفعه الله بعد بعثته بثلاث سنوات. ذكر أن والدته مريم عاشت بعده 6 سنوات. توفيت ولها من العمر 53 سنة.

25_ محمد (رسول الله)

ولد في مكة سنه 570. توفي وهو في الثالثة والستين من عمره. دفن في بيت عائشة (المسجد النبوي).

الرجوع الى أعلى الصف</p>
    </div>
   <p class= Category Books | No Comments »

ASAL USUL ANJING

” alt=”ANJING” />

ASAL USUL ANJING

Asal mula anjing diciptakan berasal dari ludah iblis ketika iblis diperintahkan Allah SWT untuk sujud : Abaa was takbaro ( enggan) memalingkan wajahnya dan sombong ( dengan meludahi Nabi Adam as. yang ketika itu masih berbentuk tanah sebelum ditiupkan ruh kejasadnya ) lalu para malaikat menandai tanah yang terkena ludah iblis lalu membuangnya ,ketika dibuang mereka ( para malaikat ) mendapati tanah tersebut bergerak – gerak seakan akan ada tanda – tanda kehidupan , lalu Allah SWT ciptakan anjing dari tanah itu.
Dan dengan sebab itulah orang mukmin jika di jilat anjing dari bagian anggotanya yang tujuh mustilah disertu ( dibasuh tujuh kali salah satu basuhan haruslah dicampur dengan debu atau tanah ) sebagai hikmah penyempurnaan kesucian zhorinnya yang dulu pernah terkena najis yang berasal dari air ludah kesombongan iblis , sedangkan tanah yang menjadi campurannya menjadi isyarat bagi kekurangan bahan matrial manusia yang dibuang oleh malaikat, oleh sebab itulah sebagian ulama khususnya mazhab Imam Syafi’i Ra.menganggap air liur anjing Najis Mugholazoh dan mengharamkan Anjing untuk di makan mengambil hikmah bahwa anjing itu adalah asal bagian dari penciptaan manusia yang dibuang , jika memakannya maka seolah – olah telah memakan bagian dari dirinya sendiri yang telah bercampur dengan ludah iblis sebagai simbol najisnya , air liur anjing itu sendiri.

Sebagian Ahli Hikmah berkata :

Anjing adalah binatang yang memiliki beberapa sifat yang cukup baik , jika seandainya sifat ini dimiliki oleh manusia niscaya manusia akan mendapatkan derajat yang tinggi disisi Rabbnya:

1.Tahan lapar ini adalah sifat orang الصالحين sholihin
2.Tidak memiliki tenpat tinggal yang tetap ini adalah sifat orang المتوكين Tawaqal
3.Tidak pernah tidur kecuali sedikit ini adalah sifat المحبين pencinta Tuhan
4.Tidak pernah menguasai harta ini adalah sifat orang الزاهدين zahid
5.Tidak pernah meninggalkan tuannya sekalipun sering disakiti ini adalah sifat seorang المريدين murid sejati didalam mengabdi mencari ilmu
6.Selalu menerima ditempatkan dimana saja sebagai rumahnya , ini adalah sifat المتوضعين orang yang rendah hati.
7.Dia akan pergi dari tempatnya jika diusir tanpa banyak bicara ini adalah sifat الراضين orang yang sudah sampai kepada maqom Ridho
8.Jika seekor anjing dipukul lalu diberikan makanan dia akan kembali dan mengambil pemberian itu tanpa ada rasa dendam dihatinya , ini adalah sifat الخاشعين orang yang khosii’in ( orang – orang yang sudah mantap didalam beribadah

DERAJAT PUASA

فهذه مراتب الصوم اختصرتها من إحياء علوم الدين للإمام الغزالي آملاً من الله أن يمن علينا بحسن الاستعداد لدخول الشهر الكريم واستصحاب الآداب المحمدية طوال الشهر وأن يجعله شهراً مباركاً علينا وعليكم وعلى أمة المصطفى صلى الله عليه وسلم.
_________________
(وما توفيقي إلا بالله)
فقير الاسكندرية

مراتب الصوم
اعلم أن الصوم ثلاث درجات: صوم العموم وصوم الخصوص وصوم خصوص الخصوص
وأما صوم العموم فهو كف البطن والفرج عن قضاء الشهوة
وسننه الظاهرة ست:
1-تأخير السحور
2- وتعجيل الفطر بالتمر أو الماء قبل الصلاة
3- وترك السواك بعد الزوال
4- والجود في شهر رمضان
5- ومدارسة القرآن
6- والاعتكاف
وأما صوم الخصوص فهو كف السمع والبصر واللسان واليد والرجل وسائر الجوارح عن الآثام
وهو صوم الصالحين وتمامه بستة أمور:
1- صوم البصر: بغض البصر وكفه عن الاتساع في النظر إلى كل ما يذم ويكره وإلى كل ما يشغل القلب ويلهي عن ذكر الله عز وجل
2-صوم اللسان: حفظ اللسان عن الهذيان والكذب والغيبة والنميمة والفحش والجفاء والخصومة والمراء وإلزامه السكوت وشغله بذكر الله سبحانه وتلاوة القرآن.
3-صوم السمع: بكف السمع عن الإصغاء إلى كل مكروه لأن كل ما حرم قوله حرم الإصغاء إليه ولذلك سوى الله عز وجل بين المستمع وآكل السحت فقال تعالى: (سماعون للكذب أكالون للسحت) فالسكوت على الغيبة حرام
4-صوم بقية الجوارح عن الآثام من اليد والرجل عن المكاره
5-صوم البطن عن الشبهات وقت الإفطار فلا معنى للصوم وهو الكف عن الطعام الحلال ثم الإفطار على الحرام فمثال هذا الصائم مثال من يبني قصرا ويهدم مصرا فإن الطعام الحلال إنما يضر بكثرته لا بنوعه فالصوم لتقليله وتارك الاستكثار من الدواء خوفا من ضرره إذا عدل إلى تناول السم كان سفيها والحرام سم مهلك للدين والحلال دواء ينفع قليله ويضر كثيره وقصد الصوم تقليله وقد قال صلى الله عليه وسلم إن الصوم أمانة فليحفظ أحدكم أمانته ولما تلا قوله عز وجل: (إن الله يأمركم أن تؤدوا الأمانات إلى أهلها) وضع يده على سمعه وبصره فقال السمع أمانة والبصر أمانة.
6-السادس أن يكون قلبه بعد الإفطار معلقا مضطربا بين الخوف والرجاء إذ ليس يدرى أيقبل صومه فهو من المقربين أو يرد عليه فهو من الممقوتين وليكن كذلك في آخر كل عبادة يفرغ منها.
وأما صوم خصوص الخصوص فصوم القلب عن الهضم الدنية والأفكار الدنيوية (إلا دنيا تراد للدين فإن ذلك من زاد الآخرة وليس من الدنيا) وكفه عما سوى الله عز وجل بالكلية وهذه رتبة الأنبياء والصديقين والمقربين ولا يطول النظر في تفصيلها قولا ولكن في تحقيقها عملا فإنه إقبال بكنه الهمة على الله عز وجل وانصراف عن غير الله سبحانه وتلبس بمعنى قوله عز وجل (قل الله ثم ذرهم في خوضهم يلعبون) .

SUMBER ; http//www.rayaheen.net

KEHIDUPAN DI SEKITAR KITA

Berkata sebagian Ulama : Sabar itu pada sepuluh bagian <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Tujuh penduduk lapis bumi:

  1. الأنسان Manusia

  2. ريح العقيم Angin merah yang membinasakan kaum aad

  3. حجارة الجهنم Bebatuan neraka

  4. كبريت الجهنم Belerang neraka

  5. حيات الجهنم Ular – ular neraka

  6. عقارب الجهنم Kalajengking neraka

  7. إبليس و جنوده Iblis dan tentaranya

Tujuh penduduk petala langit :

  1. Malaikat yang menyerupai sapi namanya الحفظة mereka adalah penjaga pintu langit pertama pemimpin mereka bernama إسمعيل malaikat Ismail

  2. malaikat yang menyerupai kuda mereka adalah tentaranya malaikat

    د رديائيل Dardiail

  3. malaikat yang menyerupai burung yang beraneka macam warnanya setiap malaikat memiliki 70 sayap, mereka dipimpin oleh جنحيائيل Janhayaaiil

  4. malikat yang menyerupai kalajengking mereka memiliki 1000 sayap , mereka adalah tentaranya malaikat صلصيائيل Sholshoyail

  5. الولدان pelayan - pelayan sorga setiap orang dapat berbicara dengan seribu macam bahasa mereka dipimpin oleh malaikat سمخيائيل Syamkhiyaiil

  6. الحور العين bidadari – bidadari surga setiap ucapan tasbih mereka menghembuskan wewangian misik dan za’faron , mereka dipimpin oleh malaikat صوريائيل Syorooyaaiil

  7. para malaikat yang menyerupai manusia mereka selalu memohon ampunan untuk umat manusia dan orang – orang yang mati diantara manusia yang mukmin, mereka adalah tentaranya malaikat بيخائيل Baiyaakhooiil

BAGIAN-BAGIAN SABAR

Berkata sebagian Ulama : Sabar itu pada sepuluh bagian

  1. Sabar dari keinginan perut Di Namai Qona’ah

  2. Sabar dari keinginan Farji Di Namai I‘fah

  3. Sabar atas musibah Di Namai Shobron

  4. Sabar terhadap kekayaan Di Namai Shobitunnafs

  5. Sabar di saat berperang Di Namai Syuja’ah

  6. Sabar ketika marah Di Namai Hillman

  7. Sabar di saat tertimpa bala Di Namai Shi’atisshodri

  8. Sabar di dalam menjaga rahasia Di Namai Khitmani

  9. Sabar ketika mendapatkan kelebihan rizki Di Namai Zahid

  10. Sabar di dalam melaksanakan urusan Di Namai Tuaddah

SUMBER KITAB AN-NAWADIR

KARYA AS-SYEKH SIHABBUDIN AL- QOLYUBI

(more…)

NIAT MUKMIM SARRAH ARBAIN AN-NAWAWI

I.Setiap Amaliah butuh kepada Empat macam perkara

  1. ILMU :
    sebelum melaksanakannya,
    karena jika tidak ada pengetahuan tentang perbuatan itu sendiri
    niscaya lebih banyak rusaknya dari pada benarnya. Berkata syekh
    Ruslan didalam kitab zubad :

من بغبر علم يعمل            أعمله مردوداة لا تقبال


barang siapa yang berkerja tanpa didasari ilmu niscaya perbuatanya
tidak akan di terima”

  1. NIAT :
    ketika hendak
    mengerjakannya, kerena jika tidak didasari niat maka tidak ada hasil
    dari perbuatan itu berupa pahalanya sebagaimana pernyataan
    Rasulullah SWA :


لاأجرا لمن لا نيتله

Tidak
ada balasan bagi orang yang tidak ada niat baginya

  1. SABAR :
    didalam mengerjakannya,
    karena jika seseorang tidak sabar didalam mengerjakan sesuatu
    niscaya pekerjaannya lebih banyak rusaknya dari pada
    kesempurnaannya.

  2. IKLHAS :
    ketika menyerahkan hasil pekerjaannya, diterima maupun tidak, jika   tidak
    diterima akan membangkitkan motifasinya  untuk segera memperbaiki
    tanpa merasa kecewa, jika diterima akan membuatnya selalu
    berhati-hati dan menjaganya tanpa merasa bangga. Firman Alllah SWT
    dalam hadits Qudsi :” iklhas itu adalah satu rahasia diantara
    rahasiaku, aku melimpahkannya kedalam hati orang yang  paling aku
    cintai diantara hamba-hambaku”.

II . NIAT ADALAH ASAS AGAMA ISLAM

  1. Fiman Allah SWT :”
    dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali menyembah Allah dengan
    memurnikannya itulah agama yang lurus dan mendirikan sholat dan
    menunaikan zakat itulah agama yang benar”.

  2. Rasulullah SWA bersabda :
    ” sesungguhnya amal itu dengan niatnya dan bagi
    setiap orang itu tergantung niatnya, barang siapa hijrahnya karena
    Allah dan Rasulnya maka hijrahnya karena Allah dan Rasulnya,barang
    siapa hijrahnya karena kesulitan dunia yang menimpanya atau karena
    wanita yang hendak dinikahinya  maka hijrahnya atas apa yang
    diniatkannya
    “.

III.NIAT MENJADI TOLAK UKUR SAHNYA AMAL PERBUATAN UNTUK MENDAPATKAN PAHALA

  1. maka dari sisi baiknya niat maka baguslah amal itu, jika dari sisi niatnya rusak maka rusaklah amalnya, karena amal dan niat tidak dapat dipisahkan
    dari tiga hal:

    1. DALAM MASALAH AGAMA

    2. DALAM MASALAH HATI

    3. DALAM MASALAH PERBUATAN

1.Dalam masalah agama

a.karena didasari rasa takut kepada Allah SWT

b.kerena berharap mendapatkan pahala dan surga

c.karena malu kepada Allah SWT

d.karena menunaikan hak ubudiyyah

e.karena menunaikan hak syukur

2. Dalam masalah hati

Nafs

Akhlak

Adab

Ilmu

3.Dalam masalah perbuatan

a.Ubudiyah ilahiyaah

b.Ubudiyah muamalah

IV . NIAT PADA AMAL YANG IKHLAS UNTUK MERAIH RIDHO DAN PAHALA

Dari Ibn Abbas  Bersabda Rasulullah saw:”

    1. sesungguhnya dicatat seseorang atas kadar niatnya

    2. sesungguhnya diberikan seseorang atas kadar niatnya

    3. tidak ada balasan bagi seseorang tanpa didasari niat

    4. manusia dibangkitkan pada hari kiamat atas kadar niat mereka masing-masing

    5. Allah SWT tidak akan menerima perkataan seseorang kecuali dilaksanakannya dan Allah SWT tidak akan menerima perkataan dan perbuatan seseorang kecuali dengan Niat

V. NIAT MENJADI PEMBEDA ANTARA ADAT DAN IBADAH WAJIB DAN IBADAH YANG
LAINYA

  1. Niat menurut Bahasa :  Tujuan

Seperti engkau katakan:” aku berbuat kebaikan “.

2.  Niat menurut Sarra     :  satu maksud  yang sesuai / beriringan dengan perbuatannya, maka jika maksud itu tertunda dinamai Azam (cita-cita ) bukan pebuatan yang terlaksana.

a.Sepertiduduk dimasjid tujuaannya untuk istirahat menurut adatnya, tapi bisamenjadi bernilai ibadah dengan niat itikaf.

b.Seperti mandi menurut adatnya untuk membersihkan badan namun bisa menjadi bernilai ibadah seperti mandi sunnah bahkan wajib hukumnya jika mandi
karena berhadats besar.

c. Niat menjadi pembeda antara ibadah sunnah dan wajib, seperti sholat empat rakaat ada kalanya sholat fardu zuhur bisa jadi ba’diah zuhur maka
yang membedakannya adalah niatnya.

NIAT YG BAIK dr kitabkhozinatul asror jalilatul azkar hlm 4

Imam Junaidi al-bagdadi Ra. beliau berkata tentang ahli sufi : mereka adalah
pribadi yg telah mengenal Allah Swt, memuliakannya,serta selalu bersamaNYA,
dengan cara mereka menjadikan seluruh aktifitas dan waktunya untuk beribadah kepadNYA. deng
an melaksanakan ketaatan ketika sedang makan,minum,tidur melepas lelah,tidur bercumbu
dengan istrinya,bersenda gurau dengan keluarganya dan semua perbuatan anggota
badanya serta diamnyapun b"nilai ibdh, krn sgala ssuatu i2 d nilai ibdh
hanya d ukur dng NIAT. jk mrk mlakukan sgala aktifitas, makannya dia
niatkan tuk kuat m"bantunya d dlm b"ibdh, tdurnya hanya skedar
melpaskan letih & lelah tuk dpt kmbli semangat b"ibdh bukan tuk
mnyenangkan nafsu , b"cumbu dngn istrinya bkn skedar melepaskan
kbutuhan biologis ,nmn dlm rangka melaksanakan perintah syariat &
meredam gejolak syahwat agar tdk t"jerumus kdlm p"buatan maksiat, yg
dmikian i2 m"jadi sebab tuk melahirkan keturunan yg soleh &
solehah. mrkpun b"usaha me"cari nafkah yg halal tuk m"bantu istri &
anak-2nya b"buat t2t kpd Allah SWT. maka keseluruhan i2 b"sumber dr
NIATNYA yg baik semata-2 hanya tuk b"ibdh kpdNYA, jdilh semua ibdh i2
mengalirkn pahala & nilai plus di dlm menambah mizan hasanahnya pd
hari penghisaban nanti, semuanya dng syarat me2nuhi tuntutan adab d dlm
b"ibadah berupa ilmu & taqwa, shingga sesuai dng tuntutan Al-quran
& sunnah. maka jdilh ibdhnya memancarkan nur ibadah yg menjadi
cahaya ket2tan berupa sifat yg sempurna yg menerangi hatinya lalu
m"jadi cahaya hati yg menyebar keseluruh jiwanya, jadilah jiwanya suci
& hilanglh sedikit demi sedikit Ahlaknya yg buruk sehingga
menyinari seluruh tabiatnya, ktk seluruh tabiatnya terang benderang
sktk i2 jua t"singkaplh selubung kemanusiaannya yg selama ini menutupi
cahaya Ruhaniyahnya ,semakin cemerlanglh cahaya hatinya menerangi
cahaya ruhaniyahnya yg t"pancar menembus batas kemanusian,jdlah tabiat
i2 sprti Ahlak Robaniyun yg tdk lg suka kecuali kt2tan & slalu
m"hindari kotoran maksiat dng tu7an slalu mutaqorribin dng tabiatnya
& hatinyapun mantap ddlm mencintai Allah