Bank I2R

BWT SAPA ZA DEH YANK PONYA NIAT BAEK

Peristiwa / Kejadian Unik Di Perang Salib

Apakah anda tahu, kalau raja Richard dari Inggris tidak bisa berbahasa Inggris? Ataukah anda tahu kalau raja Richard dan sultan Saladin sering makan malam bersama dijeda pertempurannya? Seperti layaknya perang-perang yang lain, maka perang salib banyak sekali menyimpan cerita atau fakta unik dibaliknya.

1. Richard the Lion heart, yang terkenal sebagai Raja Inggris, dan konyolnya beliau tidak bisa bahasa inggris. Karena sejak kecil dia selalu berada di Prancis. Dia cuma numpang lahir di Inggris. Bahkan konon, beliau lebih mahir bahasa Arab daripada bahasa Inggris.

2. Raja Richard berada di Inggris dalam masa pemerintahannya hanya selama 11 bulan. Permaisurinya, Queen Berengaria of Navarre, malah tidak pernah ke Inggris sama sekali. Oleh karena itu Richard juga dikenal sebagai ” The Absent King

3. Saking tidak percayanya dengan motivasi rekannya sesama ekspedisi perang salib, Raja Richard pernah mengatakan : “Saya lebih rela Yerusalem dipimpin oleh seorang Muslim yang bijak dan berjiwa ksatria daripada kota suci itu jatuh ketangan para baron Eropa yang hanya mengejar kekayaan pribadi ”

4. Pada suatu peristiwa di pertempuran di Jaffa, ketika pasukan kavaleri Tentara Salib merasakan kelelahan, Richard sendiri memimpin pasukan tombak melawan kaum muslim. Saladin nyaris berada di sisinya dengan penuh kekaguman. Saat dia melihat kuda Richard terjatuh di bawahnya, seketika Sultan mengirimkan tukang kudanya ke medan pertempuran dengan dua ekor kuda yang masih segar untuk Raja Inggris yang berani itu.

5. Ada juga cerita mengenai Richard yang memasuki Yerusalem dengan menyamar dan makan malam bersama Saladin : mereka benar-benar saling bersikap ramah. Dalam rangkaian perbincangan, Richard bertanya kepada Sultan tentang bagaimana pandangannya mengenai Raja Inggris. Saladin menjawab bahwa Richard lebih mengunggulinya dalam sifat keberaniannya sebagai seorang ksatria, tapi kadang-kadang dia cenderung menyia-nyiakan sifatnya ini dengan terlalu gegabah dalam pertempuran. Sedangkan menurutnya Richard, Saladin terlalu moderat dalam memperkuat nilai-nilai keksatriaan, bahkan dalam pertempuran

6. Ketika ada salah satu panglima perang saladin memberontak, Richard membunuhnya dan menyerahkan kepalanya pada saladin serta berkata, “Aku tidak ingin orang ini mengacaukan “permainan” kecil kita”. Dan keesokan harinya mereka bertempur sengit.

7. Pernah dalam suatu pertempuran, Richard melihat bahwa pedang saladin tumpul dan dia menghentikan perang hari itu untuk memberikan kesempatan agar saladin mengasahnya

8. Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shalahuddin mengirimkan dokter terbaiknya untuk mengobati Richard. Kapan lagi kita bisa mendapatkan pemimpin kaum muslim yang memiliki akhlak seperti Salahuddin?

9. Orang Eropa pada awalnya menyebut orang Muslim sebagai Barbarian, tetapi akibat kontak yang intensif dari perang salib, Lambat laun mereka menyadari bahwa yang barbar sesungguhnya adalah mereka. Jika ditilik dari tingginya peradaban budaya dan ilmu kaum muslimin saat itu.

10. Menurut catatan sejarah, pada saat perang salib, semua wanita dan pelacur di usir keluar dari kamp crusaders. Seluruh crusaders harus suci secara jasmaniah, bebas dari nafsu. Tapi ada satu grup wanita yg bebas keluar masuk camp crusaders yaitu tukang cuci baju. Bahkan kalau satu grup tukang cuci mau bepergian antar kota, mereka dijaga oleh sepasukan knight, dan dibuntuti pasukan infantri. Kalau iring-iringan ini diserang, keselamatan para tukang cuci ini no.1. Waktu ditawan pasukan muslim, para tukang cuci ini lebih dihormati daripada prajurit biasa. Sampai-sampai Richard The Lion Heart juga rela membayar ransum buat para tukang cuci itu

11. Ketika Frederick Barbarossa (kakek kaisar Frederik II) meninggal pada ekspedisi perang salib III, banyak ksatrianya yang menganggap bahwa ini adalah kehendak Tuhan dan banyak yang bergabung dengan kaum muslim. Lalu yang tersisa membawa jasad Barbarossa menuju ke yerusalem dengan anggapan nanti Barbarosa akan terlahir kembali.

12. Frederick II Kaisar Jerman, punya hubungan khusus dengan Sultan Malik dari Mesir di perang salib V. Beliau merasa di jaman itu (jaman dark ages), satu-satunya yang sebanding dengan dia di masalah budaya dan personality adalah pangeran-pangeran dari kerajaan muslim. Oleh karena itu gaya hidupnya agak nyentrik (dia berpoligami, padahal seorang Katolik tidak demikian).

13. Waktu terpaksa harus berpartisipasi dalam perang salib, Frederick II berhasil merebut Jerusalem, Betlehem dan Nazareth tanpa meneteskan setitik darahpun. Walaupun sebenernya dia cuma menyewa ke 3 kota tersebut dari sahabatnya si sultan Malik dari Mesir

14. Pernah ada kejadian Frederick II memukul pendeta yang masuk ke dalam masjid dan memperingatkan agar jangan melakukan hal itu lagi. Sedangkan al-Malik pernah dinasehati oleh Knight Templar agar membunuh Frederick II pada saat pengawalannya sedang longgar. Mengetahui hal tersebut, al-Malik segera menyuruh Frederick II agar segera pergi dari situ karena keadaannya ‘berbahaya’.

15. Kekalahan pasukan Arab lebih sering karena mereka terpancing melakukan serangan terbuka melawan kavaleri berat Eropa. Dimana disiplin serta pengalaman tempur sukarelawan Jihad kalah jauh dari satuan tempur veteran Eropa khususnya ordo-ordo militer seperti Templar, Hospitallers dan Teutonic Knight.

16. Kekalahan pihak Eropa umumnya akibat dari insubordinasi alias kurang kuatnya komando tunggal dalam kesatuan tentara yang terdiri dari elemen-elemen berbeda dari para baron dan ordo militer yang sebenarnya saling tidak suka satu sama lainnya. Selain itu dalam beberapa kekalahan, para tentara bayaran ( mercenary ) dan sukarelawan Eropa seringkali terlalu cepat meninggalkan barisannya untuk menjarah kota-kota Islam yang hampir ditaklukannya. Hal itu membuat pasukan Islam yg sebenarnya sudah terpojok bisa melakukan counter-attack

17. Pasukan turki khwaraziman yang menyerang jerusalem tahun 1244 waktu itu dikontrol oleh keturunan genghis khan, Eljigidei. Yang lucu dari pasukan ini adalah pasukannya mayoritas beragama Buddha bahkan komandan Hulegu khan juga seorang Buddhis.

18. Sebenarnya pengiriman para Crusader salah alamat, kaum Turki Seljuk yang banyak mengganggu ziarah kaum kristiani ke Yerusalem sudah diusir oleh khalifah Mesir. Akan tetapi lamanya perjalanan serta miskinnya informasi membuat pemimpin Crusader tidak mendengar pergantian kekuasaan di Yerusalem.

19. Divisi elit pasukan berkuda Cossack di Rusia dan Musketer berkuda di Prancis karena terinspirasi suksesnya pasukan berkuda pemanah bangsa Arab. Pasukan berkuda bukan hanya sebagai pasukan sayab tapi menjadi pasukan khusus

20. Membangun sepasukan knights memakan biaya yang sangat besar. Seorang raja sekalipun di abad pertengahan paling hanya memiliki sekitar 100 - 300 Full Knight dengan Heavy Horse yang berdinas dibawah komandonya secara full - time. Biasanya para raja akan mengumpulkan seluruh Knight yang berada di bawah para duke dan baronnya apabila menghadapi pertempuran besar.

21. Para Knights umumnya adalah anak para ningrat yang tidak memiliki hak waris. Di masa itu seperti juga para bangsawan dimana saja, kekayaan dan kekuasaan sang ayah hanya diwarisi oleh putra sulungnya, kecuali tingkat raja atau baron kaya dimana putra ke dua hingga ke 3 masih mungkin mewarisi satu county atau estate dengan kastil kecil. Putra-putra yang tidak atau merasa kurang memiliki kekayaan biasanya sejak remaja mengasah diri dengan ketrampilan perang. Mereka kemudian pada usia tertentu (15-16 tahun ) di inagurasi menjadi knight oleh raja atau baron tempat dia mengabdi.

22. Ada sebuah aturan yang tidak pernah dilanggar oleh kedua belah pihak sewaktu perang salib. Yaitu Fakta Nobility atau Hukum Chivalry yang berlaku di abad pertengahan bahwa raja tidak boleh membunuh sesama raja. Khususnya apabila tertawan. Salah satu kode etik knights dan para noble adalah mereka pantang membunuh keluarga atau orang2 dari keturunan ningrat yang menyerah/tertawan dalam pertempuran. Akan tetapi khusus buat religius-military Order spt Templar, Hospitaller dan Teutonic dalam perang Salib, peraturan itu tidak berlaku terhadap para noble/ningrat Muslim. Kecuali dalam kondisi khusus atau mendapat spesial order dari pemimpin Crusader yang mendapat mandat langsung dari Paus. Dalam tradisi Arab sendiri, seorang raja pantang membunuh sesama raja. Hal itu yang diterapkan Saladin ketika dia tidak membunuh Guy of Lusignan, raja kerajaan Latin di Yerusalem ketika berhasil memenangkan pertempuran Hattin

23. Saladin pernah melanggar etika dan hukum perang Islam yg selalu dia junjung tinggi ketika dia mengeksekusi semua tawanan Ksatria Templar dan Hospitaller ketika dia memenangkan pertempuran Hattin. Sementara Richard The Lion Heart juga pernah melanggar kode etik Chivalry serta etika Noble-nya saat dia mengeksekusi 2000 serdadu Saladin yang tertawan di depan gerbang Acre/Akko


24. Kalau selama ini kita mendengar bahwa Saladin itu komandan yg santun, maka salah satu panglima mamluk yaitu Baybar adalah komandan yang garang. Tidak kalah garangnya dalam soal bunuh-membunuh seperti crusaders. Kalau crusaders dibawah pimpinan Richard pernah menghukum mati seluruh tawanan muslim di Aacre, pasukan Baybar juga membunuh semua orang kristen di Acre, termasuk pendeta dan perempuan. bahkan dia berkirim surat ke komandan crusaders untuk menceritakan detil pembantaian di dalam suratnya. Baybar bahkan sampai membuat lingkungan acre jadi gurun agar di masa depan sulit untuk jadi pangkalan crusaders lagi.

25. Saat pengepungan kota Acre, Baybars menggunakan siege weaponnya selain sebagai senjata penghancur berat jarak jauh, juga sebagai senjata psikologi dan biologi. Senjata katapel-nya tidak hanya melontarkan batu ke arah kota, tapi juga mayat pasukan musuh, tawanan anak-anak yang masih hidup serta bangkai binatang spt kuda, unta dll. Di abad pertengahan hal itu kerap disebut sbg ‘humor pasukan artileri’. Namun Baybars melakukannya lebih intensif dan mengerikan.

26. Akibat dihinggapi penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Maka.Shalahuddin lantas menggagas sebuah festival yang diberi nama peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya untuk menumbuhkan dan membangkitkan spirit perjuangan. Di festival ini dikaji habis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai jihad.Festival ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Hasilnya luar biasa. Banyak pemuda Muslim yang mendaftar untuk berjihad membebaskan Palestina. Mereka pun siap mengikuti pendidikan kemiliteran.


sumber :
http://www.indonesiaindonesia.com/

Sheikh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Sheikh Muhammad Arsyad Al-Banjari

(17/3/1710 – 13/10/1812)

Syeikh Muhammad Arsyad al‑Banjari dilahirkan pada 15 Safar 1122 Hijrah bersarnaan 17 Mac 1710 Masihi di Kampung Lok Gabang, Martapura, Banjarmasin. Bapanya Abdullah merupakan seorang pemuda yang dikasihi sultan (Sultan Hamidullah atau Tahmidullah bin Sultan Tahlilullah 1700‑1734M). Bapanya bukan asal orang Banjar, tetapi datang dari India, mengembara untuk menyebarkan dakwah. Beliau seorang ahli seni ukiran kayu.

Semasa ibunya hamil, kedua ibu bapanya sering berdoa agar dapat melahirkan anak yang alim dan zuhud. Setelah lahir, ibu bapanya mendidik dengan penuh kasih sayang setelah mendapat anak sulung yang dinanti‑nantikan ini. Beliau dididik dengan dendangan Asmaul‑­husna, di samping berdoa kepada Allah. Setelah itu diberi pendidikan Al‑Quran kepadanya. Kemudian barulah menyusul kelahiran adik-adiknya iaitu ‘Abidin, Zainal Abidin, Nurmein, dan Nurul Amien.

Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari Semasa Kecil

Sejak kecil, Syeikh Muhammad Arsyad al‑Banjari kelihatan cergas dan cerdas serta mempunyai akhlak yang baik dan terpuji. Kehebatan beliau sejak kecil ialah dalam bidang seni lukis dan seni tulis, sehingga sesiapa sahaja yang melihat karyanya akan berasa kagum dan terpukau.

Pada suatu hari, sultan mengadakan kunjungan ke kampung‑kampung. Apabila baginda sultan sampai ke kampung Lok Gabang, baginda berkesempatan melihat hasil karya lukisan Muhammad Arsyad yang indah lagi memukau hati itu. Justeru, sultan berhajat untuk memelihara dan mendidik Muhammad Arsyad yang tatkala itu baru berusia 7 tahun.

Syeikh Muhammad Arsyad al‑Banjari mendapat pendidikan penuh di istana sehingga usianya mencapai 30 tahun. Kemudian, beliau dikahwinkan dengan seorang perempuan yang solehah bernama Tuan Bajut. Hasil perkahwinan, beliau memperoleh seorang puteri yang diberi nama Syarifah.

Syeikh Muhammad Arsyad telah meneruskan pengembaraan ilmunya di Makkah dan Madinah. Segala perbelanjaannya ditanggung oleh Sultan Tamjidillah (1745‑1778M) dan pengganti baginda Sultan Tahmidillah (1778‑1808M). Selama belajar di Makkah, Syeikh Muhammad Arsyad tinggal di sebuah rumah yang dibeli oleh Sultan Banjar yang terletak di kampung Samiyyah iaitu dikenali sebagai Barhat Banjar.

Syeikh Muhammad Arsyad AI‑Banjari Semasa Di Makkah Dan Madinah

Semasa di Makkah, Syeikh Muhammad Arsyad belajar dengan tekun di Masjidil Haram dalam pelbagai bidang ilmu. Beliau berguru dengan ulama’‑ulama’ terkenal pada masa itu seperti Syeikh Ataillah Bin Ahmad al‑Misriy, Syeikh Muhammad Bin Sulaiman al‑Kurdiy, Syeikh Muhammad Bin Abd Karim al‑Qadiri, Syeikh Ahmad Bin Abd Mun’im al‑Damanhuri, Syeikh Hasan Bin Ahmad ‘Akisy al‑Yamani, Sheikh Salim Bin Abdullah al­Basri, dan banyak lagi.

Sahabat‑sahabat Syeikh Muhammad Arsyad merupakan golongan pencinta kepada ilmu pengetahuan sehingga setiap perternuan yang merupakan majlis ilmu, mereka saling ber­muzakarah bersama‑sama. Antara sahabat beliau ialah: Syeikh Abdul Samad al‑Falimbani, Syeikh Abdul Rahman Mesri, Syeikh Daud bin Abdullah al‑Fatani, Syeikh Abdul Wahab Sadengreng (Bugis), dan Syeikh Muhammad Salih bin Umar al‑Samarani atau ‘Semarang’.

Untuk menambah ilmu, Syeikh Muhammad Arsyad bersama sahabatnya ingin merantau pula ke Mesir. Namun, setelah bersiap untuk berangkat, mereka mendapat khabar bahawa ulama’ besar Mesir iaitu Syeikh Muhammad Bin Sulaiman al­-Kurdie datang ke Madinah. Lantas beliau bersama sahabat pergi ke Madinah untuk berguru dengan syeikh tersebut.

Pulang Ke Tanah Air

Setelah berada selama 30 tahun di Makkah dan lima tahun di Madinah, Syeikh Muhammad Arsyad al‑Banjari pulang ke tanah air untuk menyebarkan Islam. Setibanya beliau ke kampung halaman, beliau membuka pusat‑pusat pengajian untuk memudahkan masyarakat Islam menimba ilmu pengetahuan. Selain itu, Syeikh Muhammad Arsyad

turut membiasakan diri bersama orang kampong berkebun, bersawah, dan bertani.

Di samping aktif mengajar dan mendidik masyarakat Islam yang datang dari pelbagai pelosok daerah, beliau turut turun berdakwah ke segenap lapisan masyarakat yang terdiri daripada rakyat biasa hinggalah kepada golongan pembesar dan bangsawan.

Dalam menyampaikan dakwah, Syeikh Muhammad Arsyad menggunakan pelbagai kaedah pendekatan iaitu Dakwah bil Hal (dakwah yang menggunakan pendekatan contoh dan akhlak yang dipamerkan oleh beliau), Dakwah bil Lisan (dakwah dengan menggunakan pendekatan lidah iaitu mengajak dan menyeru) dan Dakwah bil Kitabah (dakwah dengan menggunakan pendekatan penulisan buku dan risalah).

Karya‑karya Syeikh Muhammad Arsyad AI‑Banjari

1. Kitab Usuluddin ‑ Ditulis pada 1188H (1774 M), ditulis dalam bahasa Melayu, yang memuatkan masalah tauhid dan keimanan. Risalah ini belum pernah dicetak.

  1. Luqthatul ‘AjIan fi Bayan Haid wa istihadhati wa nifas al‑Niswan ‑ Iaitu kitab yang mengupas mengenai masalah haid, istihadhah, dan nifas. Isi kitab ini terdiri daripada muqaddimah, 15 fasal, dan penutup. Dicetak pada tahun 1992 di Indonesia. Dalam kitab ini dinyatakan bahawa wajib hukumnya bagi perempuan belajar masalah haid, istihadhah, dan nifas. Jika suami orang berilmu, dia wajib mengajar isterinya; jika sebaliknya, dia wajib memberi keizinan kepada isterinya untuk belajar mengenainya.

  1. Kitab Tuhfat al‑Raghibin ‑ Ditulis pada 1188H (1774M). Pernah diterbitkan di Mesir pada 1353H. Kitab ini membincangkan masalah tauhid iaitu penjelasan tentang hakikat iman, perkara­-perkara yang boleh merosakkan iman, tanda seseorang menjadi murtad, dan sebagainya. Kitab ini terdiri daripada muqaddimah, tiga fasal, dan penutup.

  1. Kitab al‑Qawl al‑Mukhtasar fi ‘Alamat al­Mahdi al‑Muntazar ‑ Kitab ini mula dikarang pada tahun 1196H. Mengandungi perbahasan tentang tanda‑tanda kiamat seperti Imam Mahdi, Dajjal, turunnya Nabi Isa, terbit matahari sebelah barat. Ditulis dalarn tulisan jawi dan pernah dicetak di Singapura tahun 1356H (1937M).

  1. Kitab Ilmu Falak ‑ Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab. Penulisannya mernuatkan kaedah bila terjadinya gerhana matahari dan bulan. Walau bagaimanapun kitab ini belum sempat dicetak.

  1. Kitab al‑Nikah ‑ Kitab ini menerangkan tentang pengertian wali dan kaedah melaksanakan akad nikah berdasarkan apa yang telah diajar oleh Rasulullah s.a.w. Kitab ini pernah diterbitkan di Istanbul pada 1304H.

  1. Kitab Kanzul Ma’rifah ‑ Kitab ini berkaitan dengan ilmu tasawuf serta penjelasan mengenai hakikat mengenal diri untuk mencapai makrifat kepada Allah. Isi kandungannya ditulis dalam bahasa Melayu dan belum dicetak.

  1. Kitab Sabil al‑Muhtadin ‑ Inilah kitab beliau yang paling masyhur. Kemasyhuran kitab ini akhirnya menjadi khazanah di beberapa perpustakaan besar iaitu di Makkah, Mesir, Turki, dan Beirut. Kitab ini amat popular di Nusantara yang merangkumi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Kemboja, dan Brunei.

Karya Syeikh Muhammad Arsyad al‑Banjari yang paling terkenal ini merupakan kitab fiqh Melayu yang tersebar luas di seluruh alam Melayu. Terdapat di dalam dua jilid, jilid pertama mempunyai 252 halaman dan jilid kedua 272 halaman. Perbincangan dalam kitab ini meliputi persoalan ibadah yang menyentuh thaharah, solat, puasa, zakat, haji, akikah, korban, makanan yang halal dan haram serta sembelihan.

Kitab ini ditulis atas permintaan Sultan Tahmidillah Bin Sultan Tamjidillah. Penulisannya mengambil masa selama dua tahun iaitu dimulai pada 1193H/1779M dan selesai pada 27 Rabiul Akhir 1195H. Kitab ini pertama kali dicetak di Istanbul pada tahun 1300H/1882M kemudian diulang cetak di Kaherah dan Makkah.

Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari Meninggal Dunia

Beliau meninggal dunia pada malam Selasa iaitu di antara waktu Maghrib dan Isyak, pada 6 Syawal 1227 Hijrah bersamaan 13 Oktober 1812 Masihi. Beliau meninggal dunia pada usia 105 tahun dengan meninggalkan sumbangan yang besar terhadap masyarakat Islam di Nusantara.

Bagi mengenang jasa dan sumbangan beliau, beberapa tempat di Indonesia telah mengabadikan nama dan karya beliau. Antaranya ialah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad al‑Banjari dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Merokok Ternyata Ada Manfaatnya

Selama ini terlalu sering kita baca tentang bahaya merokok, kerugian apabila merokok ato merokok dapat menyebabkan bla…bla…bla… :) .

Nah sekali-sekali tidak ada salahnya menulis tulisan yang sedikit berbeda tentang merokok seperti misalnya, melihat dari sisi positif tentang manfaat merokok ( lhooo…memang merokok  ada sisi positif  dan manfaatnya toh ? ) :D:D

Mari Kita Lihat Apa Sih Manfaat Merokok ?

  • Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
  • Menghindarkan dari perbuatan jahat, karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
  • Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
  • Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam. Baik untuk basa-basi / keakraban;
  • Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya nawarin uang kan boros.
  • Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.
  • Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
  • Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya, sehingga seolah-olah berkabut.
  • Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.
  • Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.( hahaha bakar saja mobilnya :) )
  • Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
  • Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yg lulus).
  • Sebagai indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
  • Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !
  • Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok. :)
  • Anti maling, suara perokok batuk berat di malam hari mujarab untuk mengusir penjahat.
  • Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg terikat di kursi… “hahaha penderitaan itu pedih Jendral..!!! “
  • Film cowboy pasti lebih gaya kalo ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalo sambil ngupil susah betul.
  • Sebagai pengganti pelubang kertas saat emergency.
  • Membuat awet muda, karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru.
  • Fakta lain …sekitar 30% orang meninggal di dunia adalah perokok. 70%-nya bukan perokok..!! Maka merokoklah agar masuk ke golongan yg lebih sedikit itu.

Nah….sudah tau kan manfaat merokok, sekarang terserah anda setelah membaca tulisan ini ?

TETAPLAH MEROKOK JIKA INGIN AWET MUDA DAN MASUK KEDALAM GOLONGAN YANG LEBIH SEDIKIT SEPERTI TULISAN DI ATAS

:D:D:D

Ada-Ada Saja

HABIB ZEIN BIN SYEMIT RA.

صورة لسيدي الحبيب زين بن سميط نفعنا الله به

الحبيب زين بن ابراهيم بن سميط

هو العالم الفقيه حافظ المذهب النحوي المفن المشارك في شتى العلوم، العارف بالله والدال عليه بمواعظه ورقائقه الصوفية، ذو الطلعة العلوية السلفية، الحبيب زين العابدين بن ابراهيم بن سميط، الذي انتهت اليه المرجعية والفتوى في ال البلاد الحجازية.

ولد في جاوة عام 1361هـ ، وتربى بها في أسرة صالحة وكان في صغره يحضر مجالس الحبيب علوي بن محمد الحداد صاحب بوقور ونقيب السادة العلوييين في تلك البلاد، ثم سافر الى حضرموت لطلب العلم الشريف سنة 1377هـ وكان عمره 16 سنة، وكان برفقته أخواه محمد وأحمد وكريمته، وأقاموا في بيت والدهم في تريم.

وهناك بدت همته وتفانيه وصدقه وإخلاصه في طلب العلم، فأخذ عن الحبيب محمد بن سالم بن حفيظ المختصرات الفقهية مع حفظ صفوة الزبد وقراءة شرحها، ثم قراءة “الإرشاد” لإبن المقري وحفظه الى باب الجنايات، وأخذ عنه الفرض وبعضا من علم الفلك بالإضافة الى “هدية الصديق”. كما أخذ عن بعض من العلماء الموجودين انذاك في علم النحو والبلاغه العديد من المصنفات حتى حفظ الألفية قرأ شرحها.
كما كان يحضر روحة الحبيب علوي بن عبدالله بن شهاب الدين، وله العديد من المشايخ الذين أخذ عنهم تبركاً واستجازهم.

وبعد أن مضت عليه 8 سنوات في تريم، أرسل الحبيب محمد الهدار للحبيب محمد بن سالم بن حفيظ يطلب مدرساً من رباط تريم، فاستشار الحبيب محمد الحبيب زين في الأمر، فوافق وتوجه الى البيضاء مرورا بعدن.

وفي رباط الحبيب محمد الهدار بالبيضاء، فرح به الحبيب محمد فرحاً كبيراً وزوجه ابنته، ويعتبره الحبيب زين من أكبر شيوخه وإن لم يقرأ عليه في الكتب العلمية كثيراً. وصار الحبيب محمد الهدار يستعين به كثيراً في الدروس الخاصة والعلمية. وكان من عادة الحبيب محمد اذا كان في مجلس وأفتى فيه أحد العلماء أو أجاب على مسألة فقهية أن يراجع المسألة بعد المجلس مهما كان العالم، إلا إذا أجاب الحبيب زين يقول ما معناه: إذا أجاب الحبيب زين فلا داعي للمراجعة.

ومكث الحبيب زين في البيضاء أكثر من 20 سنة وانتفع به العباد، وتخرج على يديه العديد من الرجال، وكان رضي الله عنه يخرج للدعوة إلى الله مع بعض الطلبه إلى القرى حول البيضاء، فكان يخرج مع أحد طلابه على حمار واحد ويتبادلان الركوب عليه ضحى الجمعة ويعودان في المساء، ومن أكبر تلاميذه هناك الشيخ محمد الحريري الذي نفع الله به في يافع، ومحمد عبده، ومنصور اليافعي، وعبدالرب اليافعي، والعلامة الداعية الى الله القائم بالدعوة الى الله في افريقيا الشيخ محمود بن عبدالباري الصومالي والشيخ عبدالله النخشبيالموجود الان في رباط البيضاء، وابناء الحبيب محمد الهدار، وشيخنا العلامة الفقيه المربي الداعية الى الله الحبيب عمر بن محمد بن سالم بن حفيظ، ومنهم ايضا الحبيب شهاب الدين بن علي المشهور، وغيرهم كثير.

وبعد 21 سنة في البيضاء سافر الحبيب الى المدينة المنورة للتدريس في الرباط الموجود هناك عام 1406هـ ،
وشاركه في هذا العطاء الحبيب سالم بن عبدالله الشاطري 12 سنة منها. وبقي الحبيب زين الى يومنا هذا قائما بالتدريس في ذلك الرباط.
وأذكر من طلابه هناك: الحبيب عبدالله باعبود وهو مدرس برباط تريم الان. والشيخ حسن بصري وله الان رباط في جاوه، والشيخ عثمان المهيني من الكويت وهو قائم الان في بلاده بالتصدر لنفع الناس والشيخ محمد فال الشنقيطي وهو من العلماء المتواضعين في رباط المدينة، والحبيب سالم بن أحمد الجفري وهو الان في جاكرتا.

وللحبيب زين عدة مؤلفات من أهمها:

- هداية الطالبين في بيان مهمات الدين.
- الأجوبة الغالية في عقيدة الفرقة الناجية.
- الفتوحات العلية في الخطب المنبرية.
- الفيوضات الربانية من أنفاس السادة العلوية في الآيات القرآنية والأحاديث النبوية.
- شرح أصول منهج آل البيت بحضرموت: العلم، العمل، الورع، الإخلاص، والخوف من الله.

وقد رزق الله الحبيب هيبة في المظهر والطلعة ووضع له القبول بين الخلق، وله ترتيب خاص في أوراده الكثيرة جدا منذ قيامه في الليل الى الصباح وحتى صلاة العشاء مع كثرة انشغاله، كما يكثر من المراجعة والمطالعة في شتى الكتب، ويعتني بتوجيه طلبته وتربيتهم ومتابعتهم. حفظه الله ونفعنا به وبعلومه في الدارين آمين اللهم أمين.

السيرة الذاتية للعارف بالله الشيخ عمر مسعود محمد التجاني

بسم الله الرحمن الرحيم



هو فضيلة الإمام العالم العلامة و الفقيه المحدث الحجة المتفرد الباحث المحقق الشيخ عمر مسعود محمد التجاني حفظه الله تعالي

ولد بمدينة بورتسودان في شرق السودان عام 1948م فقضي طفولته و ريعان شبابه في تلك المدينة حيث درس مراحله التعليمية الأولية و الوسطي و الثانوية بمدارسها ثم سافر الي أنجلترا فدرس فيها الإقتصاد و المحاسبة و الدستور البريطاني ثم حضر الماجستير في Salford College Of Technology في مدينة Manchester و كان ذلك عام 1979م ثم وصله عرضان للدكتوراة الأول كان بالولايات المتحدة USA و الثاني كان في فرنسا France و قد أخذ بالعرض الثاني و هي جامعة (أوربا) Europe University Schiller College – Paris و والده هو الشريف الحاج مسعود محمد التجاني كان سباقاً إلي الخيرات و في مقدمة المتصدقين المحسنين سراً و علانية وتراه في مجالس العلم حريصاً علي مخالطة العلماء و الحكماء و له نصيب في الفقه خصوصاً فقه القلب و السر ويلازمه الخشوع و الإخبات و هو نتيجة العلم فكان العبد الصالح المتوجه الي ربه وما من مجال لمكرمة إلا وكان من أسبق الناس إليها مع حسن الخلق و كرم الطبع و براعة في التعبير و صدق مع الله و الناس.

و قد نشأ في حجر تربية دار سيدي محمد بن المختار التجاني الشنقيطي فصحب أولاده و أنتفع بهم في طريق الله عز و جل … وكان مؤلاً للوافدين للحج و المارين بثغر بورتسودان ينزل بداره شيوخ الطريقة التجانية كما ينزل بها شيوخ الطرق و العلماء من سائر الاقطار غنيهم و فقيرهم وهو رحب الصدر واسع الود مخلص الصداقة رضي الله عنه.

في هذه الدار المباركة التي تكتظ بالعلماء و الصلحاء و الشيوخ الاجلاء نشأ شيخنا و ترعرع في كنف و حجر هذا الوالد الهمام الشريف الحاج مسعود محمد التجاني تربى شيخنا احسن تربية و نهل الكثير الكثير من معين أولئك العلماء الذين لاتخلو منهم الدار اصلاً فهذا سر براعته و رسوخه في العلوم الدينية والشرعية مع تخصصه المتفوق في العلوم الأكاديمية حيث درس في جامعات أوربا في أنجلترا وفرنسا بل إن نجاحه في رسالة الماجستير أثار دهشة ثلة من أساتذته الغربيين.

و قد درس الفقه والتفسير والحديث والأصول واللغة على أكابر العلماء داخل السودان و خارجه فكان يطوف البلاد ويجوب الآفاق في طلب العلم بهمة عالية وعزيمة لا تلين.

ومن أجل شيوخه الذين أجتمع بهم و صحبهم سنيناً متطاولة فضيلة الإمام العارف بالله تعالي الشيخ يوسف ودبقوي التجاني رضي الله عنه فقد تتلمذ له في كل شئ وقرأ عليه العلم الظاهر و إشارات العلم الباطن و أخذ عنه جملة صالحة من علوم الفقه والتفسير والحديث و أجازه الشيخ يوسف ودبقوي رضي الله عنه بإطلاق وأذن له في التربية و الارشاد.

و قد أخذ الطريقة التجانية في بداية أمره بمكة المكرمة عن الشيخ الحجة العلامة القطب المحقق سيدي محمد الحافظ بن عبد اللطيف بن سالم التجاني المصري و صحبه طويلاً و أنتفع به و أجازه إجازة عالية.
وهو الآن من كبار حملة راية الطريقة التجانية المدافعين عنها وله المعرفة التامة بحقائقها و أصولها و قواعدها و قد أنتشرت الطريقة علي يده إنتشاراً عظيماً داخل و خارج السودان.

وللشيخ عمر مسعود محمد التجاني التئآليف المفيدة و التصانيف العديدة التي تشهد بغزارة علمه وسعة إطلاعه وقدرته علي حل المعضلات ومعالجة المشكلات.

قائمة بأسمائه و مؤلفاته التي طبعت و نشرت حتي الآن

1. الرد علي الافريقي دفاعاً عن الطريق التجانية

2. التجانيه و خصومهم و القول الحق

3. دفاع عن التجانيين وتعليقات علي رأس القلم

4. رد المعتدي علي الجناب الأحمدي

5.إطفاء القنديل وبيان مافه من الكذب و الغش و التحريف و التبديل

6.الرد علي الفئة الطاعنة في الآداب المائة

7.إقامة الحجة بأنوار المحجة

8.رسالة مفتوحة الي الندوة العالمية للشباب الاسلامي

9. الرد علي الطنطاوي و ما نشره في جريدة الشرق الأوسط عن التجانية

10.منظومة آداب المريد مع شيخه: شرح و تعليق

11.العارف الرباني الشيخ يوسف بقوي التجاني

12.الذكري السنوية العاشر للشيخ يوسف بقوي التجاني

13.مذاكرة في حديث وفد عبد القيس

14.هذا الحق رد علي رسالة ابن الحق

15.بذل الوسع في الجوب علي المسائل التسع

16.بيان بطلان حديث ياويح ثعلبة

17.أخطاء الالباني وأوهامه في كتاب: التوسل بانواعه و أحكامه (خبر مالك الدار)

كتب تحت الطبع

18.موثوقية مصادر دراسة الشخصية الصوفية

19.الجهاد في سبيل الله روح التصوف الاسلامي

20.إجتثاث بدعة رد المعلقة ثلاث

21.رؤية النبي في اليقظة: شبهات و ردود

22.الدور و التسلسل: المعوق الرئيسي في بناء مناهج اسلمة المعرفة

23.ديوان شعر بعنوان: زيتونة الأنوار

كتب تحت التأليف
24.تراجم الاعلام و المعالم في جواهر المعاني

25.دراسة تمهيدية في كتاب جواهر المعاني

26.حقائق يجب أن يعرفها الناس عن الطريقة التجانية

27.بحوث المستشرقين في الطريقة التجانية: مالها و ماعليها

28.الزيادة علي الإفادة لمريد السعادة

29.بذل المجهود في بيان قاعدة أهل الكشف و الشهود

30.غايات الكمال في بيان مطالع الجمال

31.مشكلات الكتب الستة

32.المزيد في متصل الأسانيد: شرطه و حكمه

33.زيادة الثقة: شرطها وحكمها

34.كشف الغواشي في تنبيهات الهوامش و الحواشي

35.مراتب التجهيل و أحكامها عند المحدثين

36.الكيل و التطفيف في الجرح و التعديل و التصحيح و التضعيف

37.هيثم المحتظر في عجالة المنتظر


———-
هذا وأسأل الله أن يطيل في عمر شيخنا ويتحفنا بعلومه وأسراره آمين آمين آمين يارب العالمين بجاه طه الأمين صلى الله عليه وسلم أبد الآبدين.
هذه صورة مولانا الدكتور عمر مسعود التجاني حفظه الله من كل سوء ونصره ورفع رايته .

ترجمة سيدي {محمد بن سعيد بوبريبك الجراري } رحمه الله تعالى

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي الى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم.

ترجمة سيدي {محمد بن سعيد بوبريبك الجراري } رحمه الله تعالى

وهو المقدم الجليل ، والعالم الكبير ، والأديب الجليل ، والقاضى الشرعي سيدي {محمد بن سعيد بوبريبك الجراري } رحمه الله تعالى ، هو سيدي محمد بن سعيد ألإغرمي الجراري يلتقي نسبه مع أبناء أعمامه العبلين الغرمين بين ابراهيم بن عبد الله بن يعقوب ، ولد رحمه الله تعالى سنة 1903ميلادية بقرية إيغرم من قبيلة أولاد جرار إقليم تزنيت ، توفى أبوه صغير السن فعاش يتيما .
قال فيه السيد محمد المختار السوسي رحمه الله تعالى أنه أخذ القرآن عن آلأستا ذ البرييمي ، وعن آلأستاذ بلقاسم بن أبي جمعة في قرية {إيغرم} ، ثم عن آلأستاذ اليزيد الجيلي قراءة قالون والمكي في مدرسة { سيدي بيبي } دا ئرت اشتوكة عمالت أكادير ، كما أنه ختم القرآن وما يليه من القراء ات الست سنة 1330 هجرية ، ثم ذهب مع رفيقه { بو دنيب} إزاء تا فيلا لت فمكت هناك عا مين يشتغل بتجويد القرآن الكريم ثم انتقل من هناك إلى { وادي الرتب } فأخذ فيها عن الفقيه السيد علي بن عبد الكريم الرزيقي ، وكذالك من العلماء الذين نهل من معين علمهم ، وهم ، آلأستاد عمر بن محمد من { أيت حديدو ا } وهو من المتخرجين من مد رسة القرويين بفاس ، وهو علامة من جيد التحصيل متضلع مستحضر ، وآلأستاد آلأديب عبد لكريم السرغيني الغرفي وهو أديب جيد له شهرة كبرى هناك ، وكما أنه تمكن من أخذ آلألفية في ا لنحو والمرشد المعين ، ومختصر السيد خليل على يده ، والغوص في حياة هذا العليم الجليل غوص عميق جدا ، كما أنه رحمه الله تعالى كان مقا وما شديدا ضد الإحتلال الإستعماري الفرنسي في منا طق خاصة التى استعصى على المستعمر احتلا لها لشدة بسالة وبأس سكانها ، وبعد استقلال البلد من الإحتلال وتحريرها من يد المستعمر الفرنس تولى رحمه الله منصب كاتب ثم أرغم عليه مسؤو لية ا لقضاء الجسيمة وذالك لسبب ورعه وخشيته من منزلقاته ، إلا أنه في غمرة تضحيته من أجل تدعيم ركائز الشريعة آلإسلامية خاصة في المناطق التي أراد المستعمر أن يفصلها عن با قي منا طق المغرب ، بناء على سياسة فرق تسد ، فجعلها تخضع لأحكام العرف ، وفي غمرة بناء صرح ألإستقلال استجاب الفقيه القاضي سيدي محمد بن سعيد رحمه الله تعالى لدعوة الحركة الوطنية من جهة للقضاء ، ومن قبل اختبر فتيقن لهم أنه من أهل الحل والعقد من العلماء الكبار لتولي منصب القضاء رغما عليه .
كما آنتدب ليكون عضوا في المجلس العلمي بتزنيت فانضم إلى أعضائها فقام بمهمته على أحسن وجه ، إلى أن أحس في آخر حياته بعجز عن الإستمرار في هذا المجال فقدم استقالته تلقائيا غير أنه طلب منه العدول عنها كي تبقى عضويته مستمرة .
غير أن الفقيه الآديب سيدي محمد بن سعيد بو بريك لم يترك مؤلفات لكنه ترك وثائق مراسلا ته ا لعديدة مع علماء و أدباء أجلاء ، ومخطوطات تتضمن نوازل وأحكام ومسجلات أدبية وإبدعات شعرية أنشدها في منا سبات عديدة ومختلفة كما ختم بعض كتب الحديت النبوي الشريف ، كما كتب عن وفات بعض العلماء و آلأدباء ، كما سبق له أن شرع في كتابة تاريخ بعض شخصيات علمية وأدبية ، وتاريخية ، إلا أنه رحمه الله تعالى ما كان يتقلد من مهام جسام طيلة حياته وانشغاله بتربية العامة والخاصة حالت بينه وبين إتما مها ، كل هذه الوثائق هي تحت يد نجله آلأستاد المحامي سيدي { بو بريك أحمد } وقد مد الله في عمره وكان يتمتع بصحة وعافية معافى في بدنه وحواسه وذاكرته ، إلى آخر مرحلة من شيخوخته ، التي لازم فيها بيته بمدينة أكادير وفي بستان صغير بحي أغروض الواقع بضواحي أكادير كان به يستعيد ذكرياته عندما كن شابا وقوته التي كا ن يخدم بها ذالك البستان ، ونظرا لحبه الشديد للطبيعة كان رحمه الله يردد آلأبيات آلآتية التي أ بد عها ، يقول فيها رحمه الله تعالى .

تأمل في نبات آلأرض وآنظر …. .إلى أثر ما صنع المليك

عيون من لجبن شا خصات …. على أطرافها ا لذهب السبيك

على قضب الزير جد شا هدات …. بأن الله ليس له شريك

كان رحمه يكسب قوته وقوت أبنائه مما تنبته أرضه التي كان يرعاها بنفسه وكان يعتبر هذا العمل عبادة ، إن لم يتخذ الشارطة في الجامع أو في الدرسة العتيقة وسيلة لكسب عيشه ، وقد كان رحمه الله تعالى معتمدا على الله تعالى في كل خطوة يخطوها ، لا يبالي بالصعاب التي وقف في تحديها جميعها وكان يكره آلإطراء وحب الظهور وكان رحمه الله كريما يؤ ثر الناس على نفسه ، ويحب ضيوفه ويكرمهم ويقدرهم إلى درجةكان أنه يصر على مصاحبتهم إلى خارج بيته رغم عجزه على المشي ء في أواخر حيلته ، بذالك نال حب كل من عرفه أو سمع به ، لا يقال في حقه سوى الكلم الطيب على الرغم من تقلبه في مناصب حساسة .
قبل وفات سيدي بوبريك محمد بن سيدي سعيد ببضع سنوات استشعر في نفسه أن الرحيل قد أزف ، فراجع رحمه الله تعالى كل ما يملك من أمتعة لتأ كد مما إذا كان يوجد بها ما يتعلق بالغير ، فلم يجد إلى كتاب قديم { للمقري } ومخطوط جمعت فيه مختلفات ، فأمر رحمه الله تعالى بإرجاعها لأصحابها ، كما قرر رحمه الله تعالى أن يقوم بعمرة وزيارة رسول الله صلى الله عليه وسلم فتم له ذالك رغم عجزه عن المشيء ، وكان يحاول في آخر عمره أن يقراء القرآن الكريم من حين لآخر بقراءة أهل تفيلا لت فكان يجود قوله تعالى {إن الذين سبقت لهم منا الحسنى أولئك عنها مبعدون } ويردد كذالك قول الشاعر .

إذا أبقت الدنيا على المرء دينه …… فما فاته منها فليس بضائر

وكذالك يردد كثيرا من آلأدعية المنظومة ، وكان يزوره من حين لآخر في آخر حياته بمنزله بحي أغروض بضواحي أكادير عدد لا يحصى من العلماء آلآجلاء وآلأدباء الفضلاء .
كان رحمه الله إذا قضى عدل ، وإذا وعظ أبكى ، وإذا مازح أضحك وإذا عاهد وفى .

{وختاما أشكر شكرا جزيلا من وفان بهذه المعلومة عن هذا الرجل العظيم وهو العالم وآلأديب الكاتب والقاضي الشرعي سيدي محمد بن سعيد بوبريك الجراري رحمه الله تعالى ، الذي وفاني بهذه الجوهرة الثمينة ،أولا هي حفيدته جزاها الله كل خير و التي هي زوجة أخي ، كما أنها هي بدورها أخذتها عن السيد الموقر { الدكتور بوجمعة جمي الجزاري} أستاذ بكلية الأداب والعلوم الإنسانية بأكدير ، جزاه الله كل خير على أنه كلف نفسه على أن يلتقي بولد الفقيه سيدي أحمد بوبريك الذي هو محامي بأكادير وجرى معه حوار حتى جمع هذه المعلومة غير أني اختصرتها فجزاهم الله كل خير .

Syekh Muhammad Yasin Bin Muhammad Isa Al-Fadani

Syekh Muhammad Yasin Bin Muhammad Isa Al-Fadani lahir di kota Mekah pada tahun 1915 dan wafat pada tahun 1990. beliau adalah ulama besar yang pernah sekolah di Madrasah Shaulatiyyah. Beliau adalah pencetus ide berdirinya Madrasah Darul-Ulũm sekaligus menjadi murid pertama madrasah itu.

Konon sebab tercetusnya ide membangun Madrasah tersebut disebabkan karena tindakan dan perlakuan direktur Madrasah Shaulatiyyah yang sangat menyinggung (hususnya) pelajar yang kebanyakan dari Asia Tenggara saat itu. Hal ini terbukti dengan berpindahnya 120 orang pelajar dari Shaulatiyyah ke Madrasah Darul-Ulum yang baru didirikan. Ini hampir tidak pernah dialami oleh Madrasah-madrasah yang baru dibuka mendapat murid yang begitu banyak sebagaimana Darul-Ulũm.
Dalam sebuah situs(1) dinyatakan bahwa pada tahun 1934, karena suatu konflik yang menyangkut kebanggaan nasional orang Indonesia, guru dan murid ‘Jawah’ telah keluar dari Shaulatiyah dan mendirikan madrasah Darul Ulum di Makkah.
Mengenai kesehari-harian beliau, dari cerita yang saya dengar dari ayah saya, yaitu Ustaz Sukarnawadi H. Husnuddu’at: “Syekh Yasin orangnya santai, sederhana, tidak menampakkan diri, sering muncul menggunakan kaos biasa, sarung, dan sering nongkrong di “Gahwaji” untuk Nyisyah (menghisap rokok arab)… tak seorangpun yang berani mencela beliau karena kekayaan ilmu yang beliau miliki… Yang ingkar kepada beliau hanyalah orang-orang yang lebih mengutamakan tampang zahir daripada yang bathin…
PUJIAN PARA ULAMA:

Syekh Zakaria Abdullah Bila teman dekat pendiri Nahdlatul Wathan yaitu Syekh M. Zainuddin pernah berkata, “waktu saya mengajar Qawa’idul-Fiqhi di Shaulatiyyah, seringkali mendapat kesulitan yang memaksa saya membolak balik kitab-kitab yang besar untuk memecahkan kesulitan tersebut. Namun setelah terbit kitab Al-Fawa’idul-Janiah karangan Syekh Yasin… menjadi mudahlah semua itu, dan ringanlah beban dalam mengajar.
Seorang ahli Hadits bernama Sayyid Abdul Aziz Al-Qumari pernah memuji dan menjuluki beliau sebagai kebanggaan Ulama Haramain dan sebagai Muhaddits.
Doctor Abdul Wahhab bin Abu Sulaiman (Dosen Dirasatul ‘Ulya Universitas Ummul Qura) di dalam kitab: الجواهر الثمينة في بيان أدلة عالم المدينة berkata: Syekh Yasin adalah Muhaddits, Faqih, Mudir Madrasah Darul-Ulum, pengarang banyak kitab dan salah satu Ulama Masjid Al-Haram…

Syekh Umar Abdul-Jabbar berkata didalam surat kabar Al-Bilad (jumat 24 Dzulqaidah 1379H/ 1960M): “…bahkan yang terbesar dari amal bakti Syekh Yasin adalah membuka madrasah putri pada tahun 1362H. Dimana dalam perjalanannya selalu ada rintangan, namun beliau dapat mengatasinya dengan penuh kesabaran dan ketabahan…
Assayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Ahdal sebagai Mufti negeri Murawah Yaman saat itu, mengarang sebuah syiir yang panjang husus untuk memuji Syekh Yasin Al-Fadani Berikut saya nukilkan satu bait saja yang berbunyi:
أنت في العلم والمعاني فريد…… وبعقد الفخار أنت الوحيد
“Engkau tak ada taranya dalam ilmu dan hakekat, Dibangun orang kejayaan kaulah satu-satunya yang jaya”
Doctor Yusuf Abdurrazzaq sebagai dosen kuliah Ushuluddin Universitas Al-Azhar cairo juga memuji beliau dengan perkataan dan syiir yang panjang, saya nukilkan satu bait saja yang bunyinya:
أنت فينا بقية من كرام……لا ترى العين مثلهم إنسانا
“Engkau di tengah kami orang terpilih dari orang terhormat, tak pernah mata melihat manusia seumpama mereka.”
Ustaz Fadhal bin M. bin Iwadh Attarimi-pun berkata:
فيا طالب العلم لب نداء……ياسين وافرح بهذا القرى
“Wahai pencari ilmu sambutlah panggilan Yasin, bergembiralah dengan sajian yang ia sajikan,”
Doctor Ali Jum’ah yang menjabat sebagai Mufti Mesir dalam kitab Hasyiah Al-Imam Al-Baijuri Ala Jauharatittauhid yang ditahqiqnya, pada halaman 8 mengaku pernah menerima Ijazah Sanad Hadits Hasyiah tersebut dari Syekh Yasin yang digelarinya sebagai مسند الدنيا Musnid Addunia…
Al-Habib Assayyid Segaf bin Muhammad Assagaf seorang tokoh pendidik di Hadramaut (pada tahun 1373H) menceritakan kekaguman beliau terhadap Syekh Yasin, dan menjulukinya sabagai “Sayuthiyyu Zamanihi”. Beliau juga mengarang sebuah syiir untuk memuji beliau, berikut saya nukilkan dua bait saja yang bunyinya sebagai berikut:

لله درك يا ياسين من رجل……أم القرى أنت قاضيها ومفتيها

في كل فن وموضوع لقد كتبا ……يداك ما أثلج الألباب يحديها
“Bagus perbuatanmu hai Yasin engkau seorang tokoh,

dari Ummul Qura engkau Qhadi dan Muftinya.”

“Setiap pandan judul ilmu tertulis dengan dua tanganmu,

Alangkah sejuknya akal pikiran rasa terhibur olehnya.”
Assayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki sebagai guru Madrasah Al-Falah dan Masjid Al-Haram, Syekh M. Mamduh Al-Mishri dan Al-Habib Ali bin Syekh Balfaqih Siun Hadramaut dan Ulama lainnya, pernah memuji karangan-karangan beliau…
Doctor Yahya Al-Gautsani bercerita, pernah ia menghadiri majlis Syekh Yasin untuk mengkhatam Sunan Abu Daud. Ketika itu hadir pula Muhaddits Al-Magrib Syekh Sayyid Abdullah bin Asshiddiq Al-Gumari dan Syekh Abdussubhan Al-Barmawi dan Syekh Abdul-Fattah Rawah.

H.M.Abrar Dahlan berkata: “yang membuat beliau lepas dari sorotan publikasi ialah karena ia telah menjadi lambang Ulama Saudi yang “bukan Wahabi” yang tersisa di Makkah. Walaupun begitu ia diakui juga oleh ulama Wahabi sebagai Ulama yang bersih dan tidak pernah menyerang kaum Wahabi… Seorang tokoh agama Najid dari Ibukota Riyadh (Pusat Paham Wahabi) yaitu Jasim bin Sulaiman Addausari pada tahun 1406H pernah berkata:
أبلغوا مني سلاما من صبا نجد……ذكيالأبي الفيض فداني

مسند الوقت بعيد عن نزول……هابط أما لما يعلو فداني

فدى أسر الروايات فلوتنطق……لقالت: علم الدين فداني

KARYA TULIS & MURID-MURID BELIAU:

Jumlah karya beliau mencapai 97 Kitab, di antaranya 9 kitab tentang Ilmu Hadits, 25 kitab tentang Ilmu dan Ushul fiqih, 36 buku tentang ilmu Falak, dan sisanya tentang Ilmu-ilmu yang lain…
Di antara murid-murid yang pernah berguru dan mengambil Ijazah sanad-sanad Hadits dari beliau adalah Al-Habib Umar bin Muhammad (Yaman), Syekh M. Ali Asshabuni (Syam), Doctor M. Hasan Addimasyqi, Syekh Isma’il Zain Alyamani, Doctor Ali Jum’ah (Mesir), Syekh Hasan Qathirji, Tuan Guru H. M. Zaini Abdul-Ghani (Kalimantan) dll…

Dan di antara murid-murid beliau yang di samping mengambil Sanad Hadits, mendapatkan Ijazah ‘Ammah dan Khasshah, juga diberi izin untuk mengajar di Madrasah Darul-Ulum adalah: H. Sayyid Hamid Al-Kaff, Dr. Muslim Nasution, H.Ahmad Damanhuri, H.M.Yusuf Hasyim, H.M. Abrar Dahlan, Dr. Sayyid Aqil Husain Al Munawwar, Ayah saya sendiri yaitu Ustaz Sukarnawadi KH. Husnuddu’at dll…
Ayah saya pernah bercerita, seseorang bernama H.Abdul-Aziz asal Jeruwaru Lombok NTB pernah mendatangi Syekh Yasin untuk meminta bai’at, izin serta restu untuk menjadi Mursyid Thariqat Naqsyabandiyyah… ketika itu Syekh Yasin memberi satu syarat, yaitu, ayah saya harus turut dibai’at, karena ayah saya di samping menjadi Guru yang lama mengajar di Madrasah Darul-Ulum, (dari tahun 1978 sampai 1990) juga sebagai salah satu dari sekian murid yang selalu diberikan bimbingan dan perhatian khusus… maka yang mendapat izin dari beliau untuk menjadi Mursyid Thariqat Naqsyabandiyyah yang berasal dari Lombok saat itu hanyalah Ayah saya dan H.Abdul Aziz…
Ayah saya sebagai warga, bahkan tokoh NW (ketika pulang ke lombok) menceritakan hal itu kepada pendiri Nahdlatul Wathan, yaitu Syekh M. Zainuddin, dan beliaupun tidak mengingkari hal tersebut, bahkan beliau merestui, memberikan Ijazah dan doa yang khusus serta harapan agar di samping itu tetap berjuang membela NW…

KEKERAMATAN BELIAU:

Seseorang bernama Zakariyya Thalib asal Syiria pernah mendatangi rumah Syekh Yasin Pada hari jumat. Ketika Azan jumat dikumandangkan, Syekh Yasin masih saja di rumah, ahirnya Zakariyya keluar dan solat di masjid terdekat. Seusai solat jum’at, ia menemui seorang kawan, Zakariyyapun bercerita pada temannya bahwa Syekh Yasin ra. tidak solat Jum’at. Namun dibantah oleh temannya karena kata temannya, “kami sama-sama Syekh solat di Nuzhah, yaitu di Masjid Syekh Hasan Massyat ra. yang jaraknya jauh sekali dari rumah beliau”…
H.M.Abrar Dahlan bercerita, suatu hari Syekh Yasin pernah menyuruh saya membikin Syai (teh) dan Syesah (yang biasa diisap dengan tembakaudari buah-buahan/rokok teradisi bangsa arab). Setalah saya bikinkan dan syekh mulai meminum teh, saya keluar menuju Masjidil-Haram. Ketika kembali, saya melihat Syekh Yasin baru pulang mengajar dari Masjid Al-Haram dengan membawa beberapa kitab… saya menjadi heran, anehnya tadi di rumah menyuruh saya bikin teh, sekarang beliau baru pulang dari masjid.
Dikisahkan ketika K.H.Abdul Hamid di Jakarta sedang mengajar dalam ilmu fiqih “bab diyat”, beliau menemukan kesulitan dalam suatu hal sehingga pengajian terhenti karenanya… malam hari itu juga, beliau menerima sepucuk surat dari Syekh Yasin, ternyata isi surat itu adalah jawaban kesulitan yang dihadapinya. Iapun merasa heran, dari mana Syekh Yasin tahu…? Sedangkan K.H.Abdul Hamid sendiri tidak pernah menanyakan kepada siapapun tentang kesulitan ini..!

Ketika ayah saya tamat Darul-Uulum (Aliah), beliau dilarang oleh Syekh Yasin untuk melanjutkan studinya di Universitas manapun, ayah saya diperintahkan untuk mengabdi di Darul-Ulum. Sedangkan mata pelajaran yang pernah dipegang oleh ayah saya sejak tahun 1978 hingga 1990 adalah Hadits, Fiqih, Tauhid, Tarikh dan Geografi. Di samping itu Syekh Yasin pernah berdo’a untuk ayah saya agar menjadi seorang penulis… kekeramatan do’a beliau dapat dirasakan sendiri oleh ayah saya. Walaupun sibuk dalam pekerjaannya sebagai guru dan pegawai di kantor, namun beliau selalu menyempatkan diri untuk menulis. Dan kini tulisan beliau sudah mencapai 24 judul. Yang sudah dicetak sampai saat ini baru 12 judul saja… Ayah saya berkata pada saya, “ini berkat do’a restu Syekh Yasin dan Syekh Zainuddin” Oleh karena itu Ayah saya berpesan agar kami di Mesir, juga mencari seorang guru yang benar-benar pewaris Nabi, agar mendapatkan barokah do’a restu serta barokah ilmunya…
H.Mukhtaruddin asal Palembang bercerita, pernah ketika pak Soeharto sedang sakit mata, beliau mengirim satu pesawat khusus untuk menjemput Syekh Yasin. Ahirnya pak Soehartopun sembuh berkat do’a beliau. Kisah ini selanjutnya didengar sendiri oleh ayah saya dari Syekh Yasin.
Semoga Allah swt. merahmati beliau, amin ya Rabbal-Alamin….

Sumur Zam Zam dan Fakta Dibaliknya

Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi.

Sumur Zamzam

Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.

Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).

Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam

Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.


Bentuk sumur Zam-zam

Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Mata air zamzam

Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.

Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab.

Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.

Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 - 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.

Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Mata air zamzam
Air hujan sebagai sumber berkah

Air hujan sebagai sumber berkah

Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.

Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah **** di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.

lokasi sumur Zamzam

Gambar diatas ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.

Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).

Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.


Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam

Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.

Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam

Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.

Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.

Sistem Pompa

Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi.

Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai.

Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen.

Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.

Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:

Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.

Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.

Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).

Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.

Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.

Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam

Perkembangan perawatan sumur Zamzam.

Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.

Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters.

Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.

Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.

Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).

Kandungan mineral

Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapa dikelompokkan menjadi :

Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).

Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).

Molekul air zam zam

Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.

Sumber :Yasir Master

Kerajaan Romawi Kuno Dibangun Dalam Semalam

Kerajaan Romawi Kuno Dibangun Dalam Semalam Erabaru News Sabtu, 07 Februari 2009 Share this LintasBerita Facebook Digg Del.icio.us Reddit Technorati Menurut laporan sebuah situs Amerika, bahwa arkeolog menemukan misteri yang mengejutkan, di mana bukti terbaru akhirnya membuktikan bahwasannya kerajaan Romawi kuno mulai dibangun pada tanggal 13 Agustus tahun 625 SM dan selesai dirampungkan sebelum Matahari terbenam. Ketika wartawan menanyakan kepada mereka di mana mendapatkan bukti-bukti itu, para arkeolog mengeluarkan satu gulungan, yaitu sebuah dokumen dan kontrak yang ditandatangani sendiri oleh Julius Caesar. Sebagian di dalam kontrak yang berbahasa Latin itu jika diterjemahkan adalah sebagai berikut: “Kami dari perusahaan developer Aljeida Babylon setuju, bahwasannya pada tanggal 13 Agustus tahun 625 SM ini akan mulai bekerja dan merampungkan bangunan kerajaan Romawi, jika kami tidak dapat menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan kerajaan, kemaharajaan Caesar boleh memenggal kepala kami dan berikan kepada singa sebagai santapan.” Menurut para arkeolog, bahwa bukti ini mutlak berlaku, dan para pekerja ahli pasti dalam waktu satu hari menyelesaikan pembangunan kota Roma, sebab mereka tidak menemukan apa pun sisa fosil kepala yang dipenggal. Pada kenyataannya, dokumen kemaharajaan Caesar ini sama persis dengan kain pembungkus mayat, bisa dipercaya namun juga meragukan. Dan saat ini, ilmuwan sedang menaksir usia sebenarnya isi gulungan itu yang menggunakan cara penentuan tahun dengan karbon. Orang-orang mengetahui dari mata pelajaran di sekolah, bahwa wilayah kerajaan Romawi seluas 280 ribu meter persegi, dan di dalamnya termasuk sejumlah kota, kota kecil, beberapa sungai, sejumlah gunung, dan beberapa gedung teater, banyak sekali saluran pipa air, saluran pembuangan air, gerbang lengkung, museum, gereja katedral bersepuh emas, dan pondok piza dan lain sebagainya, yang mana kesemuanya itu harus dalam satu hari, artinya mesti diselesaikan dalam waktu 12 jam, sama sekali di luar imajinasi. Arsitek bernama Flayter mengatakan, “Dalam waktu satu hari, tim proyek pembangunan saya bahkan tidak bisa menyelesaikan sebuah tembok pembatas kota. Di lihat dari gambar maket kota Roma ini, perusahaan saya harus menghabiskan waktu ratusan tahun baru bisa menyelesaikan seluruh proyek pembangunan kerajaan Roma.” Jika kondisi yang dilukiskan dokumen tersebut itu benar, maka ilmuwan dan arsitek sekarang akan terperosok lagi ke labirin yang baru, mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana orang-orang pada masa itu dapat menyelesaikan pembangunan kerajaan Roma yang luasnya 280 ribu meter persegi itu hanya dalam waktu 12 jam. Sejarawan Rogyes berpendapat, bahwa semua ini sama seperti bangunan piramida, adalah misteri sepanjang masa, hanya bisa membayangkan bahwa sejumlah benda-benda yang dikuasai orang-orang di masa itu telah hilang tak terwariskan, dan teknologi kita sekarang tidak bisa bersaing dengannya. Pertama-tama mereka membangun piramida, berikutnya mereka membuat patung muka singa berbadan manusia, dan belakangan mereka membangun menara dsb, serta bangunan misterius dan unik yang tak terhitung banyaknya. (Sumber: Secretchina.com)

Dari Pintu Tarekat Islam Berkibar

Pola adaptasi para guru spiritual terhadap nilai-nilai kearifan lokal, sangan efektif dalam menyebarkan Islam, dan membungkam laju Kristenisasi. Tapi ada saja yang menilainya sinkretik.


Langkah setengah juta pasang kaki mengepulkan debu di sepanjang jalan menuju Touba, yang berjarak 170 kilometer dari Dakar, ibukota Sinegal. Matahari sangat terik, dalam cuaca 42 derajat celcius. Di tengah rombongan, sejumlah lelaki berjubah koyak-moyak mengusung gada besar di pundak. Sekujur tubuh Mahmadou, mantan pesepakbola nasional, juga bermandi berkeringat. Telapak kakinya, seperti telapak kaki lainnya, berdarah-darah usai menempuh perjalanan puluhan kilometer. Mahmadou, dan beberapa lekaki lain dengan pakaian serupa, kemudian memukulkan gada ke punggung, tangan dan kaki dengan keras. Kenapa? “Demi surga dan marabout saya,” kata Mahmadou sambil berusaha tetap tersenyum.

Begitulah cara pengikut Bay Fall, salah satu aliran tarikat Muridiyah, mengekspresikan cinta kepada marabout (guru spiritual) mereka. Hari itu adalah haul kematian Syekh Amadou Bamba M’backe (1850-1927), yang mendirikan tarikat Muridiyah seabad lalu. Amadou Bamba, atau Ahmad bin Muhammad bin Habibullah, dan sering dijuluki Khadim ar-Rasul (pelayan Rasulullah), dimakamkan di Touba, dalam kompleks masjid yang sangat megah. Di sinilah bermarkas tarekat Muridiyah, yang pengikutnya menyebar hingga ke beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Islam di Sinegal memang berwajah khas, dengan tradisi tarekat dan sufisme yang sangat kental, yang dalam prakteknya kerap beraroma sinkretik bersama “kearifan” lokal. Spiritualitas pemeluknya tumbuh dalam persaudaraan sufisme, yang sangat menghormati marabout. Guru spiritual inilah “wasilah” para pemeluk Islam dengan urusan kehidupan ukhrawi. Dan pada akhirnya, untuk urusan politik, ekonomi dan sosial pun, marabout lebih populer ketimbang para pemimpin formal. Marabout juga kerap mempengaruhi para pengikutnya untuk menyalurkan aspirasi politik ke partai tertentu.

Jangan heran jika berkunjung ke Sinegal, Anda menyaksikan foto atau kaligrafi ucapan marabout menghiasi dinding rumah, kantor, dan bahkan kendaraan umum. Saat pesta kemenangan tim Sinegal atas lawan-lawannya di Piala Dunia, misalnya, foto para marabout bertabur dalam warna hijau, merah dan emas – kostum Sinegal, di jalan raya. Untuk mengekspresikan ketaatan, banyak pula pengikut tarikat, utamanya dari aliran Bay Fall, yang mengabdikan diri dengan menggarap lahan keluarga guru spiritual mereka.

Adaptasi Islam Afrika

Pendekatan sufistik dalam penyebaran Islam nyatanya sangat efektif. Melalui tiga aliran besar tarekat — Muridiyah, Tijaniyah dan Qadiriyah, Islam kini dipeluk hampir 95 persen dari sepuluh juta penduduk Sinegal. Padahal, pada awal abad ke-20, pemeluk Islam tak mencapai setengah dari penduduk negeri kawasan Afrika Barat ini – sebagian besar mereka beragama Kristen, animis dan ada segelintir Yahudi. Para pengamat pun mengakui, tarekat dan sufisme merupakan adaptasi Islam model Afrika Barat yang paling jitu untuk menangkal serangan gencar para missionaris Kristen di kawasan ini.

Islam masuk ke Sinegal sebelum abad ke-11, dan berkembang terutama setelah kerajaan Tukulor (kerajaan kecil di Sinegal) menerimanya sebagai agama negara. Mereka diislamkan oleh kelompok al-Murabithun dan pengikut tarekat Tijaniah. Gerakan Murabithun – dari kata ini kemudian muncul istilah marabout, kemudian menjadi sebuah dinasti yang memerintah hingga tahun 1147, berpusat di Marakesh, sebuah kota di Maroko.

Dalam perkembangannya, ketiga aliran tarekat (Tijaniyah, Qadiriyah dan Muridiyah), sangat berperan mengislamkan penduduk Sinegal dan kawasan sekitarnya. Ketiganya juga berperan dalam perjuangan rakyat Sinegal menghadapi koloni Portugis, Inggris, Belanda dan kemudian Perancis.

Tarekat Qadiriyah lahir di Bagdad, dan berkembang di Afrika melalui Mauritania. Tijaniyah didirikan Abu Abbas Ahmad bin Muhammad bin Mukhtar bin Salim at-Tijani, di Maroko, dan dibawa ke Sinegal oleh El Hadji Omar Tall pada abad ke-19. Sedangkan Muridiyah didirikan Amadou Bamba M’backe pada akhir abad ke-19. Pada awalnya M’backe adalah penganut tarekat Qadiriyah, yang lebih menyukai hidup asketis, meditasi, sambil mengajarkan Al-Qur’an, ketimbang berhadapan dengan kaum kolonial. Terhadap kaum animis, sikap M’backe juga lebih toleran ketimbang para marabout dari tarekat Tijaniyah.

Sikapnya yang asketis justru membuat pengaruh M’backe kian menonjol di tengah warganya. Inilah yang mengkhawatirkan kolonial Perancis. M’backe akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Gabon (1895-1902), lalu Mauritania (1903-1907). Meskipun diasingkan, sosok M’backe tak pernah lekang dari pengikutnya, dan malah menyuburkan mitos seputar keistimewaannya.

Dikisahkan, misalnya, ketika tentara Perancis tak mengijinkannya shalat di atas kapal, borgol di tangan M’backe tiba-tiba lepas, dan ia loncat ke air lalu mengerjakan shalat di atasnya. Di kali lain, M’backe tak merasa sakit saat dimasukkan ke atas perapian, dan malah duduk tertawa sambil minum. Bahkan ketika dimasukkan ke kandang singa yang lapar, M’backe santai saja dan singa pun tertidur pulas.

Menyadari betapa kian tumbuh fanatisme pengikut M’backe, kolonial Perancis akhirnya mengubah sikap, dan menjadikannya sebagai asset, bukan lagi rintangan. M’backe dipulangkan, dan diijinkan membangun kota suci di Touba, markas tarekat Muridiyah. Sebagai imbalan, M’backe mengikrarkan persahabatan dengan Perancis. Tahun 1918 ia menerima bintang penghargaan dari pemerintah Perancis, atas jasanya membiarkan ratusan pengikutnya membela Perancis dalam Perang Dunia I. Tapi tetap saja, setelah M’backe wafat, para pengikutnya kembali melancarkan perlawanan terhadap pemerintah kolonial, hingga negeri ini mendapat kemerdekaannya pada 1960.

Kini, pengikut tarekat Muridiyah mencapai 40 hingga 45 persen penduduk muslim Sinegal, dan kebanyakan mereka adalah kaum muda belasan tahun. Sekitar 30 persen menganut tarekat Tijaniyah, dan sisanya berpencar dalam tarekat Qadiriyah dan beberapa sekte tarekat kecil, yang lebih konservatif.

Di negara yang didominasi partai sosialias ini, wajarlah jika kaum muda menyukai tarekat Muridiyah yang lebih terorganisir dan berdisiplin, baik dalam mobilisasi politik maupun kewirausahaan. Kini, jaringan sosial dan keagamaan Muridiyah telah mendunia. Juga jaringan ekonominya, telah menyentuh pasar komersial internasional. “Jaring laba-laba” mereka mampu mengontrol perdagangan Sinegal. Sektor informal di bawah bendera Sandaga, juga menguasai seluruh jaringan supermarket dan toko-toko kelontong sepanjang jalan raya Dakar.
Menara yang menjulang tinggi di masjid jami Touba, seperti mengisyaratkan cita-cita mereka untuk menjunjung satu dunia (bawol), satu ideologi dan sumber inspirasi: ajaran Muridyah, nilai sentral yang darinya memancar etos kerja, disiplin, sukses, dan ketaatan yang mutlak kepada marabout. Wallahu a’lam.

Prakata Panitia Idul Khotmi 216

Prakata Panitia Idul Khotmi 216 PDF Cetak

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai Suku, ras dan agama, dan mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama islam. Namun sebagian masih percaya akan hal-hal mistik yang tidak dibenarkan dalam syariat. Tarekat Tijani berupaya untuk menghilangkan hal yang bertentangan dengan syariat akan tetapi

dilakukan melalui akulturasi budaya. Islam dengan budaya tasawufnya dalam hal ini tarekat dapat menggantikan kecenderungan budaya masyarakat Indonesia yang cenderung mistik, sehingga tarekat sufiyyah (tarekat tasawuf) yang merupakan inti budaya Islam, masuk menggantikan pemahaman mistik tersebut

Diantara tarekat yang berkembang di Indonesia adalah Tarekat Tijaniyah, Tarekat Qodariyah, Tarekat Naqsabandiyah dan Tarekat Syadzaliyah

Kini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan krisis multi dimensional, nampak dihadapkan kita keadaan yang sedang melanda bangsa ini, antara lain: ketimpangan sosial-konomi masyarakat, keterpurukan moral dan ekonomi yang tergambar dalam korupsi di kalangan para pejabat negara, penegakan hukum yang sangat tidak jelas, materialisasi eksekutif pada sebagian masyarakat, kapitalisme yang menyengsarakan masyarakat, degradasi dalam beragama, di samping bencana alam yang terjadi di hampir semua pelosok tanah air

Tarekat Tijaniyah sebagai salah satu tarekat mu’tabaroh dari 45 tarekat mu’tabaroh al-Nahdhiyyah Indonesia; kini telah tersebar di beberapa Provinsi, diantaranya: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatra dan Papua

Tarekat Tijaniyah di Madura dikembangkan oleh Pendiri Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan KH Jauhari Khothib seorang Ulama’ Kharismatik yang jama’ahnya tersebar di seluruh wilayah Madura, dengan pusat kegiatan Zawiyah Kubro Pondok Pesantren Tegal Al-Amin Prenduan Sumenep Madura. Sepeninggal beliau maka perkembangan Thoriqoh Tijaniyah digantikan oleh putranya KH Moh Tidjani Djauhari, MA. Namun Allah Swt berirodah lain, 10 bulan yang lalu KH Moh Tidjani Djauhari, MA telah meninggalkan warga Tijaniyyin menghadap sang kholiq. Tak lama setelah beliau wafat, dibaiatlah putra beliau KH Fauzi Tijani LC sebagai pewaris beliau untuk mengembangkan Thoriqoh Tijaniyah khususnya di Madura.

Sebagai bagian dari kekuatan bangsa, Tarekat Tijaniyah tentu saja mempunyai kewajiban ambil bagian dalam mencarikan citra bangsa dengan merubah orientasi tujuan hidup yang tidak melulu ditujukan kepada tujuan duniawi semata, sehingga organisasi tarekat ini punya sumbangsih nyata sebagaimana pada masa pra kemerdekaan, kaum tarekat turut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mentarekatkan” elit bukan berarti mengajak untuk jadi murid tarekat, akan tetapi menajak untuk lebih empaty terhadap keadaan sesungguhnya dari bangsa ini, prihatin terhadap kondisi negara yang sangat memerlukan penanganan yang serius. Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada moral para pemimpinnya. Jikalau bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang bermartabat diantara bangsa-bangsa lain di dunia, maka ruh riyadlah dzikir Tarekat Tijaniyah dapat memecahkan solusi dalam pemecahan masalah bangsa Indonesia untuk bisa ke luar dari krisis multy-dimensional ini.

Pembangunan dalam bidang fisik dan materi sudah berjalan cukup baik, selayaknya diimbangi pula dengan pembangunan spritual. Dengan solusi demikian, Tarekat Tijaniyah akan berperan dalam dimensi sosial untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang makmur dan aman sentosa. Kedamaian dalam keamanan merupakan sumber dari baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur (negara aman dan sentosa)

Dengan latar belakang inilah, Tarekat Tijaniyah, berencana mengadakan acara:

SILATURAHMI, SILATUL FIKRI DAN ISTIGHOSAH UNTUK KESALAMATAN BANGSA yang dikemas dalam acara : IDUL KHOTMI ATTIJANI KE-216

JENIS PROGRAM

Silaturahmi dan istighosah untuk keselamatan Bangsa dan Negara melalui riyadlah satu miliyar shalawat fatih, diselenggarakan dalam acara Idul Khotmi al-Maktum wa Khatm al-Muhammadiyy al-Ma’lum Abi al-Faidi Syekh Ahmad bin Muhammad al-Tijani RA. Ke-216 Ikhwan Tarekat Tijaniyah Indonesia.

Adapun tahapan-tahapan yang akan diselenggarakan adalah:

- Istighosah Tijaniyah

- Halaqal Internal Muqoddam Tijaniyah

- Seminar Nasional

- Tabligh Akbar

MAKSUD DAN TUJUAN PROGRAM

Maksud Program

Maksud dari kegiatan ini adalah:

Sebagai perwujudan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, yang peduli terhadap nasib dan masa depan

Dosen dan Mahasiswa

DPRD se Madura

Birokarasi LSM dan Budayawan se Madura

Pengusaha sukses se Madura Tokoh Masyarakat dll

Moderator DR Akhyan Badruzzama

2. HALAQOH ILMIYAH HUSUS MUQADDAM

Hari/tanggal     : Sabtu, 14 Pebruari 2009

Tempat: Masjid Agung Kota Sampang

Waktu : Pukul 08.00 s/d 11.00 WIB

Peserta : 150 Muqoddam Thoriqoh Tijaniyah se Indonesia

3. KHOLWATIYAH DAN ISTIGHATSAH NASIONAL

Hari/tanggal : Sabtu, 14 Pebruari 2009

Tempat: Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan dan Auditorium untuk Putri

Waktu : Pukul 14.00 s/d 20.00 WIB

Peserta : Seluruh Ikhwan 20.000 0ranng

4. TABLIGH AKBAR IDUL KHOTMI NASIONAL

Hari/tanggal     : Ahad 18 Shofar 1430 H/15 Pebruari 2009

Tempat: Di Masjid Syuhada’ Kota Pamekasan

Waktu : Jam: 08.00 s/d 13.00 WIB

PESERTA

Kegiatan ini akan diikuti sekitar 200.000 orang terdiri dari: Jama’ah Tarekat Tijaniyah Indonesia dan Jama’ah Tarekat Muktabah Para Muqoddam dalam dan luar negeri, para Mursyid Tarekat Muktabah Tamu undangan yang terdiri dari Pemimpin Pemerintahan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Ormas dan Orpol, Instansi Pemerintah Terkait dan Panitia dibentuk dari para muqoddam, ikhwan dan muhbbin Tijaniyah

PENUTUP

Demikian proposal kegiatan ini kami sampaikan, dan kami berharap acara ini agar dijadikan sebagai sarana acuan konsepsional dan operasional kegiatan, serta promosi bagi produk sponsor dan kebijakan dari instansi yang mendukung. Mengingat Silaturahim Dan Istighosah Untuk Kesalamatan Bangsa Dalam Rangka IDUL KHOTMI AL-MAKTUM WA KHATM AL-MUHAMMADIYY AL-MA’LUM ABI AL-FAIDI SYEKH AHMAD BIN MUHAMMAD AL-TIJANI RA. KE-216 ini sangat penting, maka dukungan serta bantuan dari berbagai pihak dan lembaga atau instansi terkait sangat kami harapkan. Apabila ada kekurangan atau kekeliruan akan ditinjau kembali

SUMBER:http://www.at-tijani.com

PEDULI TERHADAP SESAMA

Dulu, ada seorang pedagang yang ingin melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah, setibanya di Makkah, ia segera menitipkan semua barang bawaannya yang berharga kepada seorang syekh yang dikenal sebagai ahli ibadah dan sangat terpercaya menjaga amanat. Sengaja memang ia titipkan agar ia lebih terkonsentrasi lagi di dalam melakukan ibadah.

Setelah lewat sebulan, dan pelaksanaan ibadah hajipun sudah selesai, maka si pedagang itupun kembali untuk menemui syekhnya untuk mengambil kembali barang titipannya. Tapi setibanya di sana ia mendapat kabar bahwa syekhnya telah meninggal dunia seminggu yang lalu, dan tidak ada seorangpun dari keluarganya yang mengetahui di mana syekh itu menyimpan barang titipannya. Maka dalam keadaan bingung itulah, si pedagang segera mendatangi salah seorang ulama di sana untuk meminta petunjuk. Si ulama berpesan :”Coba datangilah sumur zamzam nanti malam, karena sumur itu menjadi pintu penghubung antara alam dunia dengan alam barzakh. Panggillah nama syekh itu 3 kali, jika ia termasuk hamba Allah yang baik, maka pasti ia akan menjawab panggilanmu”.

Malam harinya si pedagangpun segera mendatangi tepian sumur zamzam dan berteriak-teriak memanggil nama syekhnya, tapi hampir menjelang pagi panggilannya tetap saja tidak mendapatkan jawaban. Dengan hati kecewa si pedagang kembali mendatangi si ulama dan menceritakan semua kegagalannya.

Mendengar semua itu si ulama terkejut :”Kalau begitu syekhmu termasuk orang-orang yang celaka. Coba kamu pergi ke Yaman, carilah sebuah sumur yang bernama Barohut, karena Imam at-Thobrony meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat Abdulloh bin Abbas ra, bahwa Rosulullah SAW bersabda :

خَيْرُ بِئْرٍ عَلَى وَجْهِ اْلأَرْضِ بِئْرُ زَمْزَمَ. فِيْهِ طَعَامٌ مِنَ الطَّعْمِ وَشِفَاءٌ مِنَ السَّقَمِ. وَشَرُّ بِئْرٍ عَلَى وَجْهِ اْلأَرْضِ بِئْرٌ بِوَادِي بَرَهُوْتَ بِقُبَّةِ حَضْرَمَوْتَ.

“Sumur yang terbaik di muka bumi ini adalah sumur zamzam, airnya dapat dijadikan sebagai makanan dari berbagai macam makanan dan menjadi obat dari berbagai macam penyakit. Sedangkan sumur yang terburuk di muka bumi ini adalah sumur di lembah Barohut yang terletak di wilayah Hadhromaut”.

Sumur itu juga menjadi pintu penghubung antara alam dunia dengan alam barzakh. Panggillah nama syekh itu 3 kali, jika ia termasuk hamba Allah yang durhaka, maka pasti ia akan menjawab panggilanmu”.

Si pedagangpun berangkat ke negeri Yaman untuk mencari lembah Barohut, dan di atas tepian sumur itu ia berteriak-teriak memanggil nama syekhnya. Tiba-tiba dari dalam sumur terdengar suara jawaban. Maka si pedagangpun bertanya :”Bagaimana mungkin tuan berada di tempat yang hina ini, bukankah tuan seorang ahli ibadah dan sangat terpercaya dalam menjaga amanat ?”

Suara dari dalam sumur itu menjawab :”Benar, Tapi saya masih mempunyai seorang adik perempuan yang hidupnya dalam kemiskinan. Ia tinggal jauh dipinggiran desa, sedangkan saya terlalu sibuk memikirkan diri saya sendiri, sehingga kehidupan saudara saya menjadi terlantar. Jika engkau menjumpainya nanti, tolong sampaikan permintaan ma`af dari saya kepadanya. Dan berikanlah sebagian harta warisan saya untuknya, mudah-mudahan ia mau mema`afkan kesalahan kakaknya ini”.

Si pedagang berjanji :”Ya, pasti semua akan saya sampaikan, tapi dimana tuan menyimpan semua barang yang saya titipkan ?”.

Suara itu menjawab :”Barang itu saya simpan di dalam lubang di dalam kamar saya. Bongkar saja, semua barang titipan mu ada di dalamnya”.

Si pedagang segera kembali ke Mekkah, dan setelah barang titipannya ia dapatkan, ia pun menemui saudara perempuan syekh yang tinggal di desa dan menyampaikan permoho nan ma`af darinya. Mendengar cerita itu adiknya menangis dan bersedia mema`afkan kesa lahan kakaknya. Malam harinya si pedagang mencoba datangi lagi tepian sumur zamzam dan berte riak-teriak memanggil nama syekhnya. Dan tiba-tiba dari dalam sumur terdengar suara jawaban dari syekhnya yang bersyukur dan berterima kasih kepadanya.

Kisah ini ditulis oleh Imam adz-Dzahaby di dalam kitabnya yang berjudul al-Kabaair pada halaman 35.

Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi ini dalam kehidupan yang berbeda-beda. Ada yang kaya ada juga yang miskin. Ada yang berilmu ada pula yang jahil. Ada yang berun tung, tapi tidak sedikit dari mereka yang kurang beruntung.

Berlain-lainannya kehidupan manusia itu sengaja diatur oleh Allah SWTagar mereka dapat saling membantu. Yang kaya dapat mengayomi saudaranya yang miskin. Yang berilmu dapat membimbing saudaranya yang jahil. Dan yang beruntung dapat membagi sedikit keuntungan kepada saudaranya yang kurang beruntung.

Dan begitu pula sebaliknya. Si kaya tidak akan dapat me nyedekahkan hartanya bila tidak ada orang miskin. Si alim juga tidak akan dapat mengajarkan ilmunya bila tidak ada orang bo doh. Dan yang beruntung tidak akan dapat berbuat kebaikan bila tidak ada saudaranya yang kurang beruntung.

Jadi, kehidupan dunia ini sengaja dibuat seperti ini agar kta dapat menjadikan kehidupan dunia ini sebagai sarana untuk berbuat amal kebaikan yang sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk kehidupan di negeri akhirat.

اَلَّذِيْ خَلَقَ اْلـمَوْتَ وَاْلـحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

Dialah Allah yang telah menciptakan kehidupan dan kematian, agar Dia dapat menguji kamu siapa diantara kamu yang paling baik amalnya

Bulan Romadhon telah banyak menganugerahkan kepa da kita berjuta hikmah yang sangat berharga. Bulan Romadhon telah banyak menyumbangkan kepada kita kekayaan rohani yang sangat mahal nilainya.

Coba kita perhatikan!!

Berkumpulnya kita di masjid selama satu bulan untuk me laksanakan sholat sunat taraweh, minimal telah menanamkan di dalam hati kita semangat kebersamaan dan persatuan. Bendera partai boleh berbeda, beragam suku boleh tak sama, tapi persa tuan dan persaudaraan umat Islam harus tetap lebih kita utama kan dari segalanya.

Atau bangunnya kita menjelang pagi untuk bersantap sa hur, minimal telah melatih diri kita untuk terbiasa bangun sebe lum subuh, untuk bertahajjud, membuka kontak saluran kalbu de ngan Allah, berzikir, bertafakkur, kemudian menghirup barokah yang telah Allah tuangkan di waktu pagi, seperti yang telah di isyaratkan oleh nabi dalam sebuah sabdanya :

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَــةٌ

Bangunlah di waktu sahur ! karena pada waktu

sahur itu, Allah tengah menebarkan barokahnya

di dalam kehidupanmu

Atau berpuasanya kita selama satu bulan, menahan diri untuk tidak makan, menahan diri untuk tidak minum walaupun makanan dan minuman tetap tersedia, minimal telah mendidik jiwa ini untuk ikut merasakan penderitaan orang-orang miskin. Orang-orang miskin yang keseharian mereka sangat akrab de ngan kelaparan, orang-orang miskin yang kesehariannya harus bekerja keras untuk sekedar menyambung hidup.

Karena sangat tidak mungkin untuk memberikan penjelas an tentang masalah orang-orang miskin hanya lewat sebuah pe nataran, lalu dibacakan sebuah makalah tentang kehidupan me reka yang sering kelaparan, sedangkan yang ngomong dan yang hadir orang-orang kenyang semua. Jelas hal ini tidak akan dapatmereka pahami.

Tapi Islam, satu-satunya agama yang telah Allah akui ke benarannya di dalam al-Qur`an, telah mengajarkan kepada peng anutnya untuk ikut serta merasakan lapar dan haus selama satu bulan. Ajarannya bukan hanya sekedar basa basi, tapi justru me nyentuh perasaan hati dari orang-orang yang mengamalkannya. Seolah-olah Allah berkata kepada kita : “Coba kalian rasakan la par dan haus, enak atau engga ? Kalo gak enak, tapi rasa lapar dan haus mu itukan cuma sebentar. Coba lihat orang-orang mis kin di sekitarmu, mereka terus merasakan lapar dan haus tanpa harus tahu kapan mereka dapat merubah hidup untuk mendapat kan kehidupan yang lebih baik”.

Islam, dengan konsep puasa dan zakatnya telah berhasil menyentuh perasaan hati kita yang paling dalam untuk tidak me mikirkan nasib sendiri saja, tapi mau melihat, mau memperhati kan orang-orang di sekitarnya yang mungkin sangat membutuh kan perhatian dari kita saudaranya.

Bukankah konsep ajaran Islam itu selalu menyentuh 2 sisi yang saling berpasangan ? sisi vertical dan sisi horizontal. Atau dalam bahasa agama biasa kita sebut dengan hablum minalloh dan hablum minannaas, menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan hubungan yang baik dengan sesama manusia.

Di dalam al-Qur`an pun selalu ada 2 pesan yang saling berpasa ngan, yaitu:

أَقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَآتوا الزّكـَـَاةَ

“Dirikanlah sholat untuk mendekatkan hubunganmu dengan Allah, tapi jangan lupa bayarlah zakat untuk menunjukkan rasa kepedulianmu terhadap sesama”

Artinya, jangan biarkan diri ini selalu sibuk berzikir, sibuk mengerjakan sholat, sibuk membaca al-Qur`an, tapi ada orang-orang di sekitar kita yang sangat membutuhkan kehadiran kita, ada orang-orang di sekitar kita yang sangat membutuhkan keikut sertaan kita dalam kehidupan mereka.

Dan begitu pula sebaliknya, jangan habiskan umur ini ha nya untuk bergaul yang tidak berguna, ngobrol dari pagi sampai sore, mencari dunia mengumpulkan harta, tapi ada kewajiban da lam kehidupan kita untuk coba mendekati Allah, ada kewajiban kita dalam hidup ini untuk mengingat Allah di dalam sholat, berzi kir bertafakkur dan berdo`a, agar jiwa ini menjadi lebih tenang dan stabil. Jika kedua konsep ini ada dalam kehidupan kita, ma ka kita termasuk orang-orang yang berbahagia, baik dalam kehi dupan dunia maupun dalam kehidupan di negeri akhirat nanti.

PALESTINA - ISRAEL DALAM KRONOLOGI SEJARAH

  1. 15000-3000SM

Bermukimnya kaum Arab Kan’an di kawasan Palestina dan kawasan itu dinamai “Tanah Kan’an”

3000-2500SM
Bermukimnya kabilah2 Arab Amuri di Kan’an

1805 SM
Nabi Ibrahim hijrah dari Irak ke Kan’an

1606 SM
Migrasi keturunan Nabi Ibrahim dari Kan’an ke Mesir

Catatan: keturunan Nabi Ibrahim ada dua, Ismail dan Ishaq. Keturunan Nabi Ismail ber-ras Arab (dan berujung pada Nabi Muhammad), dan keturunan Nabi Ishaq ber-ras Yahudi

1300 SM
Hijrahnya bangsa Palestina dari kepulauan Kert dan Lautan Egee (di Mediterania, antara semenanjung Balkan dan Anatoli/Asia Kecil) ke kawasan Kan’an, dan mereka bercampur dgn orang2 Arab asli penghuni Kan’an, lalu akhirnya kawasan itu berubah nama menjadi Palestina.

985 SM
Berdirinya kerajaan Nabi Daud (ras: Yahudi)

933 SM
Berakhirnya kerajaan Nabi Sulaiman (ras: Yahudi) dan terpecah2nya kerajaan ini.

732 SM
Dinasti Assuria (Irak) berkuasa di Palestina

608 SM
Bangsa Mesir berkuasa di Palestina

605 SM
Berkuasanya Caldea (dari jazirah Arab) di kawasan Syam (termasuk Palestina)

586 SM
Kekuasaan Caldea runtuh dan 5000 Yahudi diasingkan ke Babilonia (Irak)

538 SM
Cyrus, Kaisar Persia, berkuasa di Syam (yang meliputi juga Palestina)

332 SM
Alexander Macedonia menyerang Palestina

63 SM
Masuknya orang Romawi ke Palestina

135 M
Pemberontakan kaum Yahudi ditumpas oleh pasukan Romawi

267 M
Pendudukan Palestina oleh Ratu Zanubia dari Kerajaan Tadmur (Palmyre, di kawasan Syam)

272 M
Kekuasaan Tadmur berakhir dan Romawi kembali berkuasa di Palestina

614 M
Palestina dikuasai oleh Khousru Parviz, raja Iran dari dinasti Sasania

628 M
Romawi kembali berkuasa di Palestina

634-636 M
Masa penaklukan wilayah Palestina oleh pasukan muslim

636-1099 M
Pemerintahan Islam (khilafah Islam) berkuasa di Palestina silih berganti, mulai dari Khilafah periode Umawiyah, Abbasiah, hingga Fathimiah.

1099M
Pasukan Salib menyerang Palestina

1188 M
Perang Hathin antara pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin Al Ayyubi melawan pasukan Salib

1260 M
Perang antara Dinasti Mamaluk (Mesir, penerus kekuasaan Al Ayyubi) melawan pasukan Tatar (Mongol)

1291 M
“Pembersihan akhir” pasukan Salib dari wilayah Palestina oleh pasukan Mamaluk

1516 M
Dimulainya Khilafah Islam periode Utsmaniyah di Palestina dan kawasan2 Arab di sekitar Palestina, berlangsung hingga 400 tahun kemudian

1914-1917 M
Perang Dunia I meletus dan berakhir dgn kekalahan Khilafah Utsmaniyah, wilayah kekuasaan Khilafah Islam pun dibagi2 oleh Inggris dan Perancis. Palestina menjadi ’jatah’ Inggris.

2 Nov 1917
Deklarasi Balfour dirilis. Isi: dukungan Inggris bagi pembentukan negara Israel di kawasan Palestina.

Januari 1918
Seluruh kawasan Palestina jatuh ke tangan pasukan Sekutu yg dipimpin Jenderal Allenby (asal Inggris, keturunan Yahudi). Di kota Al Quds, dia mengucapkan kalimat, ”Hari ini, perang salib telah berakhir.”

1 Januari 1920
Kantor pemerintahan Inggris di Palestina (British Mandate of Palestine) berdiri, Komisi Tinggi-nya adl Herbert Samuel (keturunan Yahudi)

30 Januari 1922
Kongres AS menyetujui dukungan trhdp pendirian Israel di Palestina (disebut sebagai Deklarasi Balfour-Amerika)

23-29 Agts 1929
Pemberontakan org2 Palestina, memprotes aksi kekerasan pemuda2 Yahudi. Dikenal sebagai ”Kebangkitan Dinding Ratapan”.

20 Nov 1935
Izzudin Qassam, pemimpin kelompok pejuang Jihad Islam, gugur syahid dlm perang melawan pasukan Inggris di kota Jenin

1935-1948
Berbagai pembunuhan massal dilakukan oleh kelompok2 teroris Yahudi, dgn tujuan mengusir orang2 Palestina dari tanah air mrk, untuk kemudian diduduki oleh para imigran Yahudi yg didatangkan dari berbagai penjuru dunia.

29 Nov 1947
PBB meloloskan resolusi 181 tentang pembagian wilayah eks British Mandate of Palestine. Tujuannya adalah untuk mengatasi konflik antara pemukim Yahudi dan Arab yang semakin tajam di wilayah tersebut. Resolusi tersebut membagi wilayah ini menjadi dua negara. Sebagian diperuntukkan bagi sebuah negara Yahudi, sebagain lagi bagi sebuah negara Arab. Sementara kota Yerusalem berstatus Corpus Separatum yang tak berada dalam kekuasaan negara Yahudi maupun Arab.

14 Mei 1948
Jam 4 sore, org2 Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel dan beberapa menit kemudian, AS menyatakan pengakuannya thdp Israel.

15 Mei 1948
Era Mandat Inggris atas Palestina berakhir.

15 Mei 1948
Negara2 Arab menolak deklarasi Israel itu dan membentuk pasukan sekutu Arab (terdiri dari Suriah, Mesir, Jordan, Lebanon, Irak). Pecahlah Perang Pertama Arab-Israel.

Hasil perang: wilayah Israel bertambah luas, termasuk menduduki Yerusalem Barat. Mesir menguasai Jalur Gaza, Jordan menguasai Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ribuan warga Palestina jadi pengungsi.

11 Mei 1949
PBB menerima Israel sebagai anggota, dgn syarat Israel hrs menerima Resolusi 181 (isi: Israel hrs menerima pendirian negara Palestina) dan Res 194 (isi: Israel hrs mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka). Resolusi ini tak pernah dipatuhi, namun Israel tetap menjadi anggota PBB hingga kini.

Januari 1967
Perang 6 Hari Arab-Israel meletus, Arab kalah, Israel menguasai seluruh Yerusalem , Tepi Barat, Jalur Gaza, Sinai, Golan. Namun Mesir kemudian bersedia damai dgn Israel (mengakui eksistensi Israel dgn imbalan pengembalian Sinai, Camp David 1978).

10 Nov 1975
PBB mengesahkan Resolusi 3379 yang intinya menyatakan Rezim Zionis sebagai rezim rasialis.

18 Sept 1978
Perundingan Camp David antara Mesir-Israel, dimediatori AS

26 Maret 1979
Penandatanganan akhir perjanjian damai antara Anwar Sadat dan Menachem Begin, di Gedung Putih, disaksikan Jimmy Carter.

31 Jan 1980
Parlemen Israel menetapkan Yerussalem sbg ibu kota Israel, pdhl PBB menetapkan bhw kota itu adl zona int’l

9 Des 1987
Intifadah I dimulai

30 Okt 1991
Dimulainya konferensi Madrid, antara Zionis dgn Palestina yg diwakili oleh PLO

13 Sept 1993
Kesepakatan Oslo ditandatangani Zionis-PLO. Isi: PLO diberi wilayah otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat. Imbalannya, PLO mengakui eksistensi Israel. Ayatullah Khamenei, Rahbar Iran, terang2an menyebut ini sebagai ”tindakan bodoh” Yaser Arafat.

1 Juli 1994
Arafat memasuki Gaza dalam rangka mendirikan Otoritas Nasional Palestina (Palestinian National Authority; selanjutnya disebut PNA).

17 Januari 1997
Perjanjian Al Khalil ditandatangani Israel-PNA. Isi: 20% wilayah Al Khalil tetap dikuasai Israel, sisanya diserahkan kpd PNA.

23 Okt 1998
Perjanjian Maryland ditandatangani Israel-PNA. Isi: Israel menyerahkan sebagian wilyah di Tepi Barat kepada PNA, sebagai imbalan, PNA berjanji mengatasi masalah terorisme (teroris: istilah yg dipakai Barat utk para pejuang HAMAS)

12 Des 1998
Pertemuan Majelis Nasional Palestina digelar di Gaza. Pertemuan ini sudah di-setting AS dan Israel, sehingga keputusannya: menghapus salah satu isi deklarasi nasional Palestina yg menyebut ”menghapuskan Israel.”

22-24 Mei 2000
Tentara Zionis angkat kaki dari wilayah Lebanon selatan stlh bercokol di sana selama 22 tahun. Selama itu pula, tentara Hizbullah tak pernah henti berusaha mengusir Israel dan akhirnya, Israel pun menarik pasukannya dari Lebanon. Kemenangan ini menginspirasi rakyat Palestina.

28 Sept 2000
Intifadah Kedua dimulai (dipimpin oleh HAMAS, sementara PNA alias eks-PLO selalu berusaha menghentikan gerakan HAMAS. PNA telah menjadi alat bagi Israel utk memberangus perjuangan bangsa Palestina)

22 Maret 2004
Pemimpin HAMAS, Syeikh Ahmad Yasin, gugur syahid akibat teror Israel.

17 April 2004
Abdul Aziz Rantisi, pemimpin HAMAS (pengganti Syeikh Ahmad Yasin) gugur syahid akibat teror Israel.

9 Juli 2004
Mahkamah Int’l menetapkan bhw pembangunan Tembok Zionis adalah illegal, namun ketetapan ini tdk dihiraukan Israel. Pembangunan tmbok terus dilanjutkan shg membentuk sebuah penjara raksasa bagi banyak perkampungan Palestina.

26 Okt 2004
Gigihnya perjuangan Intifadah II membuat Israel kewalahan dan mengesahkan program penarikan mundur dari Jalur Gaza, sambil merancang konspirasi lain. Antara lain: penarikan mundur ini di-blow up media massa utk mengesankan bahwa Israel bersedia berdamai.

11 Nov 2004
Yaser Arafat tewas akibat diracuni oleh Zionis

Sept 2005
Dimulainya penarikan mundur tentara Israel dari Jalur Gaza. Inilah kemenangan para pejuang Palestina setelah 38 tahun. Namun, hingga kini, Israel terus melancarkan serangan dan teror ke Jalur Gaza.

Jan 2008
Israel kembali menunjukkan perangainya sebagai agresor, keras kepala, kejam, beringas dan berhati batu.

BERAGAM MANFAAT AIR LIUR

Beragam Manfaat Air Liur

By Republika Newsroom
Senin, 05 Januari 2009 pukul 14:13:00
Beragam Manfaat Air LiurCORBIS.COMPERLINDUNGAN: Air liur yang dihasilkan di dalam mulut bermanfaat sebagai pelumas sekaligus mempertahankan kesehtan rongga mulut.

JAKARTA– Bagi sebagian orang, air liur seringkali terlihat menjijikkan. Padahal air yang berasal dari dalam mulut itu mempunyai peran penting bagi kesehatan tubuh manuia.

Air liur atau saliva sebagian besar diproduksi oleh tiga kelenjar utama yakni kelenjar parotis, kelenjar sublingual dan kelenjar submandibula. Volume air liur yang diproduksi bervariasi yaitu 0,5 – 1,5 liter setiap hari tergantung pada tingkat perangsangannya.

Mengutip Guyton & Hall dalam Textbook of Medical Physiology, air liur atau saliva mengandung dua tipe pengeluaran atau sekresi cairan yang utama yakni sekresi serus yang mengandung ptyalin (suatu alfa amylase) yang merupakan enzim untuk mencernakan karbohidrat dan sekresi mucus yang mengandung musin untuk tujuan pelumasan atau perlindungan permukaan yang sebagian besar dihasilkan oleh kelenjar parotis.

Cairan tipe mucus itu disekresikan atau dikeluarkan setiap detik sepanjang waktu kecuali saat tidur yang produksinya lebih sedikit.

Dalam hal pencernaan, air liur berperan dalam membantu pencernaan karbohidrat. Karbohidrat atau tepung sudah mulai dipecah sebaagian kecil dalam mulut oleh enzim ptyalin. Enzim dalam air liur itu memecah tepung (amylum) menjadi disakarida maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya.

Misalnya, saat Anda mengunyah nasi yang terasa tawar lama-kelamaan akan terasa manis akibat pecahnya zat tepung menjadi maltosa yang rasanya manis.

Selain dalam pencernaan air liur juga berperan dalam kebersihan mulut. Sekresi saliva terutama tipe mucus penting dalam mempertahankan kesehatan jaringan rongga mulut. Rongga mulut berisi bakteri atau kuman patogen (merugikan) yang dengan mudah merusak jaringan dan menimbulkan karies gigi (gigi berlubang).

Air liur juga mencegah kerusakan dengan beberapa cara. Pertama, aliran air liur itu sendiri membantu membuang bakteri atau kuman patogen juga pertikel makanan yang memberi dukungan nutrisi metabolik bagi bakteri itu sendiri.

Kedua, air liur mengandung beberapa faktor yang menghancurkan bakteri salah satunya adalah ion tiosianat dan beberapa cairan proteolitik terutama lisosim yang menghancurkan bakteri,membantu ion tiosianat membunuh bakteri,mencerna partikel makanan dan air liur mengandung antibody protein yang menghancurkan bakteri.

Selain berfungsi untuk kesehatan dalam tubuh, air liur juga diyakini dapat memberikan manfaat bagi luar tubuh.

Sejak zaman dahalu, secara naluri ketika ada jari-jari Anda yang terluka akibat tergores pisau,Anda akan mengisap luka tersebut dengan mulut. Hewan pun demikian. Misalnya kucing, monyet, dan anjing, biasa membasuh tubuh dengan air liurnya ketika luka.

Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim mengisahkan, apabila ada sahabat yang tergores kemudian luka, maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu sembari membaca doa yang berbunyi “ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN”.

Sementara itu, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di Jepang pada tahun 2001 seperti yang dikutip dari cbn.com, air ludah mengandung 40 sampai 50 protein. Tiap protein punya fungsi yang berbeda-beda. Satu protein untuk menangkal debu, sinar, dan bahan kimia. Dari 50 protein itu di dalamnya ada 3 protein yang khusus untuk mikroorganisme.

Atas khasiat itulah, diyakini air liurnya bisa bermanfaat bagi gangguan mata, seperti katarak, rabun jauh dan dekat, atau gangguan mata karena cedera seperti terbentur, terkena benda tumpul maupun benda tajam. (berbagai sumber/cr2/ri)

SEJARAH ZIONISME

Zionisme dibawa ke dalam agenda dunia di akhir-akhir abad ke sembilan belas oleh Theodor Herzl (1860-1904), seorang wartawan Yahudi asal Austria. Baik Herzl maupun rekan-rekannya adalah orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang sangat lemah, jika tidak ada sama sekali. Mereka melihat “Keyahudian” sebagai sebuah nama ras, bukan sebuah masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi sebuah ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan bahwa penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air mereka sendiri. Mereka tidak mengandalkan pemikiran keagamaan ketika memutuskan tanah air manakah itu seharusnya. Theodor Herzl, sang pendiri Zionisme, suatu kali memikirkan Uganda, dan ini lalu dikenal sebagai “Uganda Plan.” Sang Zionis kemudian memutuskan Palestina. Alasannya adalah Palestina dianggap sebagai “tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi”, dibandingkan segala kepentingan keagamaan apa pun yang dimilikinya untuk mereka.

yahudi gambar

Petani dan Tembok Ratapan di depannya, yang menggambarkan pemimpin Zionis Max Nordau, Theodor Herzl, dan Prof. Mandelstamm, melukiskan “Impian Zionis.”

Sang Zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tak sesuai agama ini. Organisasi Zionis Dunia yang baru melakukan upaya propaganda besar di hampir semua negara yang berpenduduk Yahudi, dan mulai berpendapat bahwa Yahudi tidak dapat hidup dengan damai dengan bangsa-bangsa lainnya dan bahwa mereka adalah “ras” yang terpisah. Oleh karena itu, mereka harus bergerak dan menduduki Palestina. Sebagian besar orang Yahudi mengabaikan himbauan ini.

Menurut negarawan Israel Amnon Rubinstein: “Zionisme (dulu) adalah sebuah pengkhianatan atas tanah air mereka (Yahudi) dan sinagog para Rabbi”.Oleh karena itu banyak orang-orang Yahudi yang mengkritik ideologi Zionisme. Rabbi Hirsch, salah satu pemimpin keagamaan terkemuka saat itu berkata, “Zionisme ingin menamai orang-orang Yahudi sebagai sebuah lembaga nasional…. yang merupakan sebuah penyimpangan.”

Pemikir Islam Prancis yang terkenal Roger Garaudy melukiskan hal ini dalam sebuah pembahasan:

Musuh terburuk keyakinan Yahudi yang jauh ke depan adalah logika para nasionalis, rasis, dan kolonialis dari Zionisme kebangsaan, yang dilahirkan dari nasionalisme, rasisme, dan kolonialisme abad ke-19 di Eropa. Logika ini, yang menginspirasi semua penjajahan Barat dan semua perang antara satu nasionalisme dengan nasionalisme lainnya, adalah sebuah logika yang membunuh diri sendiri. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan tidak ada keamanan di Timur Tengah kecuali jika Israel meninggalkan paham Zionismenya dan kembali ke agama Ibrahim, yang adalah warisan bersama, bersifat keagamaan, dan persaudaraan dari tiga agama wahyu: Yudaisme, Nasrani, dan Islam.

Dengan cara ini, Zionisme memasuki politik dunia sebagai sebuah ideologi rasis yang menganut paham bahwa Yahudi seharusnya tidak hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain. Pertama-tama, ini adalah gagasan yang keliru yang menciptakan masalah parah bagi dan tekanan atas orang-orang Yahudi yang hidup dalam belenggu ini. Kemudian, bagi orang-orang Islam di Timur Tengah, paham ini membawa kebijakan Israel tentang pendudukan dan perebutan wilayah bersama-sama dengan kemiskinan, teror, pertumpahan darah, dan kematian.

Pendeknya, Zionisme sebenarnya adalah sebuah bentuk nasionalisme sekuler yang berasal dari filsafat sekuler, bukan dari agama. Akan tetapi, seperti dalam bentuk nasionalisme lainnya, Zionisme juga berusaha menggunakan agama untuk tujuannya sendiri.

Kesalahan Penafsiran Taurat oleh Para Zionis

Taurat adalah sebuah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Musa. Allah berkata dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)…” (Al-Qur’an, 5:44). Al-Qur’an juga berkata bahwa Taurat kemudian akan dikotori oleh perkataan manusia di dalamnya. Inilah kenapa apa yang kita miliki saat ini adalah “Taurat yang menyimpang.”

Akan tetapi, sebuah penelitian lebih dekat mengungkap adanya kebanyakan kebenaran agama yang terkandung dalam Kitab yang pernah diwahyukan ini, seperti keimanan kepada Allah, penghambaan diri kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, takut kepada Allah, cinta kepada Allah, keadilan, kasih sayang, cinta kasih, melawan kekejaman dan ketidakadilan, yang semuanya ditemukan di seluruh Taurat dan kitab lainnya dari Perjanjian Lama.

Terlepas dari ini, perang yang terjadi dalam sejarah dan pembunuhan yang terjadi karenanya juga disebutkan di dalam Taurat. Jika manusia ingin menemukan sebuah dasar, meskipun dengan memutarbalikkan kenyataan, untuk kekejaman, pembantaian, dan pembunuhan, mereka bisa menjadikan bab-bab dalam Taurat tersebut sebagai acuan. Zionisme memilih cara mutlak yang mengesahkan terorismenya, yang sebenarnya adalah sebuah terorisme fasis. Dan, ini sangat berhasil. Misalnya, Zionisme menggunakan bab-bab (dari Taurat) yang terkait dengan perang dan pembantaian untuk mengesahkan pembantaian orang-orang Palestina yang tak berdosa. Padahal, ini adalah sebuah penafsiran menyimpang yang disengaja. Zionisme menggunakan agama untuk mengesahkan fasismenya dan ideologi rasisnya.

Para Zionis juga mendasarkan pernyataan mereka pada penafsiran mereka tentang ayat-ayat yang berhubungan dengan “orang pilihan” yang pernah dikaruniakan Allah kepada orang Yahudi suatu kali. Beberapa ayat Al-Qur’an berhubungan dengan persoalan ini:

Hai Bani Israil, ingatlah akan ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat45. (Qur’an, 2:47)

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya). (Qur’an, 45:16)

Al-Qur’an menerangkan bagaimana pada suatu kali Allah memberkati orang-orang Yahudi, dan bagaimana pada kali lainnya Dia menjadikan mereka berkuasa atas bangsa-bangsa lain. Namun ayat-ayat ini tidaklah menyiratkan “orang pilihan” seperti apa yang dipahami orang-orang Yahudi radikal. Ayat-ayat tersebut menunjukkan kenyataan bahwa banyak nabi-nabi yang datang dari keturunan ini, dan bahwa orang-orang Yahudi memerintah di daerah yang luas pada saat itu. Ayat-ayat tersebut menerangkan bahwa dengan berkat kedudukan kekuasaan mereka, mereka “lebih diutamakan di atas semua manusia lain.” Ketika mereka menolak Isa, ciri ini pun berakhir.

Al-Qur’an menyatakan bahwa orang yang terpilih tersebut adalah para nabi dan orang-orang beriman yang Allah tunjuki kepada kebenaran. Ayat-ayat ini menyebutkan bahwa para nabi itu telah dipilih, ditunjuki jalan yang benar, dan diberkati. Berikut ini adalah beberapa ayat yang terkait dengan persoalan ini:

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya90 di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (Qur’an, 2: 130)

Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. (Qur’an, 6:87-89)

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (Qur’an, 19:58)

Namun orang-orang Yahudi radikal, yang mempercayai keterangan menyimpang, melihat “orang yang terpilih” sebagai ciri kebangsaan sehingga mereka menganggap setiap orang Yahudi terlahir unggul dan bahwa Bani Israil selamanya dianggap unggul dari semua manusia lainnya.

Penyimpangan kedua yang terbesar dari sudut pandang ini menampilkan anggapan keunggulan ini sebagai “suatu perintah untuk melakukan kekejaman atas bangsa lain.” Untuk tujuan ini, para Zionis membenarkan perilaku mereka melalui kebencian-kebencian turun-temurun yang bisa ditemukan dalam beberapa hal pada Yudaisme Talmud. Menurut pandangan ini, hal yang lumrah bagi orang-orang Yahudi untuk menipu orang-orang non-Yahudi, untuk merampas hak milik dan bangunan mereka, dan, ketika diperlukan bahkan membunuh mereka, termasuk wanita dan anak-anak.Kenyataan menunjukkan, semua ini adalah kejahatan yang melecehkan agama sejati, karena Allah memerintahkan kita untuk melestarikan keadilan, kejujuran, dan hak orang-orang tertindas, dan hidup dalam kedamaian dan cinta.

Lebih jauh lagi, pernyataan anti-non-Yahudi ini bertentangan dengan Taurat itu sendiri, seperti ayat-ayat yang mengutuk penindasan dan kekejaman. Akan tetapi, ideologi rasis Zionisme mengabaikan ayat-ayat seperti itu untuk menciptakan sistem kepercayaan berdasarkan amarah dan kebencian. Tanpa mempedulikan pengaruh ideologi Zionis, beberapa orang Yahudi yang benar-benar percaya pada Allah akan mengetahui bahwa agama mereka mengajarkan mereka untuk tunduk pada ayat-ayat lainnya ini yang memuji perdamaian, cinta, kasih, dan perilaku etis, seperti:

Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran. Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan. Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegur orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. (Perjanjian Lama, Imamat, 19:15-17)

Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Perjanjian Lama, Mikha, 6:8)

Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu … (Perjanjian Lama, Keluaran, 20:13-17)

Menurut Al-Qur’an pun, perang hanyalah khusus sebagai sarana mempertahankan diri. Bahkan jika perang akan diumumkan dalam suatu masyarakat, kehidupan orang-orang tak berdosa dan aturan hukum harus dilindungi. Suatu perintah untuk membunuh wanita, anak-anak, dan orang-orang tua tidak dapat disampaikan oleh agama manapun, kecuali hanya oleh tipu-daya yang berkedok agama. Dalam Al-Qur’an, Allah tidak hanya mengutuk jenis kebencian seperti ini namun juga menyatakan bahwa semua manusia sama dalam pandangan-Nya dan bahwa kelebihan seseorang itu tidaklah didasarkan pada ras, keturunan, atau segala kelebihan keduniaan lainnya, melainkan pada ketakwaan - cinta bagi dan kedekatan kepada Allah.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qur’an, 49:13)

Terlepas dari kedok agamanya yang palsu, alasan sesungguhnya dari ketidakmanusiawian dan kekejaman Zionisme adalah hubungannya dengan mentalitas penjajahan Eropa di abad kesembilan belas. Penjajahan bukan semata sebuah sistem politik atau ekonomi; penjajahan juga sekaligus sebuah ideologi. Zionisme, yang percaya bahwa negara-negara industri Barat mempunyai hak untuk menjajah dan menduduki bangsa-bangsa terkebelakang di wilayah ini, melihat ini sebagai akibat alami dari sebuah proses “seleksi alam” internasional. Dengan kata lain, Zionisme adalah sebuah produk Darwinisme Sosial. Dalam kerangka ideologi ini, Inggris menjajah India, Afrika Selatan, dan Mesir. Prancis menjajah Indocina, Afrika Utara, dan Guyana. Karena terinspirasi oleh contoh-contoh ini, para Zionis memutuskan untuk menjajah Palestina bagi orang-orang Yahudi.

Kolonialisme Zionis menjadi jauh lebih buruk dibanding “rekan-rekannya” Inggris dan Prancis, karena paling tidak mereka (Inggris dan Prancis) mengizinkan daerah pendudukan mereka untuk hidup (setelah menyerah) dan bahkan memberi sumbangan kepada negara pendudukan dengan pendidikan, pemerintahan yang adil, dan prasarana. Namun, seperti yang akan kita lihat nanti, para Zionis tidak mengakui hak-hak orang Palestina untuk hidup; mereka melakukan pembersihan etnis, dan tidak memberi apa pun kepada orang-orang yang mereka jajah. Anda mungkin bahkan berkata mereka tidak memberi satu batu bata pun bagi orang-orang Palestina.

Pertentangan Zionisme dengan Yahudi

Sifat lainnya dari Zionisme adalah kepercayaannya kepada tema-tema propaganda palsu, mungkin yang paling penting adalah semboyan “sebuah tanah tanpa manusia untuk seorang manusia tanpa tanah.” Dengan kata lain, Palestina, “tanah tanpa manusia” harus diberikan kepada orang-orang Yahudi, “manusia tanpa tanah.” Dalam 20 tahun pertama abad kedua puluh, Organisasi Zionis Dunia menggunakan semboyan ini dengan sepenuh hati untuk meyakinkan pemerintahan Eropa, khususnya Inggris dan rakyatnya bahwa Palestina harus diserahkan kepada orang-orang Yahudi. Pada tahun 1917, akibat kampanye persuasifnya, Inggris mengumumkan Deklarasi Balfour bahwa “Pemerintahan Yang Mulia memandang pentingnya pendirian di Palestina sebuah tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi… di Palestina.”

Kenyataan menunjukkan, semboyan “tanah tanpa manusia untuk manusia tanpa tanah” ini tidaklah benar. Ketika gerakan Zionis dimulai, orang-orang Yahudi tidaklah “tanpa tanah” dan Palestina pun bukannya tanpa manusia…

Orang-orang Yahudi tidaklah tanpa tanah karena sebagian besar mereka hidup di berbagai negara dengan damai dan aman. Khususnya di negara-negara industri Barat, persekutuan ibadat Yahudi tidak punya keluhan apa pun tentang kehidupan mereka. Bagi sebagian besar mereka, gagasan meninggalkan negara mereka untuk pindah ke Palestina tidak pernah terlintas dalam benak mereka. Kenyataan ini akan muncul belakangan ketika ajakan Zionis untuk “Pindah ke Palestina” secara luas diabaikan. Dalam tahun-tahun berikutnya, orang-orang Yahudi anti-Zionis yang kita bicarakan ini secara aktif menolak gerakan Zionis melalui ikatan-ikatan yang mereka dirikan sendiri.

Menerima dukungan resmi dengan Deklarasi Balfour, para Zionis merasakan dirinya berada dalam keadaan yang sulit ketika banyak saudara-saudara Yahudinya menolak pindah. Dalam hal ini, pernyataan Chaim Weizman sangat menohok:

Deklarasi Balfour pada 1917 diputuskan di awang-awang… setiap hari dan setiap jam dalam 10 tahun terakhir ini, ketika membuka surat kabar, saya berpikir: kapan hembusan angin surga lainnya datang? Saya terguncang karena takut Pemerintah Inggris akan memanggil saya dan bertanya: “Beritahu kami, apakah Organisasi Zionis ini? Di manakah mereka, para Zionismu?”… Orang-orang Yahudi, mereka tahu, menentang kami; kami berdiri sendiri di sebuah pulau kecil, sebuah kelompok Yahudi yang amat kecil dengan masa lalu yang asing.


Surat yang dikirim oleh Menteri Luar Negeri Inggris Sir Arthur Balfour pada Lord Rothschild yang dikenal sebagai “Deklarasi Balfour.” Bawah: gambar surat aslinya; Atas: Sir Balfour.

Oleh karena itu para Zionis mulai terlibat dalam “kegiatan-kegiatan khusus” untuk “mendorong” pindahnya orang Yahudi ke Palestina, bahkan memaksa jika diperlukan, seperti mengganggu orang-orang Yahudi di negara-negara asalnya dan bekerja sama dengan para anti-Semit untuk meyakinkan bahwa pemerintah akan mengusir orang-orang Yahudi. (Lihat Harun Yahya, Soykirim Vahseti (The Holocaust Violence,), Vural Yayincilik, Istambul, 2002). Dengan demikian, Zionisme mengembangkannya sebagai gerakan yang mengganggu dan menteror rakyatnya sendiri.

Sekitar 100.000 orang Yahudi pindah ke Palestina antara tahun 1920-1929. Jika kita merenungkan bahwa ada 750.000 orang Palestina pada saat itu, maka 100.000 pasti bukanlah jumlah yang kecil. Organisasi Zionis memegang kendali penuh atas perpindahan ini. Orang-orang Yahudi yang menginjakkan kaki di Palestina ditemui oleh kelompok Zionis, yang menentukan di mana mereka akan tinggal dan pekerjaan apa yang akan mereka lakukan. Perpindahan ini didorong oleh pemimpin-pemimpin Zionis dengan berbagai imbalan. Akibat upaya yang giat di seluruh Palestina, Eropa, dan Rusia, penduduk Yahudi di Palestina mencatat pertumbuhan yang pesat dalam hal jumlah dan tempat tinggalnya. Bersamaan dengan adanya peningkatan kekuasaan Partai Nazi, orang-orang Yahudi di Jerman menghadapi tekanan yang semakin meningkat, suatu perkembangan yang semakin mendorong perpindahan mereka ke Palestina. Kenyataan Zionis mendukung penindasan Yahudi ini adalah sebuah fakta, dan masih menjadi salah satu rahasia sejarah yang paling terpendam. (Lihat Harun Yahya, Soykirim Vahseti (The Holocaust Violence), Vural Yayincilik, Istanbul, 2002)

Pertentangan Zionisme dengan Masyarakat Arab

Para Zionis tidak diragukan lagi telah melakukan kekejaman terburuk kepada orang-orang yang memiliki “sebuah tanah tanpa manusia”: orang-orang Palestina. Semenjak hari ketika Zionisme memasuki Palestina, para pengikutnya telah berusaha untuk menghancurkan orang-orang Palestina. Untuk memberi ruang bagi para imigran Yahudi, baik dipengaruhi oleh gagasan Zionis maupun takut pada anti-Semitisme, orang-orang Palestina terus ditekan, diasingkan, dan diusir dari rumah-rumah dan tanah mereka. Gerakan untuk menduduki dan mengasingkan ini, yang didorong oleh didirikannya Israel pada tahun 1948, menghancurkan kehidupan ratusan ribu orang-orang Palestina. Hingga hari ini, sekitar 3,5 juta orang Palestina masih berjuang untuk kehidupannya sebagai pengungsi dalam keadaan yang paling sulit.

Semenjak 1920an, perpindahan orang Yahudi yang diorganisir oleh Zionis telah dengan mantap mengubah keadaan demografi Palestina dan telah menjadi sebab terpenting berkepanjangannya pertentangan. Statistik yang terkait dengan peningkatan penduduk Yahudi ini secara langsung membuktikan kenyataan ini. Angka-angka ini adalah petunjuk penting tentang bagaimana sebuah kekuatan penjajahan dari luar negeri, kekuatan tanpa hak hukum atas tanah tersebut datang untuk merampok hak-hak penduduk asli.

Menurut catatan-catatan resmi, jumlah imigran Yahudi ke Palestina meningkat dari 100.000 pada tahun 1920an menjadi 232.000 pada tahun 1930an. Hingga 1939, penduduk Palestina yang jumlahnya 1,5 juta jiwa telah termasuk 445.000 orang Yahudi. Jumlah mereka, yang hanya 10% saja dari jumlah penduduk 20 tahun sebelumnya, sekarang menjadi 30% dari seluruh penduduk. Pemukiman Yahudi juga berkembang pesat, dan per 1939 orang-orang Yahudi memiliki dua kali dari jumlah tanah yang mereka miliki pada tahun 1920an.

TAHUN JUMLAH ORANG YAHUDI YANG PINDAH
1920 (September-Oktober) : 5.514
1921 : 9.149
1922 : 7.844
1923 : 7.421
1924 : 12.856
1925 : 33.801
1926 : 13.081
1927 : 2.713
1928 : 2.178
1929 : 5.249

Pengumuman resmi Deklarasi Balfour menandai awal perpindahan Yahudi besar-besaran dan cepat ke Palestina. Tabel di kiri memperlihatkan jumlah orang Yahudi yang pindah ke Palestina antara 1920 dan 1929. Selama masa ini, sekitar 100.000 orang Yahudi memasuki Palestina.

British Government, The Political History of Palestine under the British Administration, Palestine Royal Commision Report, Cmd. 5479, 1937, hlm. 279

Per 1947, ada 630.000 orang Yahudi di Palestina dan 1,3 juta orang Palestina. Antara 29 November 1947, ketika Palestina diberi dinding pembatas oleh PBB, dengan 15 Mei 1948, organisasi teroris Zionis mencaplok tiga perempat Palestina. Selama masa itu, jumlah orang-orang Palestina yang tinggal di 500 kota besar, kota kecil, dan desa turun drastis dari 950.000 menjadi 138.000 akibat serangan dan pembantaian. Beberapa di antaranya terbunuh, beberapa terusir.

Dalam menjelaskan kebijakan pendudukan yang diterapkan Isrel pada tahun 1948, revisionis Israel yang terkenal, Ilan Pappe membuka sebuah rahasia, rencana tak tertulis untuk mengusir orang-orang Arab dari Palestina. Menurut rencana ini, setiap desa atau pemukiman Arab yang tidak menyerah kepada kekuatan Yahudi, yang tidak akan mengibarkan bendera putih, akan dibumihanguskan, dihancurkan, dan orang-orangnya diusir. Setelah keputusan ini dilaksanakan, hanya empat desa yang mengibarkan bendera putih; kota-kota dan desa-desa lainnya pasti akan menjadi sasaran pengusiran.

Dengan cara ini, 400 desa Palestina terhapus dari peta selama 1949-1949. Hak milik yang ditinggalkan orang-orang Palestina dikuasai oleh orang-orang Yahudi, atas dasar Hukum Hak Milik Tak Ditempati. Hingga tahun 1947, kepemilikan tanah orang-orang Yahudi di Palestina adalah sekitar 6%. Pada saat negara Israel resmi didirikan, kepemilikan itu telah mencapai 90% dari seluruh tanah.

Gambar di kiri menunjukkan orang-orang Yahudi yang pindah ke Palestina pada 1930. Gambar di atas memperlihatkan Yahudi yang tiba pada tahun 1947. Sebelum orang-orang Palestina mengerti apa arti perpindahan ini untuk masa depan mereka, perbandingan penduduk di daerah ini bergeser untuk keuntungan Yahudi.

yahudi peta

1) Negara tempat perpindahan di mulai 2) Jumlah Imigran Yahudi 3) Akhir perpindahan

Program perpindahan yang diorganisir oleh para pemimpin Zionis diejawantahkan dengan kecepatan mengejutkan, dimulai pada awal 1900an. Orang-orang Yahudi yang pindah dari Afrika Utara, Uni Soviet, dan berbagai negara Timur Tengah menggeser perbandingan penduduk di Palestina untuk keuntungan orang-orang Yahudi.

Selama kekuasaan Inggris, lebih dari 1500 orang Palestina yang berjuang untuk kemerdekaannya terbunuh dalam pertempuran yang dilakukan oleh tentara-tentara Inggris. Di samping itu, ada pula beberapa orang Palestina yang ditahan oleh Inggris karena menentang pendudukan Yahudi. Tekanan pemerintah Inggris menyebabkan kekerasan serius terhadap mereka. Namun, terorisme Zionis tak terbandingkan kekejamannya. Kekejaman Zionis, yang pecah begitu berakhirnya Kekuasaan Inggris, meliputi pembakaran desa-desa, penembakan wanita, anak-anak, dan orang tua seolah sebuah hukuman mati; penyiksaan korban-korban tak berdosa,; dan pemerkosaan wanita-wanita dewasa dan remaja.

Sekitar 850.000 orang Palestina yang tidak tahan akan kekejaman dan penindasan ini meninggalkan tanah dan rumah mereka dan tinggal di Tepi Barat, Jalur Gaza, serta di sepanjang perbatasan Libanon dan Yordania. Sekitar satu juta orang Palestina masih tinggal di kamp-kamp pengungsian ini, sementara 3,5 juta lainnya tinggal sebagai pengungsi-pengungsi jauh dari tanah air mereka.

Tanah Palestina Dibagi


1) Wilayah Inggris
2) Wilayah Arab
3) Wilayah Yahudi
4) Wilayah Internasional

Ketika Palestina berada di bawah kendali Inggris setelah Perang Dunia I, gelombang besar perpindahan Yahudi ke daerah ini dimulai. Perpindahan ini lambat laun mulai meningkat pesat. Selama masa ini, beberapa badan didirikan untuk menentukan bagaimana orang Yahudi dan Palestina berbagi tanah. Badan yang terkenal adalah the Peel Commission, yang dikepalai oleh bekas Menteri Luar Negeri Inggris untuk India Lord Earl Peel, dan Komisi Morrison-Grady, yang dibentuk melalui kemitraan Amerika-Inggris. The Peel Commission mengusulkan agar pengawasan Inggris ditingkatkan dan daerah ini dibagi antar kedua kelompok, hanya Yerusalem dan Haifa yang tetap di bawah kendali Inggris dan akan terbuka untuk pengamat internasional. Morrison-Grady Plan mengusulkan agar Palestina dibagi atas empat daerah kantong terpisah. Namun, anggota badan ini tidak memperhitungkan bahwa tanah yang sedang mereka bagi ini dimiliki oleh orang-orang Palestina selama berabad-abad, dan tak seorang pun punya hak untuk memaksa mereka membaginya bertentangan dengan kehendak mereka.

Orang-orang Palestina yang hidup di kamp-kamp pengungsian hari ini menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang paling dasar sekalipun. Mereka hanya bisa menggunakan air dan listrik jika orang Israel mengizinkannya, dan berjalan bermil-mil untuk bekerja demi upah yang amat rendah. Bagi mereka yang pergi bekerja atau mengunjungi kerabat yang tinggal di dekat kamp pengungsian, perjalanan itu seharusnya tidak lebih dari 15 menit saja. Akan tetapi, kejadiannya sering berubah menjadi mimpi buruk karena pemeriksaan identitas di tempat-tempat pemeriksaan yang sering dilakukan, di mana para tentara yang bertugas melakukan kepada mereka pelecehan, penghinaan, dan perendahan. Mereka tidak dapat berpindah dari tempat A ke tempat B tanpa passport. Dan karena tentara-tentara Israel sering menutup jalan untuk alasan “keamanan,” orang-orang Palestina sering tidak dapat pergi bekerja, pergi ke tempat yang ingin mereka tuju, atau bahkan untuk menuju rumah sakit ketika mereka jatuh sakit. Bahkan, orang-orang yang hidup di kamp-kamp pengungsian tiap hari hidup dalam rasa takut akan dibom, dibunuh, dilukai, dan ditahan, karena pemukiman orang-orang Yahudi fanatik di sekitar kamp menjadi ancaman sesungguhnya mengingat pelecehan dan serangan yang dilancarkan oleh penduduk Yahudi fanatiknya.

Tentu, diusir dari rumah dan dipaksa meninggalkan tanah asal seseorang mengakibatkan banyak kesulitan. Namun, inilah takdir Allah. Sepanjang sejarah, masyarakat Muslim telah terusir dari rumah mereka dan menghadapi berbagai jenis tekanan, penyiksaan, dan ancaman oleh orang-orang yang tak beriman. Para pemimpin yang kejam atau orang-orang yang menggunakan kekuasaan sering mengusir orang-orang yang tak berdosa dari tanah mereka hanya karena keturunan atau keyakinan mereka. Apa yang diderita oleh orang-orang Islam di banyak negara, juga orang-orang Palestina, telah diwahyukan di dalam Al-Qur’an. Namun Allah membantu semua orang yang tetap sabar, menunjukkan akhlak terpuji, dan menolak menakut-nakuti orang laii meskipun mengalami kekerasan. Seperti yang Allah nyatakan dalam Al-Qur’an:

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain259. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (Qur’an, 3:195)

Dengan demikian, akan datang suatu hari ketika semua orang-orang Palestina akan hidup dalam kedamaian, keamanan, dan persaudaraan. Tapi ini hanya dimungkinkan dengan menyebarluaskan akhlak Al-Qur’an antar manusia, karena akhlak seperti itu bersifat memaafkan dan toleran; mempertahankan kedamaian; menekankan pada cinta kasih; rasa hormat, dan kasih sayang; dan pengikutnya saling berlomba untuk beramal saleh. Ketika akhlak yang baik mengemuka, penindasan dan gangguan tidak dapat hidup. Dan lebih jauh lagi, ketika akhlak ini ditunjukkan dengan sepenuh hati, persaudaraan Muslim akan meningkat dan mereka akan mendapatkan kekuatan untuk melakukan sebuah perjuangan intelektual melawan kekejaman. Oleh karena itu, menerapkan sistem tata prilaku Qurani akan membawa kita menuju akhir dari kekejaman tidak hanya di Palestina, melainkan juga di seluruh dunia. Kewajiban umat Islam adalah menyebarluaskan tata prilaku tersebut.

5- Amnon Rubinstein, The Zionist Dream Revisited, hlm. 19
16- Washington Post, Oktober 3, 1978
17- Roger Garaudy, “Right to Reply: Reply to the Media Lynching of Abbe Pierre and Roger Garaudy”, Samizdat, Juni 1996
18- For Talmud’s anti-gentile remarks, see Israel Shahak, Jewish History, Jewish Religion:, The Weight of Three Thousand Years (AMEU: 1994)
19- United Nations Report, “The Origins and Evolution of the Palestine Problem 1917-1988,” New York, 1990, tanda penegasan ditambahkan.
20- British Government, The Political History of Palestine under the British Administration, (Memorandum to the United Nations Special Committee on Palestine) Jerusalem, 1947, hlm. 279.
21- Royal Institute of International Affairs, Great Britain and Palestine, (London, Chatham House: 1946), hlm. 61.
22- Ralph Schoenman, The Hidden History of Zionism, (Veritass Press: 1988), tanda penegasan ditambahkan
23- Baudouin Loos, “An Interview of Ilan Pappe,” November 29 1999, http://msanews.mynet.net/Scholars/Loos/pappe.html.
24- Weite Diary, A 24617, entry dated 20 December 1940, Central Zionist Archives, Jerusalem, hlm. 1090-1091.
25. Uri Davis, Israel: An Apartheid State (London and New Jersey, Zed Books: 1987), Introduction, tanda penegasan ditambahkan.
26. Schoenman, The Hidden History of Zionism, tanda penegasan ditambahkan.

ISLAMNYA LEGENDA POP DUNIA


Michael Jackson Bangun Mesjid di Bahrain

Manama, lirboyo.com
Sebelum memutuskan beralih memeluk Islam, Michael Jackson ternyata telah beramal dan memberikan sumbangsih untuk dunia Islam. Dia memberikan sumbangan tak sedikit untuk pembangunan sebuah mesjid di Manama, Bahrain.

Mesjid tersebut dibangun dengan keindahan seni yang luar biasa. Mesjid itu terletak di dekat rumah Jackson yang mewah di ibukota Bahrain itu.

“Mesjid itu didesain sekaligus sebagai tempat belajar prinsip dan pelajaran Islam. Juga dibangun tempat belajar bahasa Inggris. Guru-guru dengan standar tinggi didatangkan dari Amerika Serikat di bawah supervisinya,” ujar juru bicara panitia pembangunan mesjid itu.

Pada awalnya, Jackson melakukan hal tersebut sebagai bentuk apresiasinya terhadap masyarakat Bahrain. Masyarakat setempat menyambutnya dengan baik dan memperlakukannya seakan-akan dia adalah warga negara Bahrain.

Michael Jackson, sebagaimana dilaporkan, beralih keyakinan dari seorang Kristen menjadi Islam. Dia dikabarkan telah mengucapkan kalimat syahadat di rumah seorang karibnya di Los Angeles. Dia pun terlihat menggunakan baju tradisional wanita Arab bersama salah seorang anak angkatnya.

Mikhail, begitu namanya setelah memeluk Islam, bukanlah orang pertama di keluarga besar Jackson yang berpindah agama menjadi muslim. Sebelumnya, kakaknya, Jermaine Jackson yang sudah tinggal di Bahrain, juga memeluk Islam.

Jermaine pula yang mengisyaratkan, bahwa Jackson telah mempertimbangkan untuk mengganti keyakinannya memeluk agama Islam. “Ketika saya kembali dari Mekah, saya membawa banyak buku untuknya. Dia (Michael) juga bertanya banyak hal tentang agama dan saya mengatakan bahwa Islam penuh kedamaian dan sangat indah,” kata Jermaine yang menjadi muslim sejak 1989.

“Dia membaca segala hal dan dia bangga kepada saya bahwa saya telah menemukan sesuatu yang membuat kekuatan hati dan kedamaian. Dia dapat melakukan banyak hal, seperti yang saya coba lakukan. Michael, saya dan Allah, kami bisa melakukan banyak hal,” paparnya. (nuorid)

Pengirim : Emha Nabil

Macam ilmu Islam Kejawen

 

Macam ilmu Islam Kejawen

Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen, kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia biasa, sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika, Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral, keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya, bahkan menganggap wali atau orang suci.
Perlu diterangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.
Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Oleh kerena itu, saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani.

Aliran Islam Kejawen

Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional).
Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.
Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami, misalnya puasa, wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.
Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.
Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.

Konsep Aliran Islam Kejawen

Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.
Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural, Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat.
Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.
Khodam. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam disebut juga Qorin, ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita, tapi juga bukan banci. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia.

Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen

Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.

1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal
Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll.

2. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan
Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang.
Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.

3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo
Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.

4. Ilmu Khodam
Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.
5. Ilmu Permainan (Atraksi)
Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia.

Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib

Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Yaitu:

1.
Menjalankan Tirakat. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya, karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan.

2.
Pengisian. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural, yaitu dengan cara pengisian. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.

3.
Warisan Keturunan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka.

Mitos Tentang Efek Samping

Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati, susah dapat rezeki, bisa sakit jiwa (gila), menderita saat akan mati dll. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan.
Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin, tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja, hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Jadi bukan karena Ilmunya.
Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki, menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya, bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah.

Kejadian Jin

Kejadian Jin

Posting aku ambil dari negeri tetangga sama forum kaskus.us…..

JIN

Ä Dari segi bahasa ialah suatu yang tersembunyi atau terlindung.

Ä Dari segi istilah(maksud sebenar) ialah sejenis makhluk yang tersembunyi di antara malaikat dan manusia, tidak ghaib betul seperti malaikat (tidak murni) tidak latiff tetapi boleh menyerupai dirinya sebagai murni dan tidak betul-betul ada roh serta berjisim seperti manusia, tetapi boleh menyerupai dirinya sebagai manusia ada roh dan berjisim, sebagai suatu tipu daya saja. Tidak diizin oleh Allah menyerupai rupa Nabi Muhammad s.a.w, dan tidak boleh mengaku dirinya sebagai Nabi Muhammad s.a.w. Untuk memudahkan faham dan sampai pemikiran orang awam, jin itu ialah laser yang tidak murni, kerana asal kejadiannya itu api Maarij dan angin Samuun yang suhu panasnya tidak boleh dinilai dengan suhu panas dunia.
Mafhum dari ayat Al- Quran;

a. Maksud ayat 26-27 Surah Al-Hijr :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering kontang yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk dan Kami telah ciptakan jin sebelum itu sebelum (diciptakan manusia) dari api yang sangat panas”

b. Maksud ayat 15 Surah Ar-Rahman :

“Dia menciptakan Jan (Jin) dari nyala api (pucuk api yang bernyala-nyala)

c. Maksud ayat 12 Surah Al-‘Araf :

“Engkau ciptakan aku (kata Iblis) dari api sedangkan Engkau ciptakan dia (Adam) dari tanah.

Dari Mafhum Hadis Nabi s.a.w. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim r.a.

maksudnya:

“Malaikat diciptakan dari cahaya. Jan diciptakan dari lidah api sedangkan Adam diciptakan dari suatu yang telah disebutkan kepada kamu (tanah).”

Keterangan “Al-Maarij”

a. “Maarij” ertinya nyala api yang sangat kuat dan sangat panas suhunya atau “Al-Lahab” artinya jilatan api yang sudah bercampur antara satu sama lain yaitu merah, hitam, kuning dan biru.

(setengah ulama mengatakan “Al-Maarij itu ialah api yang sangat terang yang memiliki suhu panas yang sangat tinggi sehingga bercampur antara merah, hitam, kuning dan biru.”)

b. Al-Maarij – api yang bercampur warna.

c. Al-Maarij sama maknanya dengan “As-Samuun” iaitu api yang tidak berasap yang sangat tinggi suhu panasnya. Sementara As-Samuun ialah angin yang paling tinggi suhu panasnya. Angin samuun yang telah sebati dengan Al-Maarij itulah Allah jadikan Jan.

d. Hadis riwayat daripada Ibnu Mas’ud bermaksud :

“Angin Samuun ini hanyalah sebahagian daripada tujuh puluh bahagian dari angin yang sangat panas yang daripadanya Allah menjadikan Jan.”

Maka dari api inilah Allah Maha Perkasa lagi Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa menciptakan kejadian Jin, yaitu dari sel atau atom atau nukleas-nukleas api. Kemudian Allah masukkan roh atau nyawa padanya jadilah dia hidup seperti yang dikehendaki pula oleh Allah dan dari situ diberi izin oleh Allah menzahirkan berbagai-bagai bentuk dan rupa yang disukainya dan dikehendakinya kecuali rupa Rasulullah s.a.w. mengikut tahap dan kemampuan masing-masing; dan diarah menerima syariat agama Islam sepertimana diarahkan manusia menerimanya. Bentuk rupa asalnya selepas dicipta dan ditiupkan rohnya itu hanyalah Allah dan Rasul-Nya saja yang mengetahuinya. Mengikut kata setengah ulama rupa, tabiat, kelakuan, perangai jin 80% ke 90% mirip kepada manusia. 10% ke 20% mirip kepada malaikat.

NABI saw mengatakan, ‘Jin terbahagi kepada tiga kelompok. Sepertiganya mempunyai sayap yang boleh membuatkan mereka terbang di udara. Sepertiga lainnya berbentuk ular dan anjing dan sepertiga lainnya boleh beralih dari satu kelompok ke kelompok lainnya.

CATATAN : Ditakhrij (dikeluarkan) oleh Al-Baihaqi dengan sanad sahih. Adapun redaksinya berbunyi sebagai berikut (terjemahannya) :

Dari Jabir Nafir, dari Abi Tsa’labah Al-Khuntsa ra, bahawasanya Rasulullah saw bersabda, (maksudnya) ‘Jin terbahagi dalam tiga kelompok’.

“Kelompok pertama adalah jin yang mempunyai sayap dan dapat terbang di udara. Kelompok yang kedua terdiri dari jin yang berbentuk ular dan anjing, sedangkan kelompok ketiga adalah yang boleh berubah bentuk dirinya.”

Dalam Al-Mustadrak, Al-Hakim meriwayatkan hadis yang senada dengan hadis yang diriwayatkan Al-Baihaqi. Tentang hadis ini, Al-Hakim mengatakan bahawa hadis tersebut sahih sanadnya, ditakhrijkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam sahihnya.

Menurut Adz-Dzahabi, hadis ini sahih. Hadis yang mirip dengan ia diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dalam tafsirnya, yang bermaksud : “Jin terbahagi tiga kelompok. Kelompok pertama yang ada di udara. Kelompok kedua adalah jin yang boleh naik-turun kehendak hati mereka, sedangkan kelompok ketiga adalah jin yang berbentuk ular dan anjing.”

Setiap kelompok dari ketiga kelompok ini membantu kelompok atau himpunan yang lain. Katakan saja misalnya, jin-jin yang terdiri dari anjing-anjing tadi secara keseluruhannya ia merupakan himpunan dari salah satu jenis jin.

Subhanallah! Diriwayatkan dari Imam Ibn ‘Abbas ra, hadis yang mendukung pendapat ini Ibn ‘Abbas mengatakan, “Anjing itu termasuk golongan jin. Ia merupakan salinan jin. Kalau dia mengendus-endus dekat makananmu, maka lemparkanlah makananmu ke arahnya, sebab dia mempunyai selera terhadapnya.” Lihat Ibn Manzhur, Lisan Al-Arab.]

Akan tetapi, yang berwarna hitam legam dengan dua bulatan putih di atas matanya, adalah jin sangat jahat yang boleh dibunuh. Kalau engkau melihat anjing seperti itu, jangan kau biarkan. Bunuh saja.”

Diriwayatkan dari Ibn Az-Zubair, dari Jabir bin Abdullah, katanya “Rasulullah saw memerintah kami untuk membunuh anjing sehingga ada seorang wanita yang datang dari dusun dengan membawa anjingnya yang kemudian kami bunuh. Kemudian Nabi saw melarang kami membunuh anjing, seraya mengatakan, ‘Bunuhlah yang hitam legam dengan dua titik putih (di atas matanya), sebab dia adalah syaitan.”

Hadis ini ditakhrijkan oleh Muslim dalam shahihnya. Hadis ini merupakan dalil bagi perintah membunuh anjing secara umum. Kemudian perintah ini dihapus (mansuh) dan dikhususkan pada anjing hitam legam, kerana ia adalah syaitan.

Dalam Syarahnya terhadap hadis ini, Imam An-Nawawi mengatakan, “Makna Al-Bahim (yang terdapat dalam hadis tersebut) adalah hitam legam. Sedangkan dua titik, adalah titik putih yang berada di atas kedua matanya, dan itu mudah diketahui. Lihat Shahih Muslim Syarh An-Nawawi, kitab Al-Musaqah Wa Al-Muzara’ah.’

Dalam Shahih Muslim, Bab Qadr Ma Yasturu Al-Mushalliy, diriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah Ibn Ash-Shamit, dari Abu Dzar, bahawasanya Rasulullah saw berkata, “Bila salah seorang di antara kalian berdiri untuk solat, maka hendaknya dia membuat penghalang yang merupakan tanda bagi orang yang lalu.

Sebab, kalau dia tidak membuat tanda seperti itu, maka solatnya pasti akan diputuskan (diganggu) oleh keldai, kaum wanita dan anjing hitam.” Saya bertanya Abu Dzar, “Bagaimana halnya dengan anjing hitam dibandingkan dengan anjing merah atau coklat?” Abu Dzar menjawab, “Wahai anak saudaraku, aku pernah bertanya kepada Rasulullah seperti pertanyaanmu dan beliau menjawab, “Anjing hitam adalah syaitan’.”]

“Apakah anjing-anjing hitam tersebut awalnya memang merupakan bentuk asli syaitan yang diberikan Allah atau apakah ia mengambil bentuk seperti itu?”

“Boleh jadi memang Allah telah memberinya bentuk seperti itu. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Akan tetapi jenis ini tidak boleh mengubah diri dalam bentuk yang lain. Mereka merupakan salah satu umat syaitan yang terkutuk yang tak terbilang banyaknya. Kerana Rasulullah saw memperbolehkan kita membunuhnya, maka bunuhlah ia.”

“Bagus. Itu tentang anjing. Kalau ular?”

“Terdapat banyak ular yang sesungguhnya adalah jin, dan banyak pula yang merupakan ular penjelmaan jin. Akan tetapi ada dua jenis ular dari kelompok ini yang sama sekali tidak boleh mengubah bentuk dirinya dalam bentuk lain. Kerana itu jangan engkau ragu-ragu membunuhnya. Kalau ia menyingkir, biarkan. Kalau tidak, maka sebutlah nama Allah dan mintalah perlindungan-Nya. Sesudah itu, bunuhlah ia.”

“Apa dua jenis ular tersebut?”

“Rasulullah saw telah menyampaikan kepada kita tentang keduanya. Yang pertama Al-Abtar dan yang kedua Dzu Ath-Thifyatayn’.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibn ‘Umar ra, bahawasanya beliau mendengar Rasulullah saw berkhutbah di mimbar. Rasulullah saw berkata, “Bunuhlah ular, bunuhlah Dzu Ath-Thifyatayn dan Al-Abtar, sebab kedua binatang itu menyembur mata dan menggugurkan kandungan.”

Di dalam Shahih Al-Bukhari juga diriwayatkan bahawa Nabi saw memerintahkan para sahabat membunuh ular dan sesudah itu melarang membunuh ular yang menghuni rumah, sebab mereka adalah jin-jin yang menetap di rumah-rumah itu.

Dalam Fat-h Al-Bari Ibn Hajar mengatakan, “Adapun perkataan Nabi yang berbunyi : ‘Bunuhlah Dzu Ath-Thifyatayn, “Adalah ular yang mempunyai dua garis putih di belakangnya.” Ibn Abd Al-Barr mengatakan, “Disebut-sebut bahawa, Dzu Ath-Thifyatayn adalah sejenis ular yang mempunyai dua garis putih di belakangnya, sedangkan Al-Abtar adalah ular buntung (tidak berekor).”

Asal mula Jin bernama “Jan”, beriman dengan Allah melahirkan keturunan yang beriman. Selepas itu menjadi kufur dan kekal dalam kufur melahirkan pula keturunan-keturunan yang kufur. Anak cucunya yang asal beriman itu ada yang kekal dalam beriman dan ada pula yang jadi kufur dan ada pula yang kembali beriman. Ada yang baik, ada yang jahat, ada yang soleh, ada yang tidak soleh, ada yang ‘alim lagi mukmin, ada yang kufur, ada yang murtad, munafik, fasiq dan zalim, ada yang masuk syurga dan ada yang masuk neraka.

Keadaan Jin/Rupa Jin

a. Ruang yang kecil boleh dipenuhi oleh berjuta-juta Jin.

b. Jin yang kekal dalam kafir dan jin Islam yang fasik – rupanya jelek-jelk yaitu rupa yang menakutkan dan mengerikan.

c. Jin Islam yang soleh rupanya elok-elok.

d. Bentuk-bentuk tubuh mereka itu ada yang pendek, ada yang terlalu tinggi, ada bermacam-macam warna putih, merah, biru, hitam dan sebagainya.

e. Jin Islam yang paling tinggi imannya paling tinggi solehnya dan paling baik amalannya dan paling luas ilmunya masih ada pada dirinya sifat-sifat mazmumah seperti takabbur, riak, ‘ujub dan sebagainya mudah menerima teguran dan pengajaran.

f. Manakala manusia yang paling jahat ialah manusia yang bersifat dengan kesemua sifat-sifat mazmumah seperti sombong, riak, takabbur, ‘ujub dan sebagainya. Mungkin inilah yang lazim dikatakan :

“Sebaik-baik Jin itu ialah sejahat-jahat manusia yang fasik”

Tetapi manusia yang paling jahat sulit atau susah menerima pangajaran dan teguran yang baik.

Jin sepertimana juga manusia berhajat kepada keturunan dan jumlahnya terlalu banyak dan tuturan kata berbagai-bagai loghat atau bahasa.

a. Ada ulama membagi jin-jin ini kepada yang menunggu kubur,

yang menunggu gua, yang menunggu mayat manusia,

yang menunggu hutan rimba, yang menunggu bukit, yang menunggu lautan

bukau, yang menunggu air mata air, tasik, kolam, teluk, kuala,

pulau dan sebagainya.

b. Jenis-jenis Jin :

1. Iblis : (Bapa) Pujaan kepada semua jenis jin dan syaitan

2. Asy-Syaitan : Syaitan-syaitan

3. Al-Maraddah : Pembisik(pewas-was)

4. Al-‘Afaariit : Penipu-penipu

5. Al-A’waan : Pelayan-pelayan

6. Al-Ghawwaasuun : Penyelam-penyelam

7. Al-Tayyaaruun : Penerbang-penerbang

8. At-Tawaabi’ : Pengikut-pengikut (Pengekor)

9. Al-Quranaa’ : Pengawan-pengawan

10. Al-‘Ummaar : Pemakmur-pemakmur

c. 7 Raja Jin (Alam) Bawah Yang Kafir

1. Mazhab

2. Marrah

3. Ahmar

4. Burkhan

5. Syamhurash

6. Zubai’ah

7. Maimon

d. 7 Raja Jin (Alam) Atas Yang Islam

1. Ruqiyaail

2. Jibriyaail

3. Samsamaail

4. Mikiyaail

5. Sarfiyaail

6. ‘Ainyaail

7. Kasfiyaail

e. Raja Jin yang menguasai kesemua jin-jin tersebut bernama THOTHAMGHI YAM YAAL.

f. Majoriti jin terdiri dari gulungan kafir. Islam hanya gulungan minoriti sepertimana manusia dibumi. 80-90% jin menyerupai manusia.

g. Anak-anak Iblis yang mempunyai kerajaan yang besar adalah lima orang :

1. Thubar - Merasuk manusia yang ditimpa musibah dan bala.

2. Daasim - Merasuk manusia untuk menceraikan ikatan silatul-rahim,

rumahtangga, keluarga, sahabat-handai, jemaah dll.

3. Al-‘Awar - Merasuk manusia untuk meruntuhkan akhlak, berzina,

minum arak, liwat, berjudi juga gejala sosial.

4. Mabsuut - Merasuk manusia dengan mengadu-domba, fitnah, dengki-

khianat, sum’ah dll.

5. Zalanbuur - Merasuk manusia dengan api pertengkaran permusuhan

pembunuhan.

h. 4 raja Jin Ifrit yang mempunyai kerajaan yang besar yang menjadi menteri

kepada Nabi Allah Sulaiman a.s. (Jin yang paling jahat)

1. Thamrith

2. Munaliq

3. Hadlabaajin

4. Shughal

i. Sementara malaikat yang mengawal kesemua jin-jin di atas bernama Maithotorun yang bergelar QUTBUL JALALAH

Perbezaan di antara perkataaan Jin, Ifrit Dan Syaitan

a. Perkataan jin ditujukan kepada segala makhluk halus yang tersembunyi di antara malaikat dan manusia dan ianya tidak kelihatan oleh manusia. Pengetahuan mereka lebih luas dan panjang umurnya.

b. Perkataan Ifrit pula ditujukan kepada satu gulungan jin yang sangat kuat dan bijak menipu dan sangat busuk hati terhadap manusia. Gulungan ini tersangat sombong lagi amat durhaka.

c. Perkataan syaitan ialah ditujukan kepada satu gulungan jin yang sangat sombong lagi durhaka, pengacau dan menjadi musuh utama manusia dan mendapat kutukan Allah hingga kiamat.

d. Perkataan Iblis ialah ditujukan kepada satu jin yang sangat kuat taatnya dalam beribadah kepada Allah sehingga ia di angkat oleh Allah menjadi ketua atau qutub kepada seluruh malaikat dan jin, kemudian ia dilaknat oleh Allah menjadi makhluk yang agung kufurnya kepada Allah, oleh sebab angkuh dan takbur dirinya di atas asal usul kejadiannya terhadap kejadian Adam a.s yang dilantik menjadi khalifah Allah yang terakhir di alam ini.

e. Firman Allah bermaksud :

“Iblis menjawab : Sebab Engkau telah menghukum saya dengan tersesat, saya akan menghalang halangi mereka dari jalan-Mu Yang Lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur (taat).”

Bermula dari saat itulah syaitan melancarkan gerakan permusuhan dengan manusia sehingga kiamat. Allah menjelaskan 3 jenis permusuhan syaitan dengan manusia :

i. Kejahatan (As-Suu’) : Iaitu berkenaan dengan dosa-dosa (maksiat) hati dan segala anggota badan.

ii. Kekejian (Al-Fahsyaa’) : Iaitu kejahatan yang lebih buruk atau jahat lagi, kekejian ini adalah sebahagian kedurhakaan

(maksiat) kepada Allah.

iii. Berbohong terhadap Allah.

Ä Kecepatan bergerak Jin melebihi cepat gerak cahaya dalam satu saat.

Ä Umur jin tersangat panjang dan ada yang beribu tahun lama hidupnya.

Ä Jumlah banyaknya jin iaitu seluruh manusia daripada Adam sehingga kiamat x haiwan-haiwan x batu-batu x pasir-pasir dalam bumi dan tumbuh-tumbuhan ini hanya 1/10 jumlah keseluruhan Jin. Manakala jumlah keseluruhan jin ialah 1/10 jumlah keseluruhan malaikat. Jumlah keseluruhan malaikat hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang maha mengetahui.

Ä Alam kediaman Jin ialah lautan, daratan, udara dan “Alam Mithal” suatu alam yang antara alam manusia dan alam malaikat. Jika ditakdir diberi oleh Allah s.w.t. kepada kita melihatnya jika jarum yang jatuh dari atas tidak jatuh di atas bumi hanya jatuh di atas belakang-belakang mereka.

Ä Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadis Nabi s.a.w. bermaksud :

“Apabila kamu menghadapi malam atau kamu telah berada di sebahagian malam maka tahanlah anak-anakmu kerana sesungguhnya syaitan berkeliaran ketika itu dan apabila telah berlalu suatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkanlah lampu-lampu serta sebutkan nama Allah, ikatkan minumanmu serta sebutkan nama Allah dan tutuplah sisa-sisa makananmu serta sebutkan nama Allah (ketika menutupnya)”.

(Maksudnya syaitan-syaitan tidur di waktu siang dalam cahaya dan sinar sehingga menjelang petang merupakan saat mereka berkeliaran mencari rezeki baik lelaki atau perempuan, kanak-kanak atau dewasa.)

Kejadian makhluk mengikut apa yang difahamkan bahawa :

a. Asalnya kejadian manusia itu ialah campuran :

i. Jisim Kathif iaitu tanah dan air.

ii. Jisim Syafaf iaitu murni – api dan angin.

iii. Nurani iaitu roh, akal, nafsu dan hati yang dinamakan “Latifatur-

Rabbaniah”. Sesuai dengan manusia sebaik-baik kejadian dan ciptaan Allah

dan khalifah Allah.

b. Manakala kejadian Jin pula :

i. Jisim Syafaf murni iaitu api dan angin.

ii. Nurani-iaitu roh, akal, nafsu dan hati yang sesuai dan sepadan dengan

kejadian jin.

c. Binatang : i. Jisim Kathif

ii. Jisim Syafaf

d. Batu-batu dan tumbuhan : Jisim Kathif semata-mata.

e. Malaikat : Nurani semata-mata.

Kata setengah Ulama : ‘Azazil itu bukanlah moyang jin, sebenarnya satu jin yang paling ahli dikalangan jin yang diangkat menjadi ketua ahli-ahli kepada jin dan malaikat. Dia menjadi angkuh dan takabbur di atas keilmuan, ketaqwaan dan banyak ibadat serta asal-usul kejadiannya. Maka Allah melaknatnya menjadi kafir dengan nama Iblis.

a. Iblis apabila menyentuh paha kanan dan paha kirinya terbit 33 biji telor. Dalam setiap biji telor itu ada 33 pasang benihnya. Tiap-tiap pasang itu apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri terbit pula seperti dahulunya begitulah sehingga kiamat.

b. Jin pula apabila disentuh alat kelamin lelaki dengan alat kelamin perempuan terus mengandung dan beranak terus mukallaf. Begitulah berlaku sehingga kiamat.

c. Bunian atau lebih masyhur dikalangan orang-orang Melayu dipanggil “Orang Ghaib” ialah hasil campuran lelaki atau perempuan Jin dengan lelaki atau perempuan manusia maka anak daripada hasil itu dikenali dengan nama Bunian mengikut manusia dalam beberapa perkara dan mengikut jin dalam beberapa perkara pula. Bunian ini selalu datang kepada manusia dengan memberi berbagai-bagai perkara atau pertolongan antaranya :

1. Keris-keris.

2. Batu-batu yang dikatakan berhikmat.

3. Jenis-jenis ubat-ubatan.

4. Juga mengajar cara-cara berubat samada melalui bomoh, pawang atau bidan.

d. Jin merasuk manusia melalui berbagai-bagai rupa dan cara dan manusia menggunakan khidmat jin untuk membuat khianat kepada sesama manusia pun melalui berbagai-bagai rupa dan cara juga.

e. Seperti juga manusia biasa yang berada dalam tingkat-tingkat Iman, Ilmu dan amalan yang berasaskan kepada Awam, Khawas, Khawasil-khawas, maka jin juga berada dalam gulungan tersebut :

1. Jin Islam yang Awam.

2. Jin Islam yang Khawas.

3. Jin Islam yang Khawasil-khawas.

f. Gulungan jin kafir kebanyakannya beragama Yahudi, Kristian, Komunis dan sedikit daripada mereka beragama Buddha, Majusi serta tidak beragama.

g. Gulungan Jin yang kafir dan jin Islam yang awam segera datang memberi pertolongan kepada manusia samada dalam mimpi atau di dalam jaga. Lazimnya pertolongan itu yang membawa kepada rosak aqidah.

h. Manusia yang bersahabat dengan jin akan berperangai seperti sahabat-sahabat jin yang bertaulan dengannya samada kafir, Islam yang awam, khawas atau khawasil-khawas.

i. Di dunia semua jin boleh melihat manusia manakala manusia yang khawas atau khawasil-khawas sahaja boleh melihat jin selain para Nabi dan Rasul. Sementara di akhirat pula semua manusia mukmin ahli syurga boleh melihat jin manakala jin yang khawas atau khawasil-khawas sahaja yang boleh melihat manusia.

j. Jin Islam yang awam atau jin kafir suka merasuk manusia yang awam dengan berbagai-bagai cara kerana pada pandangan mereka manusia-manusia yang awam itu bukanlah manusia sebenarnya sebaliknya adalah rupa seekor binatang. Manusia yang khawas dan khawasil-khawas, jin tidak dapat merasuk mereka tetapi mereka itu datang pula untuk bersahabat.

k. Manusia yang selamat dari gangguan jin, iblis atau syaitan ialah manusia yang setiap waktu dan masa berada dalam Tauhid Allah melalui lidah, anggota dan hati, iaitu berada dalam aqidah syariat dan akhlak Rasulullah. Jalan paling dekat untuk berada dalam tauhid Allah itu hendaklah kita jadikan diri kita serta mereka-mereka yang setiap waktu masa dan ketika berada dalam Tauhid Allah iaitu Nabi Muhammad s.a.w., sekelian Nabi-nabi dan Rasul a.s., sahabat-sahabat agung Rasulullah, ahli keluarga Rasulullah, para-para kekasih Allah samada yang masih hidup atau yang sudah mati, nescaya akan menyampaikan diri kita zahir dan batin berada dalam tauhid Allah di semua tempat waktu dan masa melalui anggota, lidah dan hati seumpama mereka, yakni selamat daripada gangguan-gangguan jin-jin Islam atau kafir, iblis, syaitan atau seumpamanya.

l. Kata ulama :

“Kun Ma’allah fain lam takun ma’allah, fakun ma’a man ma’allah fainnahu yu shiluka ilallah”

Maksudnya : “Hendaklah jadikan diri kamu serta Allah maka jika kamu tidak boleh jadikan diri kamu serta Allah hendaklah jadikan diri kamu serta mereka yang serta Allah, maka sesungguhnya yang demikian itu akan menyampaikan diri kamu kepada Allah”

m. Diri manusia mukmin yang menjadi kekasih Allah itu menjadi “Kalbu Alam” atau “Jantung “Alam” atau “Pusat Alam” yang dikurnia Allah daya atau kuasa graviti mengikut darjah ketinggian Iman, ilmu dan amalannya disisi Allah. Diri-diri yang lain itu hanyalah di bawah atau di dalam kuasa atau graviti mereka.

Ä Kata Syeikh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani di dalam kitabnya Yawaqitu wal Jawahir, bahawa bersahabat dan bersekedudukan dengan jin itu sangat keji. Katanya, “Barangsiapa memilih dan melebihkan sekedudukan dengan jin daripada sekedudukan dengan ulama, maka orang itu sangat jahil. Kerana yang lebih ghalib atas jin itu adalah perbuatannya dan perkataannya berlebih-lebihan dan dusta jua seperti kelakuan manusia yang fasik. Maka orang yang berakal lari ia daripada bersahabat dan bersekedudukan dengan dia, seperti larinya daripada bersahabat dan sekedudukan dengan manusia yang fasik.”

Katanya lagi : “Tiada sekali-kali aku lihat akan seseorang yang sekedudukan dengan jin itu beroleh kebajikan kerana asal kejadiannya itu api dan api itu sangat banyak geraknya itu datanglah berlebih-lebihan perbuatan dan perkataan orang itu.”

Katanya lagi : “Bahawa jin itu terlebih keras fitnahnya atas yang sekedudukan dengan dia daripada manusia.”

Berkata Syeikh Muhyuddin Arabi di dalam kitabnya Futuhat. “Adalah orang yang sekedudukan (bersahabat) dengan jin itu tiada beroleh ilmu akan Allah. Kerana jin itu sangat jahil akan Allah dan akan sifat-Nya.” Dan terkadang menyangka oleh orang yang sekedudukan dengan dia itu bahawa segala perkara yang dikhabarkan oleh jin itu daripada barang yang berlaku di dalam alam itu adalah “KARAMAH” daripada Allah Ta’ala baginya. Maka sangkaannya itu adalah batil dan hanya adalah yang kesudahan pemberian jin kepada manusia itu, bahawa diberitahu akan segala khasiat tumbuh-tumbuhan dan khasiat batu dan khasiat segala isim dan huruf, maka iaitu dibilangkan daripada Ilmu Kimia jua, iaitu ilmu yang dicela oleh syarak kerana meninggal atau membelakangkan ilmu fardhu ain yang dituntut oleh syarak mempelajari serta beramal dengannya.

Katanya lagi : “Sesetengah yang telah terjawab bahawasanya banyak orang sekedudukan dengan jin itu jadilah takabbur atas segala manusia itu dan barangsiapa takabbur dimurkai Allah Ta’ala akan dia dan dimasukkan ke dalam neraka seperti yang tersebut dalam beberapa ayat Quran dan Hadis Nabi s.a.w.”

JAWABAN KHUSUS WIRID HARI JUMA’AT BAGI IKHWAN AT-TIJANI DAN SEBAGAIAN PENGAMAL SYAZDILIYAH

سئل الإمام الشيخ محمد زكي إبراهيم رائد العشيرة المحمدية رحمه الله تعالى عن وقت الورد الأسبوعي بعد عصر الجمعة بصفة خاصة عند التجانية وبعض الشاذلية، فأجاب رحمه الله:

وأما أنَّ بعض الشَّاذلية والتجانية يلازمون الورد الأسبوعي بعد عصر الجمعة بصفة خاصة، فدليلهم ما نقله المنذري عن أحمد قال: أكثرُ الحديث في الساعة التي ترجى فيها إجابة الدعوة أنها بعد صلاة العصر، وثمت آثار ثابتة تدل أيضًا على أنها بين العصر والمغرب.

وأفضل الدعاء الذِّكر، أخرج الترمذيُّ وغيره: «يَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ وَذِكْرِي عَنْ مَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ» .

وهكذا يختم هؤلاء المتعبدون أسبوعَهم السابق بعبادة، وفي الوقت نفسه يستقبلون الأسبوع الجديد بنفس العبادة رجاء غفران ما مضى، وإصلاح ما بقي.
ومعروف أن أوثق الأحاديث في الصلاة الوسطى أنها صلاة العصر، فهذا الوقت من الأوقات المشهودة في أيام الأسبوع بعامة، وفي يوم الجمعة بخاصة.

ثم إن هذا الوقت وقت الأصيل، الذي كلفنا الله تعالى بذكره فيه حيث يقول عزَّ شأنه: (وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلاً) [الإِنسان :25] وقد تكرر في القرآن هذا المعنى على صور متعددة.

وليس الناس ملزمين بإدراك الصواب، ولكنهم ملزمون بتحري الصواب، ومن هنا لم يكن قول مجتهد مفروضًا على مجتهد آخر، وهذا هو السرُّ في أنَّ شيئًا يكون مندوبًا في مذهب ثم يكون هو هو مكروهًا في مذهب آخر. واختيار وقت الورد الأسبوعي من هذا الباب.

ولو لم يكن فيه إلا صرف العبد عن اللهو، مع الركون إلى الله في هذا الوقت لكفى وشفى

EVOLUSI, RASISME DAN KOLONIALISME

EVOLUSI, RASISME DAN KOLONIALISME

Evolusi: Mitos Penyembah Berhala
Sekitar lima ribu tahun yang lalu, di dataran subur di Timur Tengah, agama paganisme berkembang di Mesopotamia. Agama ini memunculkan sejumlah mitos dan takhayyul tentang asal-usul kehidupan dan alam semesta. Salah satunya adalah kepercayaan pada “evolusi”. Menurut legenda Sumeria, Enuma-Elish, kehidupan pertama muncul secara kebetulan di air dan kemudian berevolusi dari satu spesies ke spesies yang lain.
Bertahun-tahun kemudian, mitos evolusi tumbuh subur di peradaban pagan yang lain, yakni Yunani Kuno. Para filsuf Yunani, yang menyebut diri mereka sebagai “materialis”, hanya mengakui keberadaan materi dan menganggap materi sebagai sumber kehidupan. Karenanya, mereka menggunakan mitos evolusi, yang diwariskan bangsa Sumeria, untuk menjelaskan bagaimana makhluk hidup muncul menjadi ada. Demikianlah, Yunani Kuno menjadi jembatan penghubung bagi filsafat materialis dan mitos evolusi. Bangsa Romawi pagan kemudian mewarisi pemikiran ini.
Dua konsep dari kebudayaan penyembah berhala ini diperkenalkan ke dunia modern di abad kedelapan belas. Kaum intelektual Eropa yang terpengaruh oleh pemikiran Yunani kuno mempercayai paham ‘materialisme’ dengan keyakinan yang sama, yakni mereka sangat anti terhadap agama monoteisme. Buku karya tokoh materialis terkemuka, Baron d’Holbach, The System of Nature dianggap sebagai “rujukan utama ateisme”.
Dalam hal ini, ahli biologi Perancis, Jean Baptist Lamarck, adalah yang pertama memberikan penjelasan rinci tentang teori evolusi. Teori Lamarck, yang kemudian terbantahkan, menyatakan bahwa makhluk hidup berevolusi dari satu spesies ke spesies yang lain melalui perubahan sedikit demi sedikit dalam jangka waktu lama. Adalah Charles Darwin yang mengulangi dan menyebarluaskan pandangan Lamarck, meskipun agak berbeda.
Darwin mengemukakan pandangannya di Inggris tahun 1859, melalui penerbitan bukunya The Origin of Species. Buku Darwin pada hakikatnya adalah penjelasan rinci tentang mitos evolusi, yang awalnya diperkenalkan oleh bangsa Sumeria kuno. Teorinya menyatakan bahwa semua spesies yang berbeda berasal dari satu moyang yang sama, yang terbentuk dalam air secara kebetulan, yang darinya beragam spesies makhluk hidup muncul dalam rentang waktu yang lama.
Pernyataan Darwin ini tidaklah didasarkan atas bukti ilmiah, sehingga tak begitu dipercayai oleh para ilmuwan di zamannya. Para ahli paleontologi khususnya, menyadari bahwa keseluruhan teori tersebut sebagian besarnya adalah khayalan Darwin belaka. Catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak mengalami proses evolusi dari bentuk sederhana ke bentuk lebih sempurna. Bahkan makhluk yang hidup ratusan juta tahun lalu memiliki tubuh yang sama lengkapnya dengan yang masih hidup sekarang. Tak ada jejak “bentuk transisi” yang menurut Darwin pernah ada dan yang dianggap menghubungkan satu spesies dengan yang lain. Di tahun-tahun berikutnya, pernyataan lain dari teori ini terbantahkan satu demi satu. Biokimia mengungkapkan bahwa kehidupan terlalu kompleks untuk dapat muncul secara kebetulan sebagaimana klaim Darwin. Bahkan diketahui bahwa pembentukan secara acak molekul paling sederhana tidaklah mungkin, apalagi sebuah sel hidup. Di sisi lain, anatomi menunjukkan bahwa makhluk hidup memiliki disain khas dan masing-masing diciptakan secara terpisah.
Singkatnya, teori Darwin tidak memiliki landasan ilmiah. Tapi, teori ini dengan cepat memperoleh dukungan politis dikarenakan “pembenaran ilmiah” yang diberikannya pada kekuatan yang berpengaruh di abad kesembilan belas.
Teori Darwin Tentang Ras Manusia
Pada tahun 1871, Darwin menerbitkan bukunya yang lain, The Descent of Man. Dalam buku ini ia menyatakan bahwa manusia berevolusi dari makhluk mirip kera. Darwin tak dapat memberikan bukti apapun yang mendukung klaimnya selain membuat sejumlah skenario khayalan.
Darwin juga memiliki pemikiran yang menarik. Ia berpendapat bahwa sejumlah ras berevolusi lebih cepat dan, karenanya, lebih maju dari yang lain; sedangkan ras-ras lain dianggapnya masih setingkat dengan kera.
Ada satu hal penting lagi tentang teori Darwin, ia membangun keseluruhan teorinya pada konsep “perjuangan untuk mempertahankan hidup”. Menurutnya, konflik sengit, perjuangan berdarah melingkupi alam kehidupan ini. Yang kuat selalu menang melawan yang lemah, dan ini mendorong yang kuat untuk berkembang.
Darwin menegaskan bahwa konflik serupa juga berlaku pada ras-ras manusia. Bahkan sub-judul dari bukunya “The Origin of Species: by way of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life” (Asal Usul Spesies: Melalui Seleksi Alam atau Pelestarian Ras-Ras Pilihan dalam Perjuangan Mempertahankan Hidup), dengan jelas mengungkap pandangan rasialnya.
Menurut Darwin, ras pilihan adalah ‘bangsa kulit putih Eropa’, sedangkan Ras Asia atau Afrika gagal dalam perjuangan mempertahankan hidup. Darwin melangkah lebih jauh, bahkan mengatakan bahwa ras-ras ini akhirnya akan dihapuskan sama sekali:
Di masa mendatang, tidak sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia beradab hampir dipastikan akan memusnahkan dan menggantikan ras-ras biadab di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kera-kera mirip manusia…tak pelak lagi akan dimusnahkan.
Seperti terungkap jelas dalam pernyataan ini, Darwin adalah seorang rasis tulen yang meyakini keunggulan bangsa kulit putih. Ia meyakini bangsa kulit putih pertama-tama akan memperbudak, dan kemudian memusnahkan ras-ras kelas rendah.
Gagasan Darwin sungguh mendapat sambutan baik. Di zamannya, bangsa kulit putih sedang mencari teori untuk membenarkan tindakan biadab mereka.
Landasan Berpikir Kolonialisme
Sejak abad keenam belas, Eropa mulai menjajah berbagai belahan dunia. Penjajah pertama adalah bangsa Spanyol di bawah pimpinan Christopher Columbus. Dalam waktu singkat, penjajah Spanyol menyerbu Amerika Selatan. Mereka memperbudak penduduk asli, ras masyarakat yang sebelumnya hidup damai. Wilayah Amerika Selatan, yang kaya emas dan perak, dirampok oleh para penjarah ini. Penduduk asli yang berusaha melawan dibantai.
Menyusul Spanyol; Portugis, Belanda dan Inggris turut ambil bagian dalam memperebutkan daerah jajahan. Di abad kesembilan belas, Inggris menjadi imperium kolonial terbesar di dunia. Dari India hingga Amerika Latin, imperium Inggris mengeruk habis sumber-sumber kekayaan alam. Bangsa kulit putih menjarah dunia demi kepentingannya sendiri.
Tentu saja kaum penjajah ini tak ingin dikenang sepanjang sejarah sebagai “penjarah”. Karenanya, mereka berusaha mendapatkan pembenaran bagi tindakannya ini. Mereka berdalih dengan menganggap bangsa terjajah sebagai “kaum primitif atau terbelakang”, bahkan “makhluk mirip binatang”. Pandangan ini pertama kali dikemukakan di masa awal penjajahan, masa ketika Christopher Columbus berlayar menuju Amerika. Dengan menganggap penduduk asli Amerika bukan manusia murni, tapi spesies binatang yang telah berkembang, penjajah Spanyol membenarkan perbudakan yang mereka lakukan.
Saat peristiwa ini terjadi, dalih tersebut tidak mendapat dukungan luas. Sebab, waktu itu masyarakat Eropa secara luas masih percaya bahwa semua manusia diciptakan sama oleh Tuhan dan semuanya berasal dari moyang yang sama, yakni Nabi Adam.
Namun, segalanya berubah di abad kesembilan belas. Tumbuh suburnya paham materialime menyebabkan masyarakat mulai mengabaikan kenyataan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan. Ini juga berarti kelahiran paham rasisme.
Landasan ilmiah rasisme adalah teori evolusi Darwin. Ahli antropologi India, Lalita Vidyarthi menyatakan:
Teori Darwin tentang “kelangsungan hidup bagi yang terkuat“ disambut hangat oleh ilmuwan sosial masa itu, dan mereka percaya bahwa manusia meraih tangga evolusi yang berbeda, yang berpuncak pada peradaban bangsa kulit putih. Hingga paruh kedua abad ke-19, rasisme diterima sebagai fakta oleh mayoritas ilmuwan barat.
Dengan pandangan rasial seperti ini, Darwin memberikan dukungan penuh bagi penjajahan oleh bangsa Eropa. Imperialisme Inggris zaman Victoria mengambil teori Darwin sebagai dasar dan pembenaran ilmiahnya.